Blood is Such A Scary Thing

Saya: “H, shalat yok!”
H: “Gw nge-print dulu ya”
Saya: “Oke”

Setelah ditunggu seabad lamanya, saya memutuskan untuk shalat sendiri.

Udah lama gak nyampah.

Jadi ya, tulisan ini ditulis setelah saya merasakan perasaan ini cukup lama #eh… apa deh:mrgreen: dan sebelum menulis ini pun saya meminta justifikasi dari Lupita, rekan kerja yang saya rasa cukup dekat dengan saya. Kalau misalnya ada yang bingung dengan tulisan ini, ya wajar aja sih soalnya gak semuanya saya disclose dan somehow tulisan ini ada nyambung-nyambungnya sama… uhm… how to say nih… ya sama masalah hati lah gitu:mrgreen:

Jadi ceritanya gini.
Di kantor kan ada rekan kerja yang bisa dibilang sedikit *sedikiiiiiiittt aja… sumpah deh* mirip sama seorang teman saya. Dan ya karena saya ini orangnya memang lebih mudah dekat ke cowok-cowok daripada ke sesama jenis, jadilah saya *merasa* dekat dengan beberapa rekan kerja, termasuk pada awalnya si beliau ini. Kita sebut aja lah namanya si H ya.
Lama kelamaan kok ya saya merasa perlakuan si H itu berbeda antara ke saya dan ke rekan kerja lain yang perempuan. Somehow saya ngerasa si H ini kayak menghindar-menghindar gitu dari saya. Contoh paling jelas sih ya kalau saya ngajak shalat biasanya sih ditolak. Kalau misalnya saya shalat berjama’ah sama dia bisa dipastikan itu pasti karena kebetulan. Kebetulan ketemu pas wudhu. Kebetulan ketemu di mushala. Dan itu beda sama teman-teman yang lain. Oh ya, dan sebelum ada yang nanya kenapa saya kok kayaknya kecentilan banget ya ngajak dia shalat dan bukannya ngajak cowok lain, saya kasih tau ya bahwa si H ini shalatnya termasuk yang tepat waktu, which is saya prefer, daripada teman lain yang agak mundur atau bahkan gak shalat sama sekali.

Nah mungkin karena saya ini over sensitive atau gimana, saya ngerasa aja bahwa eh bener deh si H tuh kayaknya menghindar. Dan ketika saya tanya Lupita, ternyata she feels the same. Bahwa si H emang beda ke saya dan ke teman-teman cewek yang lain.
Eh? Apa deh? Dia seolah-olah takut saya bisa punya perasaan sama dia karena dia sama dengan seorang teman saya. Lebih dari itu, karena darah kami berbeda😮
Astaga. Bikin males banget gak sih? Rasanya kalau melihat kotak hidup seperti ini, saya merasa politik adu domba dan pecah belah zaman kompeni dulu benar-benar berhasil.
Please deh, I’ve been there done that. Lagipula, biarpun dia punya sesuatu yang sama dengan teman saya, mereka sungguh individu yang berbeda. Emangnya saya murah banget apa, cuma gara-gara setitik sama trus saya langsung fall to him?

Blood is such a scary thing. If you know what I mean…

2 thoughts on “Blood is Such A Scary Thing

    • ukechin says:

      Kayaknya sih bo… Soalnya dia pernah mergokin gw lagi ngobrak-ngabrik foto di komputer gw…
      Aiiiiissshh… Sedih cuuuyy😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s