See You In Court!

Cerita jalan-jalan Penang-KL udah tamat ya kakak:mrgreen: tapi masih ada satu yang pantas dibahas. Gak lain dan gak bukan, tempat kita melepas penat dan lelah, nyelonjorin kaki, numpang tidur, numpang mandi, gosok gigi, dan cuci baju, sampe bisa dapet kenalan baru. Yes, kali ini ada sedikit cerita tentang penginapan yang beruntung diinapi kami saat di Penang dan di KL.

***
Beberapa bulan sebelum keberangkatan, seperti biasa saya sudah mulai mencari dan memilah-milah penginapan. Syarat masih sama seperti dulu. Standar lah. Murah, lokasi strategis, kamar nyaman, kamar mandi bersih, dan toilet ada airnya. Hihihi…
Tapi kali ini agak berbeda sedikit. Karena saya pergi bersama Erma, persyaratan jadi sedikit lebih ketat dari sebelumnya. Bagaimanapun juga saya kan berpergian dengan orang lain, jadi harus mempertimbangkan kebutuhannya juga dong. Jangan disamakan dengan saya yang masih bisa cuek tidur sekamar rame-rame dengan orang asing:mrgreen:

Pilih sana, pilih sini. Sortir ini, sortir itu. Ditambah hasil ngobrol dengan Vika dan ngegugel testimoni-testimoni dari para traveler seantero jagad raya, dengan mengucapkan bismillaah saya pun memilih…

Red Inn Court
35B&C, Jalan Masjid Kapitan Keling, atau dengan kata lain Pitt Street, Penang, Malaysia
Stayed here for two nights from May 17th – 19th
We booked standard two bed mixed dorm with shared bath room through HostelWorld and we paid RM70/person for two nights. RM1 equals IDR3.000, approximately
Hop on Rapid Penang #401 from Sungai Nibong Bas Terminal

Dan Alhamdulillaah, pilihan saya terbukti akurat. Tidak ada penyesalan sama sekali telah memilih Red Inn Court sebagai tempat menginap selama dua malam di Penang.
Lokasi strategis? Tentu! Red Inn Court terletak di Jalan Masjid Kapitan Keling yang merupakan salah satu jalan utama di George Town, dan dilewati oleh bus gratis yang bisa ditunggu di halte St. George’s Church yang hanya sepelemparan batu dari penginapan.
Dekat dengan tourism attractions? Definitely! Mau ke mana-mana tinggal jalan kaki. Mau menikmati matahari terbenam dari pinggir Esplanade juga ayo!
Friendly service? Yup! And they open 24 hours. Jadi, jangan takut kalo sampe sana udah tengah malem buat dalam keadaan lepek dan muka berminyak. Akan tetap disambut secara ramah kok!
Kamarnya? Bagi saya, standard two bed mixed dorm yang kami tempati itu cukup nyaman. Memang kecil, hanya 2,2 x 3 meter, tempat tidur bertingkat, dan tanpa jendela, tapi ber-AC, bersih, dan kasurnya sungguh nyaman. Itu sudah lebih dari cukup.
Kamar mandi? Sepengamatan saya, ada empat kamar mandi yang semuanya terletak di lantai dua. Tiga terpisah dari toilet, dan satu sisanya menjadi satu dengan toilet. Jelaslah yang mana yang selalu saya gunakan kan? Tentu yang berada dalam satu ruangan dengan toiletnya:mrgreen:
Oya, kamar mandinya pun besar, bersih, dan ada air panasnya. Lampunya menyala otomatis bila pintu ditutup. Tips: bangun subuh, langsung mandi. Dijamin bisa jadi raja deh, soalnya turis-turis bule belom ada yang bangun jam segitu, jadi gak perlu rebutan kamar mandi.
Toilet? Sejauh yang saya tau, ada lima toilet. Empat di lantai dua, satu di lantai satu, tepat di depan kamar kami. Eh tapi yang dilantai satu ini sempit banget bo’…cukup sekali deh di situ pas kebelet banget ketika baru nyampe, besok-besoknya setiap pengen ketemu toilet pasti manjat ke lantai dua.
Lalu, apakah disediakan sarapan? Oh iya tentu saja. Menunya pun menu tradisional Melayu. Gak mau bilang Malaysia soalnya Indonesia juga punya ya bo’. Ya iya lah… lha yang dihidangkan itu dadar gulung, pastel, kwetiaw… gak beda sama sekali sama yang di tanah air. Ah tapi mungkin kalo saya punya penginapan, menu sarapan itu kemungkinannya indomi rebus pake telor dadar dan irisan cengek, atau nasi goreng, atau bubur ayam, atau bubur kacang ijo, ketoprak, lontong sayur padang, gorengan… hihihi. Btw, kami gak menyentuh sarapannya, karena selalu bertekad makan roti canai di luar. Kalo makan di hostel kan malu ya ngambil banyak-banyak, nanti tamu lain gak kebagian dong😆

Selain sarapan, Red Inn Court juga menyewakan sepeda untuk keliling Penang dan menyediakan peta gratis. Nilai tambah yang membuat kami semakin jatuh cinta dengan tempat ini adalah interiornya yang khas dan cantik. Furniture-nya antik, dengan mesin jahit tua dan alat makan tempo dulu yang turut memperindah suasana.

Jadi, kesimpulannya? Yups! Saya dan Erma sangat-sangat merekomendasikan tempat ini. Thumbs up! It’s really worth to stay!

***

BackHome KL

30, Jalan Tun H.S. Lee, Kuala Lumpur, Malaysia
Stayed here for one night from May 19th – 20th
We booked double bed private with shared bath room through HostelWorld and we paid RM55/person for one night. Deposit RM30 each person that will be paid back to you upon your leaving. RM1 equals IDR3.000, approximately
10 minutes walking distance from both Pudu Sentral and Masjid Jamek station

Terus terang, bagi saya lebih mudah memilih penginapan di Penang ketimbang di KL. Maka ketika D, salah seorang rekan kerja menyarankan tempatnya menginap ketika dia berkunjung ke KL, tanpa ragu saya langsung memesan sebuah kamar di penginapan tersebut. BackHome KL.

Dan lagi-lagi, baik saya maupun Erma merasa sangat puas dengan pilihan kami.
Fasad bangunan boleh lah terlihat kusam, tapi tunggu hingga masuk ke dalam. Suasananya sungguh nyaman, homey, dengan resepsionis yang menyambut hangat dan ramah. Para staf di sana bukan hanya ramah, tapi juga rela berkorban. Buktinya mereka mau basah-basahan dibawah derasnya hujan demi mencarikan taksi untuk saya dan Erma ketika kami harus berkejaran dengan waktu menuju KL Sentral.

Kamar yang kami tempati sungguh besar dan nyaman. Tempat tidur besar, lemari pakaian yang besar, bahkan sampai ada wastafel dan cermin di tiap kamar. Kami benar-benar merasa senang menginap di sini. Kamar mandinya pun bersih dan seperti biasa, terpisah dari toiletnya, yang juga bersih.
Bicara soal lokasi, biarpun terletak dekat dengan jalan besar, tapi daerah sekitar hostel cukup sepi, yang bagi kami justru bagus karena kondusif untuk beristirahat. Dan sepi di sini bukan berarti tidak aman lho, Alhamdulillaah kalo masalah keamanan sih aman-aman saja tuh.
Lalu, bagaimana dengan sarapan? Ya, sarapan juga disediakan, dengan menu standar seperti roti panggang dan kopi serta teh. Di sini kita tidak diperbolehkan membawa makanan ataupun minuman dari luar. Makanya mereka juga menjual mi instan dalam bentuk cup seharga RM3/cup. Di living room yang nyaman juga tersedia komputer bagi yang ingin mengakses internet *tapi bayar ya…lupa berapa tarifnya* atau tumpukan buku mengenai traveling bagi yang ingin mengisi waktu bersantai dengan membaca.
Berbeda dengan Red Inn Court yang menata interiornya dengan desain oriental artistik tempo dulu, BackHome KL mengambil tema desain modern minimalis.

Nah, dari sedikit penjelasan di atas udah tau dong apa kesimpulan kami mengenai BackHome KL?
Totally recommended, pastinya. Sama seperti Red Inn Court di Penang, BackHome KL pun really worth to stay!

***
Mumpung masih cerita soal penginapan, sekalian aja cerita tentang penemuan teman baru #eh# yang semakin mengukuhkan pandangan bahwa dunia itu sempit, Indonesia aja yang kelewat luas:mrgreen:

Alkisah pada minggu pagi, 20 Mei 2012, saya dan Erma sedang menyeruput teh di living room-nya BackHome KL, sambil mengoceh dalam bahasa Indonesia. Di dekat kami saat itu beredar seorang cowok berbadan besar, sibuk dengan ransel dan kamera canggihnya. Cowok itu kemudian ikut duduk di sofa, dan menyapa,

“dari Indonesia, mbak?”

Selanjutnya, tentu saja saling bercerita tentang perjalanan masing-masing. Bahwa ternyata dia berpergian dengan teman-temannya. Bahwa dia sebenarnya bingung dengan apa yang bisa di eksplor di KL karena menurutnya kurang eksotis dibandingkan negara-negara indocina. Bahwa KL sebenarnya hanya tempat transit saja setelah sebelumnya dia berpetualang di Penang dan Langkawi.
Eh… sebentar… Penang?

“Iya, di sana tempat nginepnya juga bagus dan murah. Namanya Red Inn Court”

Red Inn Court?

Pikiran saya dan Erma serta merta terbang ke Penang.
Saat itu, pagi sekitar pukul 6 waktu Malaysia, dengan mata setengah terbuka karena masih sangat mengantuk, kami menaiki tangga ke lantai dua Red Inn Court untuk membasuh diri. Tepat ketika saya sampai di kamar mandi favorit saya, dari dalamnya keluar seorang cowok berwajah Asia.

“Jangan-jangan, lo cowok yang di kamar mandi itu ya?”

Erma, yang selesai berpakaian terlebih dahulu, masuk ke kamar dan bicara pada saya.

“Ke, itu di depan ada cowok-cowok orang kita tuh.”
“Kok tau orang kita?”
“Mereka ngomong pake bahasa Jawa”

Dan setelah itu Erma beberapa kali keluar masuk kamar, kebetulan kamar kami terletak di depan tangga, bersisian dengan ruang makan penginapan.

Cowok itu tampak terkejut dengan pertanyaan saya.

“Oh? Lo berdua tuh cewek-cewek yang nginep di kamar di depan tangga ya?”

Ini juga salah satu hal yang membuat saya senang traveling as is alias seadanya. Menjalin pertemanan dan persahabatan baru adalah hal sederhana namun luar biasa yang tak ternilai harganya. Tau rasanya susah, saling memberikan ide, bertukar pikiran, berbagi tips dan pengalaman… sepertinya bukan hal yang bisa didapat jika kita berpergian dalam satu rombongan tur yang terikat jadwal dan duduk selalu di dalam bus wisata yang sama.

Dan kemarin, baru saja saya ngobrol dengan Akhyaarul, cowok itu, bicara tanpa arah tentang cita-cita kami menuntaskan kunjungan ke negeri-negeri indocina😉

8 thoughts on “See You In Court!

  1. vika wahyudi says:

    yup…
    enakny pergi ngegembel bs ketemu byk org, btukar ide traveling (bahkan bs mempengaruhi rute pjalanan lo.. :D), kenal dgn pribadi2 org dan bs ngegebet pastinya.
    hihihi…

    • ukechin says:

      iya Vik, dan karena ketemu sama si akhyaar itu, gw jadi gak terlalu minat ke langkawi😆

      itinerary korea udah beres?

      • ukechin says:

        Haha… Kalo soal penginapan terus terang gw juga bingung, Vik… Abis selama di kreo sono gw tinggalnya gratisan sih *kecup profesor gw* *dilempar batako sama vika*
        Gw taunya cuma asrama sama KBRI buat kabur kalo lagi putus asa di kampus :mgreen:

    • ukechin says:

      hahaha… iya bo’, udah tamat. Dan sekarang udah gatel pengen jalan-jalan lagiiiii… yuk bareng yuuukk…

    • ukechin says:

      Ayo di browsing dong tiketnya.. Kalo masalah guide selama di sana sih mudah2an bisa minta tolong sama temen gw yang orang sono ye…:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s