Balada Celana Putih

Ceritanya, dalam rangka peluncuran program budaya dan gerakan ayo sehat, kantor mengadakan rangkaian acara olahraga tradisional mulai dari lompat karet yang hip banget jaman saya SD, sampai tarik tambang.

Nah, sesuai dengan tema acara, ditentukanlah dress code-nya adalah atasan merah dan celana putih.
Saya dan Lupita kasak-kusuk mencari celana putih murah meriah, dan ketemu dong.
Sementara itu, sekretaris bos besar juga turut sibuk mencari celana putih buat pak bos. Setelah ketemu, dicobain dong sama bos besar. Eh… ngatung. Yaudah. Sekretaris pun mencari celana lain, dan ketemulah sama saya. Ngobrol ngobrol ngobrol, ceritanya dipinjemlah celana saya kan, karena ukuran badan saya yang luar biasa besar ituh:mrgreen:

Dicobain bos besar, eh ternyata enak. Diajak tukeran, saya gak mau karena celana bos besar juga ngatung di saya.
Sekretaris pun kembali membeli celana lain, dicobain lagi sama bos besar. Bos besar gak mau. Keukeuh maunya pake celana saya. Akhirnya dengan berat hati saya merelakan celana saya jadi milik bos besar, dan pada hari H saya pakai celana bos besar yang luar biasa ngatung itu.

Tau kan yang mana bos besar saya?:mrgreen:

Acara dibuka dengan sarapan bubur kacang hijau plus roti, dan ditutup dengan sarapan (lagi :mrgreen:) lontong kari.

Credit goes to Mr. Dudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s