To Singapore (Again) Through The Sea

Kayaknya November kemarin ini bulannya jalan-jalan dan bebas merdeka dari kenistaan kantor ya cuuuyy… *jingkrak-jingkrak*
Jadi kan seperti yang udah saya tulis-tulis secara cukup detail di postingan-postingan sebelumnya, awal November itu saya merayakan cuti pertama dengan kabur ke Singapur. Naaahh… beberapa hari setelah kembali ke Bandung kan saya pergi lagi tuh ya ke Batam, ikutan Legal Officer National Forum ituh. Karena diadakan di Batam, jauh-jauh hari Michan dan Nyamuk udah rajin banget koordinasi sama saya buat nyebrang. Yaudah, tanpa mikirin nantinya mungkin bakal capek karena hilir-mudik terus-terusan *dan beneran langsung sakit sepulangnya dari mondar-mandir Singapur*, saya mengiyakan ajakan mereka. Dan karena mereka berdua belom pernah ke Singapur, maka saya lah yang menyusun itinerary untuk perjalanan singkat sehari semalam ini. Ke Singapur udah berasa kayak Jakarta – Bandung aja gitu, bolak-balik seminggu sekali:mrgreen:

Kalo pertama kali ke Singapur, saya naik pesawat, maka kali ini kami naik kapal cepat. Selama di Batam kan saya nginep di Hotel Planet Holiday, jadi nyebrang ke Singapurnya bakal lewat Harbour Bay, Batu Ampar, yang emang paling deket sama hotel. Kami naik kapal cepat Wave Master 8 buat perjalanan pergi dan Wave Master 3 buat perjalanan pulang. Harga tiket ferry 195.000 rupiah pp yang dibayar tunai saat pembelian tiket. Gampang kok prosesnya, gak pake ribet. Cuma dateng ke konter ferry-nya, tunjukin paspor, bayar, dapet deh tiketnya. Ferry ini berangkat tiap satu jam sekali, kami berangkat hari Sabtu, 19 November, jam 8.30 WIB, dan kembali ke Batam hari Minggu, 20 November, jam 12.20 SGT. Ketika pulang dari Singapur ke Batam, kita harus bayar tax sebesar SGD 21 yang dibayarkan saat check in di konternya Wave Master di lantai 3 Vivo City.

Check out pagi-pagi dari hotel di Batam, eh kok ya ketemu rombongan Bapak-bapak dan Ibu-ibu legal lainnya. Dan karena mereka belom pernah juga ke Singapur, kami yang tadinya merencanakan jalan-jalan bertiga aja jadi berdelapan. Dan pas nyampe di Singapur rombongan terbagi jadi dua kelompok lagi gara-gara gak metcing waktu janjiannya. Rombongan Bapak-bapak dipimpin Nyamuk, dan rombongan ibu-ibu yang harus nurut sama saya yang bertindak efektif kayak komandan perang😆

Di sini ribetnya, sekaligus seninya, jalan rame-rame. Semua hal harus dimusyawarahkan dan harus selalu setia saling menunggu anggota kelompok dengan keinginan dan kepentingannya masing-masing. Dan yang namanya perempuan ya, sasaran utamanya kan tempat belanja, tapi selalu ada yang gak metcing. Pas ke Bugis nyari aksesoris, yang satu mengeluh lama nunggu karena dese gak suka aksesoris. Pas di bawa ke Orchard, giliran dese yang bikin semua menunggu karena lamaaaaa banget milih-milih barang. Belom lagi ada yang gak bisa nahan lapar, kalo udah lapar dan belom makan bawaannya uring-uringan. Belom lagi yang karena faktor usia jadi cepet capek, bawaannya ngeluh dan sebentar-sebentar pinginnya istirahat. Makdikipeee…:mrgreen:


Michan – Saya – Diana


Karena jalan-jalan rame-rame, akhirnya ada juga yang motoin saya depan Merlion yang palsu:mrgreen:

Tapi Alhamdulillaah yaaa, semua tujuan yang katanya harus dikunjungi kalo ke Singapur *put aside Universal Studio* berhasil dicapai walaupun dengan tampang udah mau makan orang😆
Mulai dari Bugis, Orchard, Marina Bay, Merlion, sampe Chinatown dan Mustafa, semua beres dalam waktu sehari semalam. Bener-bener kayak amazing race. Saya dan Michan *yang memutuskan untuk menginap semalam di Singapur* takjub dengan diri kami sendiri ketika udah sampe di kamar hostel dan melihat warna kulit yang udah belang akibat jalan seharian plus badan pegal-pegal.

Oiya, bicara soal hostel yang kami pilih kami ini, uhm… very unrecommendable deh. Namanya Travellers Inn, letaknya di daerah Lavender. Memang sih harga per night per person-nya lebih murah SGD 4 dari Pillows & Toasts yang memasang harga SGD 29, tapi sepertinya pepatah klasik ada uang ada barang, berlaku di sini. Penampakan di website memang lumayan sih… tapi aslinya… wiiiiihhh agak-agak nyerempet gitu. Jaraknya lumayan pula dari stasiun MRT. Sekitar 10 menit jalan kaki, beda sama Pillows & Toast yang cuma 3 menit.
Kaget pertama itu pas tau toiletnya sistem toilet kering. Kaget kedua pas dibilangin kalo kami harus kembali ke hostel paling lama jam 9 malem, kalo telat bakal dikunciin dan gak bisa masuk. Kaget ketiga *ini gak kaget-kaget banget sih sebenernya* karena free breakfast baru disediakan jam 7.30 pagi. Di Pillows & Toasts kan sarapan udah dimulai dari jam 6.30 pagi. Nah lho… dan bener aja, malam harinya saya dan Michan sukses lari dari stasiun Lavender ke hostel karena jam sudah menunjukkan pukul 20.59:mrgreen:
Tapi ternyataaa… hampir-dikunciinnya kami itu suatu blessing in disguise. Pemilik hotel mengatakan bahwa kami berdua, dari yang tidur di dorm room, dipindahkan ke private room, karena ada rombongan dari Indonesia yang gak pingin tidur terpisah-pisah dari anggota lain di rombongannya.
Dan kalo ada yang tanya kenapa saya pilih hostel ini, jawabannya dua: satu, Pillows & Toast full booked untuk tanggal segitu, dan dua, pingin tau aja kan hostel lainnya seperti apa. Dan hasilnya… ya seperti yang saya bilang tadi. Tidak disarankan:mrgreen:

Expenses for this November 19th – 20th trip:
– Tiket Ferry pp IDR 195.000
– EZ Link top up SGD 10
– Hostel 1 night/person SGD 25,50
– Makan siang nasi biryani dan teh tarik di Food Republic – Wisma Atria lantai 4 SGD 7
– Milo karena kehausan setelah jogging keliling Marina Bay SGD 1,50
– Minuman kaleng karena dehidrasi setelah maghriban di Masjid Jamae SGD 0,90
– Brunch di McDonald sebelum kembali ke Batam SGD 6,40
– Tax pas check in di konter Wave Master di Vivo City lantai 3 SGD 21

2 thoughts on “To Singapore (Again) Through The Sea

    • ukechin says:

      Itu pashmina-pashmina-an yang gw beli di chinatown pas kunjungan pertama ke singapur bo… SGD 10 for 3 pieces.. lumayan yaaa… dan pilihan warnanya banyak! Syenaaaaannnggg!!!
      *btw ya, gw jadi kangen singapur yeuh… jadi pingin ke sana lagi… yeuuuuukkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s