Why So Difficult?

D: “Aduh, Ke! Gw galau!”
Saya: “Doh! Kenapa lagi, booo???”
D: “Biasanya kalo gw ke Jakarta kan gw selalu menghubungi dia, ya siapa tau bisa ketemuan gitu…”
Saya: “Terus? Ya udah lah bo, telpon aja, atau sms kek, kasih tau kalo lo mau ke ibukota…”
D: “Tapi…”
Saya: “Kenapa?”
D: “Menurut lo, gw hubungi dia gitu?”
Saya: “Lo maunya gimana? Lo mau ketemu dia gak?”
D: “Mau”
Saya: “Terus kenapa lo gak mau menghubungi dia?”
D: “Mungkin ego laki-laki gw kali ya…”
Saya: “Saran gw, kalo lo emang mau ketemu, ya udah hubungi aja, gak usah ribet-ribet. Belum tentu juga dia mau ketemu lo kan?”
D: “Jadi gw hubungi aja nih?”
Saya: “Kalo lo emang mau ketemu, ya iya lah”
D: “Tapi gw takut dia nanyain itu, Ke”
Saya: “D, percaya sama gw, dia gak akan nanyain itu ke lo. At least, tidak dalam waktu dekat ini. Bahkan mungkin, dia gak akan pernah berani tanya lagi.”
D: “Menurut lo gitu?”
Saya: “Been there done that. Seriously”
D: “Tapi selama ini kan gw gak pernah nyapa-nyapa dia…”
Saya: “Terus?”
D: “Ego gw…”
Saya: “D, menghubungi dia lebih dulu dan ngajak ketemuan gak bikin harga diri lo jatuh, kok!”

Mengapa begitu sulit hanya untuk sekedar menyapa?
*pertanyaan ini diajukan untuk Mr. Engineer:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s