1% Legal Officer

Huh! Legal Officer apanya?! LO bohong-bohongan!!!

Sedih dan sakit hati dihina seperti itu didepan sebagian besar isi kantor.
Pasalnya, walaupun sudah hampir lima bulan jadi LO, saya belum juga hafal Standar Prosedur Kredit yang 280 halaman atau BW yang sudah tua itu. Belum juga hafal berbagai Undang-undang, belum juga bisa dengan cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan pidana, belum bisa membuat legal opinion mengenai putusan pengadilan hanya dalam hitungan jam, dan belum-belum lainnya yang menyangkut kapasitas saya sebagai apa yang dinamakan LO. Pengetahuan hukum saya sama minimnya dengan anak SMA yang baru saja lulus dan berencana masuk Fakultas Hukum.
Ketika Rapat Komite Kredit berlangsung, saya lebih banyak diam. Satu, karena aspek legal memang hanya sekian persen dari keseluruhan pembahasan. Dua, saya memang tidak akan bicara kalau saya merasa tidak diperlukan atau, fatalnya, kalau saya merasa tidak yakin dengan statement saya. LO tidak bisa sembarangan bicara. Ketika saya bicara, saya harus punya dasar yang kuat, minimal ada yurisprudensinya. Dan keterbatasan pengetahuan membuat saya tidak bisa tik-tak dalam menjawab pertanyaan.

LO bohong-bohongan.

Ih… sumpah sakit hati banget digituin *ngelus dada terus nyumpah-nyumpahin orang yang ngomong*
Tapi, saya mengakui memang kapasitas saya masih sangat kurang. Hanya saja, saya rasa seyogyanya seseorang apalagi yang sudah berada di level pimpinan bisa berlaku bijak dalam segala perilaku dan bahasanya.
Tapi sudahlah, tidak akan saya masukkan ke hati. Pengalaman mengajarkan manusia memang senang bermain-main dengan hati dan merendahkan manusia lain hanya karena merasa posisi mereka sedang di atas angin.

Daripada terus menerus bersakit hati, lebih baik omongannya saya jadikan pelecut semangat untuk bisa menjadi LO yang lebih baik lagi.
LO yang multi-tasking. Yang gak cuma mengerjakan aspek legal, tapi juga merangkap jadi OB saat RKK, disuruh pesan minuman dan makanan dan memanggil-manggil orang-orang.😮

Sial. Mentang-mentang gw newbie dan gak bisa menjilat, gw di-bully.

Semangat ah Ke! Life happens!😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s