[Brussels Spring] Some Belgian Taste

It’s dating time with Neng Erma again! Yeaaayy!!!

Kali ini, karena Neng Erma lagi kepengen banget makan makanan-makanan western gitu, dan kebetulan kami juga belum pernah menyambangi tempat yang satu ini, kami pun sepakat untuk mencoba Brussels Spring. Sebelum memutuskan, tentu saya sempat-sempatkan dong untuk mencari reputasi tempat jajan ini, terutama untuk cita rasa makanan dan harga. Jadi, sebelum berangkat saya udah tau apa yang sebaiknya dipesan dan apa yang sebaiknya dihindari.

Neng Erma sedang mengurangi pulang malam, “demi pencitraan sebagai muslimah shalihah,” ceunah. Untuk mengimbangi hal tersebut, sekitar jam 5 sore saya pun mengendap-endap keluar kantor. Kenapa mengendap-endap, karena belum ada yang pulang jam segitu, dan kalo pas ketemu si Papih biasanya langsung dikomentarin, “mau ngapain kamu buru-buru pulang?”
Maklumlah, bagi si Papih, karena saya ini perempuan belum menikah dan jomblo pula, sebaiknya saya tinggal di kantor lebih lama.

Ada dua Brussels Spring di Bandung; di Setiabudi dan di jalan Sumatera. Saya dan Erma memilih Brussels Spring yang terdekat dengan posisi kami berdua. Yup, Brussels Spring yang terletak di jalan Sumatera nomor 30, tidak jauh dari persimpangan rel kereta api, berhadap-hadapan dengan Indische Taffel dan Origin, bersebelahan dengan Soleluna.
Karena gak terlalu jauh dari kantor, saya pun memilih berjalan kaki. Hanya sekitar 15 menit, saya pun sampai.

Neng Erma: “Lucu ya muridku yang ini… ibunya peragawati loh!”
Saya: “Wow! Keren!”
Neng Erma: “Iyah. Peragawati di Air Asia”
Saya: “Hah? Maksud lo, pramugari kali?”
Neng Erma: “Eh? eh iya… ya sama lah kan sama-sama jalan di lorong sempit”

Brussels Spring didominasi oleh warna merah dan putih. Kaca jendelanya dihiasi gambar matrioska dengan warna-warni ceria, dan ketika kita masuk, kita disambut dengan lemari kaca panjang yang berisi berbagai ragam pencuci mulut. Sebagian besar adalah cake ala barat, seperti oreo cheese cake, strawberry cheese cake, dan tiramisu, selain itu ada pula cokelat-cokelat mungil sejenis praline. Berhubung Neng Erma belum datang, saya memesan satu slice rainbow cake [21.000 rupiah] dan memilih untuk duduk di lantai 2. Saya memperhatikan sekeliling. Interiornya minimalis. Sofa merah dipadukan dengan meja putih dan dipermanis dengan tambahan bantal-bantal kursi dengan sarungnya yang bermotif kartun. Pajangan dindingnya pun berbau kanak-kanak; action figure dan mobil-mobilan berukuran mini.

Rainbow cake-nya belum juga saya sentuh, Neng Erma muncul dengan gaya khasnya yang berpembawaan tenang dan penuh senyum *eh*
Langsung deh kami membuka-buka buku menu dan mulai galau melihat banyaknya pilihan. Gak cuma western food, indonesian traditional food, seperti tahu pletok, pun ada walau memang terbatas banget pilihannya.
Baik saya maupun Neng Erma memesan makanan dan minuman yang sama: Ravioli Brussels Special [42.500 rupiah] dan Cold Naughty Choco [19.500 rupiah]. Sebenarnya pada awalnya Neng Erma memesan hidangan lain, tapi kehabisan. Saya juga sebenarnya memesan Frozen Hot Choco [21.000 rupiah] untuk minumannya, tapi habis juga. Akhirnya malah jadi sama pilihan makanannya. Oya, kami juga memesan satu Creamy Berry Pancake [28.500 rupiah]. Bukan, bukan karena kami romantis kami cuma pesan satu dan makan sepiring berdua *ya menurut ngana???* tapi karena kami ngirit😆

Sambil menunggu hidangan siap, saya mencari mushala. Dan ternyata Brussels Spring tidak punya mushala. Jadi kalo mau shalat harus nyebrang dulu ke Indische Taffel yang katanya berada di bawah manajemen yang sama. Hmmm…
Sedih ngeliat kondisi mushalanya. Brussels Spring dan Indische Taffel itu udah cakep-cakep banget deh bangunan dan interiornya, tapi kok mushala untuk pegawainya mengenaskan begini… Kalo udah begini, jadi bersyukur bisa berkantor di tempat yang mushalanya cukup nyaman dan manusiawi. Biarpun belum berkarpet tebal seperti mushalanya Grand Indonesia *eh* tapi mushala kantor bisa kok membuat saya ingin berlama-lama berada didalamnya.

Sekembalinya saya, hidangan belum tersaji. Saya dan Neng Erma menunggu sambil mencolek-colek rainbow cake. Rasanya enak sih, gak terlalu manis, walau cream-nya kurang berasa kejunya. Gak lama kemudian hidangan disajikan juga.
Kesan pertama, piringnya besaaaaarrr… dengan sejumput kecil pasta ravioli teronggok ditengah piring. Baik saya dan Neng Erma berpikiran sama. Sedikit yaaa… khawatir gak kenyang:mrgreen:

Tanpa banyak cakap, kami langsung menyantap ravioli tersebut. Kalo kata buku menunya, Ravioli Brussels Spring ini merupakan home made pasta dengan ravioli spinach, ricotta cheese, fresh cream, potongan daging ayam grilled, dan dikasih sedikit taburan keju parut diatasnya. Rasanya? enaaaaakkk!!! Enak, enak, enak, enak, enak… saya sukaaa😉 Bahkan kami sepakat bahwa untuk urusan pasta, sepertinya Brussels Spring lebih enak daripada Nanny’s Pavilon.
Dan bicara soal ukuran, ternyata kami salah. Porsi boleh kelihatan imut, tapi ternyata mengenyangkan sekali!

Biarpun udah kenyang, tapi tetep kembali ke niat awal; memesan Cream Berry Pancake. Pancake ini terdiri dari single slice pancake yang dikasih topping potongan strawberry segar dan satu skop es krim yang rasanya bisa kita pilih sendiri, dan gak lupa dikasih hiasan buah cherry merah diatasnya. Kemarin itu kami memilih es krim vanila.
Potongan pertama… hmmm… oke, langsung bisa bilang kalo belom ada lah yang bisa ngalahin pancake-nya Nanny’s Pavilon. Pancake Brussels Spring ini entah gimana kok berasa anyep… kurang fresh dan biasa aja lah. Rasanya kok kurang sebanding sama harganya yang cuma beda 1000-2000 rupiah lebih murah daripada Nanny’s Pavilon.

Sambil makan, sesekali kami menyeruput Cold Naughty Choco, perpaduan hazelnut dan cokelat dengan taburan kacang dan cream diatasnya. Segaaarr… manisnya pas, cokelatnya pas, enak! Hihihi… seneng deh kalo nemu makanan enak begini.

All in all, bersantap di Brussels Spring ini cukup menyenangkan. Tempatnya nyaman untuk kumpul-kumpul sama keluarga, teman, atau gebetan *eh* *lirik Mr. Engineer* *berdoa* Harga hidangannya pun masih masuk akal dan cukup terjangkau. Sliced cake-nya paling tinggi dihargai 20.000 rupiah, waffle di kisaran 27.500 hingga 37.500 rupiah, walaupun untuk pilihan steak memang dibandrol dengan harga diatas 50.000 rupiah. Harga-harga itu belum termasuk pajak 15%.
Oya, selain di Bandung, Brussels Spring juga buka gerai di Jakarta. Tepatnya di Epicentrum Walk dan Central Park.

Demikianlah episode makan-enak-agak-mewah-dua-minggu-sekali kali ini. Berikutnya, saya mengincar makanan India dan Timur Tengah *sekalian ngincer orangnya juga* *eh* *teteuuupp*:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s