The Sacred Matrimony

Like I often said before in my previous post *did i? :mrgreen:*, satu per satu teman-teman saya menggenapkan setengah dien mereka. Menemukan belahan jiwa mereka, menikah dan menyempurnakan agamanya *ngelap ingus*
Kali ini, giliran Mpok Dedew alias Dewi yang berkesempatan #eh? menggunakan kebaya berjuntai-juntai dan menjadi ratu sehari.

Akad nikah berlangsung santai *yaaa secara Mpok Dedew itu kan orangnya cuek banget ya, di kamar rias menjelang akad aja masih sempat-sempatnya berantem sama gw cuuuuuyyy😆 dan gw curiga, kalo misalnya nikah itu gak harus berpenampilan lain-dari-biasanya, jangan-jangan dia milih sarungan pake kain bali kesayangannya aja daripada pake kebaya :lol:* di Masjid Baitusshiddiqi, Kelapa Dua Wetan, Ciracas. Waktu yang tertera di undangan sih bilangnya akad dimulai jam delapan ya bo… tapi entah mungkin pengaruh budaya ngaret orang endonesa, akad dimulai lebih lambat sekitar 30 menitan… more or less *mencak-mencak* *meluk guling*
Usai akad, si Mpok bebenah, ganti warna eyeshadow *sumpah ini bukan aye yang merhatiin, ini emak aye yang perhatian banget dah sama dandanannya si Mpok* terus melanjutkan ke resepsi yang diadakan di aula masjid, dimulai sekitar jam sebelas.

Si Mpok married her FASILKOM colleagues named Barkah.
Yang mana salah satu tantenya Mas Barkah ini adalah temen satu angkot emak aye jaman Mamih masih kerja dulu #eh #penting #duniaemangkecil

And this is it, let the pictures speak it selves and capture all the moments.

Dan inilah si fotografer amatir, the one who left for last among girls in the gank *curcol*
*saya gak punya foto saya dan mempelai, soalnya gak ada yang motoin dan terlalu sibuk juga mengejar momen-momen sakralnya si Mpok*

Anywaaaaayyy…
Selamat untuk Mpok Dedew dan Mas Barkah,
Semoga perkawinannya membawa berkah bagi diri sendiri dan orang lain, dikaruniai keturunan yang shalih dan shalihah, dan dijadikan-Nya perkawinan Mpok dan Mas sebagai perkawinan yang menentramkan hati, menenangkan jiwa, dan membebaskan diri. Aamiin…

Barkah! *dijewer Mpok* Barakallaah, Barakallaah, Barakallah!!!

6 thoughts on “The Sacred Matrimony

  1. Dewi says:

    Ukeeeeeeeeee…. suka deh ama collasenya:mrgreen: duh, jujur ya booo, gue agak2 gimana gitu ama makeupnya😛 udah bilang ngga mau pake bulu mata palsu, eh tetep dicucuk juga, akhirnya nego pake yang tipis aje deh😛

    Eniwey, great capture! tengkyu udah dateng dari akad hingga resepsi ya ke, maap banget ngga bisa ngobrol lama2, luv yu!

    • ukechin says:

      Glad to hear you like it booo… Dan kayaknya ini komen terpanjang yang pernah lo tulis ya cuuuyy #dibahas
      Gosh! Can’t believe that you finally got married! It’s one more to go now! #teteup

      Ya booo namanya juga kawinan, maklumin aja kalo muka lo berubah jadi kanvas😆
      Kan cuma sekali seumur hidup… Ya dua kali lah sama pas gw nikah ntar #eaaa #ambilpelet #mendayungkesingapur

      Aaaaahhh jadi pingiiiiinnn!!! #eh #galaumenerpa:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s