It’s Done!

Senin, 7 November 2011, hari keenam di Singapura mungkin adalah hari paling tidak terencana selama perjalanan 7 hari itu.
Awalnya, saya merencanakan akan bermain-main ke Little India dan Singapore Botanical Garden. Namun pertemuan saya dengan Saodah dan Markonah yang tidur satu kamar dengan saya telah membuat kami bertiga menggalau dan akhirnya memutuskan untuk memuaskan nafsu dasar perempuan: belanja😆

Jadi ceritanya, Minggu malam saat kami baru saja sampai dari tujuan masing-masing pada hari itu dan berkumpul sambil ngobrol ringan di kamar, kami saling bercerita dan memamerkan apa-apa saja yang telah kami lakukan hari itu. Saya memamerkan temuan-temuan lucu yang saya dapatkan saat menggalau di sekitar hostel, dan mereka memamerkan benda-benda yang mereka dapatkan ketika mengunjungi Bugis, termasuk teh Dilmah yang mereka beli di Mustafa Centre. Karena saya ini orangnya iri hati dan dengki, maka saya meminta mereka untuk mengantar saya ke tempat-tempat itu, tempat di mana akhirnya saya khilaf melihat kalung dan belt yang lucu-lucu dan yang terpenting… murah!:mrgreen:
Sebagai balasannya, Saodah dan Markonah meminta saya untuk menjadi guide mereka di Orchard, dan saya sanggupi. Akhirnya terciptalah itinerary saya yang baru: Mustafa Centre – Bugis – Orchard *lagi!*

Pagi-pagi kami menuju Mustafa, sengaja berangkat sepagi yang kami bisa karena kami pingin berbelanja dengan tenang, lagipula jadwal hari itu cukup padat karena Saodah dan Markonah akan langsung menuju bandara segera setelah selesai urusan di Orchard. Di Mustafa cuma sebentar, karena udah tau apa yang diincar. Dilmah tea dan Ahmad tea. Saya curious aja, seperti apa sih rasa teh-nya… karena kan kayaknya happening banget gitu ya… ngalah-ngalahin Sariwangi atau teh Tong Tji. Di sana beli 3 varian teh, dan langsung menuju tujuan berikutnya: Bugis street.
Sampai di toko tujuan, eh bukan saya aja yang kalap, Saodah dan Markonah pun menggalau lagi dan akhirnya beli-beli lagi. Tapi saya akui, kalung dan belt-nya memang lucu-lucu banget! Dan murahnya itu lho… gak akan dapet aksesoris selucu itu hanya dengan harga 20.000 rupiah! Di Ambassador aja gak ada! Bahagia banget rasanya bisa *sedikit* borong aksesoris tanpa ngerasa miskin *sombooooonnnggg*:mrgreen:
Dari Bugis street kami langsung lulumpatan ke Orchard. Lagi-lagi Saodah dan Markonah menggalau di Charles & Keith, biarpun pada akhirnya cuma Saodah yang belanja, dan kami pun meneruskan petualangan alay kami ke Forever 21 karena Markonah mau cari kacamata item. Sampai di Forever 21, ternyata kegalauan saya kumat lagi, dan dengan akhirnya dengan alasan toleransi dengan Markonah, saya pun turut merelakan beberapa SGD untuk kembali beli… aksesoris. Beberapa bulan terakhir ini saya emang agak-agak banci aksesoris, walaupun jarang banget makenya…😆
Setelah bertekad untuk meredam kegalauan yang menjadi-jadi, kami memutuskan untuk makan siang dengan menu Indonesia. Saodah dan Markonah memelas ingin makan nasi, maka kami pun mampir ke ayam penyet RIA di kawasan Lucky Plaza. Selesai makan, kami segera kembali ke hostel dengan tujuan yang berbeda. Saodah dan Markonah akan packing untuk yang terakhir kali, sementara saya karena suatu hal khas perempuan yang menyebabkan ketidaknyaman *apa deh*
Sampe hostel, packing, terus bertangis-tangisan karena akan berpisah #eaaa saya pun mengantar Saodah dan Markonah ke MRT station, dan sesudahnya saya melanjutkan kembali perjalanan saya. Kali ini, seperti biasa, walking tour di kawasan Little India.

Emang dasarnya saya senang dengan kawasan Chinatown, selesai dengan Little India saya kembali melakukan walking tour di Chinatown untuk kedua kalinya. Hari itu saya tutup dengan packing, mengingat esoknya saya harus kembali ke Jakarta, dan setelah berhari-hari hidup tanpa sambungan internet, Senin malam itu adalah pertama kalinya saya pergi ke lounge hostel yang ada di lantai empat dan berakhirlah saya di depan komputer, ngecek email, blog-walking, dan lain-lain hal yang biasa saya lakukan dengan internet tersayang😆

Dan akhirnya ya sodara-sodara… It’s time to go back home!!! Yaaaaayyy!!!
Dan derita single backpacker kembali mengharuskan saya untuk mencet-mencet tombol timer, mengusir kebosanan yang melanda di Changi.

Well, i’ve said a little something once ago, rite? That i’ll fly to… hum… a friend of mine. So it been done😉

Expenses:
– Air minum SGD 0,70
– Brunch Fillet-o-fish & Milo McDonald Bugis SGD 3,95
– Perlengkapan wanita SGD 9😮
– Gado-gado & Milo di Ayam Penyet Ria Lucky Plaza SGD 7,80
– Rootbeer SGD 1
– Makan siang terakhir sebelum ke changi SGD 3,70 *fillet-o-fish McDonald chinatown*
– Taksi dari Soetta ke rumah *highway fee included* IDR 205.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s