Kapan Ke Sana Lagi dan Kenapa Sipit?

Percakapan #1

Lupita: “Scarf-nya lucu, Mbak”
Saya: “Ya kan? Murah meriah ini, Lu, 10 dolar tiga…”
Lupita: “Oya? di mana, Mbak?”
Saya: “Waktu ke sana…”
Lupita: “Nitip dong, Mbak. Kapan ke sana lagi?”
Saya: “Kapan ya… Ntar deh, aku tanya dia dulu ya”
Lupita: “Oke”

*pause*

Lupita: “Aaaaaaaarrrrrggghhh!!! Kamu galau lagi, Mbak!!!”
Saya: “Lah elo malah iya-iya aja”πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Percakapan #2

Lupita: “Kamu tuh orang Indonesia asli, Mbak?”
Saya: “Ho oh”
Lupita: “Kok matamu sipit banget?”
Saya: “Hmmm… soalnya Allaah itu kan Maha Tahu apa yang akan terjadi di masa depan ya, Lu… jadi gw diciptakan bermata sipit, karena ***** gw bermata besar, supaya nanti keturunan gw matanya balance. Gak sipit, gak belo banget…”

*pause*

Lupita: “Aaaaaaaaaarrrrrggghhh!!! Kok ke sana lagi larinya???”
Saya: “Lah elo kenapa baru nyadar sekarang?”
Lupita: “Ya aku kan lemot, mbaaaaakkk!!!”

πŸ˜†:mrgreen:πŸ˜†

Btw, jadi apakah moral of the story dari percakapan di atas? Hohoho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s