Like A ‘Kentut’

Setuju gak, kalo saya bilang uneg-uneg itu kayak kentut? Kalo udah dikeluarin, rasanya legaaaaa banget.
Hihihi…

Well, itulah yang saya rasakan ketika akhirnya bisa menumpahkan semua emosi yang tumplek blek bersamaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala saya. Memang, karena sifat dasar saya yang pengecut dan cinta damai sehingga menghindari perselisihan sekecil apapun, saya beberapa kali berpikir apakah memang harus saya menampakkan emosi, menyatakan perasaan, dan mempertanyakan hal-hal yang, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya mungkin sepele dan ada kesalahan saya juga di dalam situ.
Tapi saya memberanikan diri. Dan saya tidak menyesalinya.

Daripada saya ngegrundel dalam hati, kesal marah kecewa sedih sendiri, menerka-nerka sendiri, memusingkan kepala dengan prasangka sendiri, lebih baik dinyatakan langsung.
Dan terbukti, kita memang sudah cukup dewasa untuk menyikapi gesekan seperti itu.

Insya Allaah, ke depannya akan lebih baik. Ya?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s