This Eid

Rabu pagi, 15 Agustus, satu hari setelah 14 Agustus.

“Lupi, Hummingbird-nya gak berhasil…”

Saya memeluk Lupita di pagi hari, menyembunyikan air mata yang merebak sebelum pecah jadi tangis.

Kamis malam, 16 Agustus, dalam perjalanan pulang ke Depok. Saya tersenyum pada bayangan saya di jendela mobil, mencoba menenangkan hati dan menyuntikkan keyakinan.

“Semuanya akan baik-baik saja. Akan ada kesempatan untuk kembali bicara. Akan ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya.”

Tapi ketika saya mengucapkan salam dan membuka pintu rumah, saya menghindari menatap wajah ibu saya, karena lagi-lagi, air mata kembali merebak.

Lalu berhari-hari setelahnya, terlebih ketika hari terakhir Ramadhan tahun ini menghampiri, berbagai pikiran berkelebat di kepala, menimbulkan banyak pertanyaan, kekhawatiran, rasa putus asa yang terkadang datang, juga serangan akan keinginan untuk menjelaskan hal-hal yang belum tersampaikan.
Seandainya bisa terjaga semalaman untuk memanjatkan permohonan, menghaturkan harapan-harapan, membisikkan mimpi-mimpi dalam doa, meminta mukjizat dan keajaiban. Seandainya air mata yang ada sudah cukup untuk menggetarkan arsy, seandainya tangis yang ada selama beberapa hari terakhir ini bisa membuatnya kembali…
Saya duduk termangu, merasakan semua yang terjadi bagai mimpi. Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki semua ini?

Ramadhan kali ini menyisakan air mata… bahkan hingga Hari Raya seperti hari ini.

Taqabbalallaahu minna wa minkum wa ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin
Semoga amal ibadah kita diterima Allaah dan kita termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung (kembali ke fitrah dan menang melawan hawa nafsu)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriyah, ya teman-teman…

Semoga Allaah senantiasa meridhai dan memberkahi segala langkah kita, memudahkan dan melancarkan urusan-urusan kita, mengangkat beban dan menghapus air mata kita, mengabulkan segala permintaan kita, dan menempatkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Aamiin
Semoga Allaah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang, dan memberi kita kesempatan untuk merekatkan lagi silaturahim yang mungkin terputus atau terkoyak. Aamiin

Mohon maaf lahir dan batin ya😦

2 thoughts on “This Eid

  1. tisa says:

    Sabar ya ke. Berat bgt cobaan lo. Tawakkal aja ke Allah. Semoga Allah memudahkan kt semua utk menjadi hambaNya yg lebih baik. Aamiin

    • ukechin says:

      🙂
      Iya, InsyaAllaah sabar dan sabar dan sabar, Sha. Cuma bisa doa aja nih… udah gak bisa ngapa-ngapain lagi ya…
      Aamiin untuk doanya. Tentu, untuk lo juga bo… aamiin insyaAllaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s