[Snapshots] From Kuta – Bali

Akhirnya setelah setahun berlalu sejak forum di Batam tahun lalu, tiba juga hari yang ditunggu-tunggu para LO sedunia. Legal Officer National Forum atau dengan bahasa yang sangat jujur: temu kangen melepas rindu para LO yang selama ini bekerja dan berdiri sendiri di unit kerja masing-masing. Yeaaayy!!!

Dengan penuh semangat dan pikiran liburan *bukan belajar*, saya, Pak AP *LO Bandung 2*, dan Pak AD *LO wilayah*, berangkat ke Kuta, Bali, untuk mengikuti forum sejak Rabu, 21 November, hingga Sabtu, 24 November. Jadi, baru minggu lalu saya piknik bersama unit kerja ke Singapur, begitu pulang langsung capcus lagi ke Bali. Yuuukk kakaaakk… mari dikeruk habis tabungannya #eh

Karena judul resminya itu Forum Nasional, tentu ada materi pelatihan dan pengayaan yang diberikan. Tema kali ini adalah “Winning in Harmony”, dan mata kuliah khususnya adalah Hukum Telematika, yang pernah saya pelajari saat semester awal di FH dulu dan kini sudah terlupakan semua:mrgreen:
Sekitar dua minggu hingga 10 hari sebelum penyelenggaraan Forum, Legal Group sudah mengirimkan dua buah buku sarat makna berjudul “Notaris & Transaksi Elektronik” dan “Tanggung Jawab Hukum Penyelenggara Sistem Elektronik”, keduanya ditulis oleh Edmon Makarim, orang yang menjadi pembicara dalam forum kali ini sekaligus… dosen hukum telematika saya dulu:mrgreen:

Ketika buku-buku tersebut sampai di meja kerja, saya mengernyit, merasa agak ragu dengan kapasitas otak yang semakin mengecil, gamang dengan kemampuannya memahami kata-kata penuh dengan istilah teknis yang canggih😆 ditambah dengan excuse saya bahwa banyak dokumen yang harus di review, akta yang harus diperiksa, rapat kridit yang harus diikuti, dan berkhayal tentang piknik di singapur, hingga saat ini kedua buku tersebut tergeletak tak terjamah. Saya hanya membaca bagian kata pengantar dan ucapan terima kasih saja😮
Soal-soal yang diberikan untuk dijawab sebelum Forum pun, saya dapatkan jawabannya dengan penuh usaha *tanya kanan-kiri, diskusi atas-bawah, sampai kerja kelompok sama Pak AP*

***
Sejak awal mengetahui penyelenggaraan Forum, saya dan Pak AP udah kompak dan konsisten ngotot berangkat Rabu pagi dari Bandung, walaupun acara baru dimulai Kamis pagi. Dipesanlah tiket Air Asia untuk keberangkatan pukul 08:55 WIB #okesip
Sementara untuk kepulangan, saya memesan tiket langsung ke Jakarta, sementara Pak AP ke Bandung karena keluarganya memang berdomisili di Bandung.

Take off tepat waktu dan landing 30 menit lebih cepat dari yang dijadwalkan, saya dan Pak AP sempat ketinggalan penjemputan di Ngurah Rai dan akhirnya dengan sok akrab dan sok kenal *karena sebenernya belom kenal* Pak AP menghubungi LO Denpasar untuk menjemput kami:mrgreen:


Sambil menunggu jemputan, saya mengedarkan pandangan berkeliling bandara. Dibandingkan dengan bandar udara domestik lainnya, mungkin Ngurah Rai termasuk kategori mendingan. Mendingan-lah gak malu-maluin banget. Lumayan lah daripada lu-manyun. Sarkas ya? gak cinta negeri sendiri ya? ya mungkin efek karena pernah merasakan canggih-nyaman-dan-cakep-nya bandar udara negeri-negeri asing, saya bawaannya jadi hobi membandingkan bandara aja. Mudah-mudahan dengan renovasi besar-besaran yang sedang dilaksanakan sekarang, Ngurah Rai bisa benar-benar pantas menyandang gelar Bandar Udara Internasional *langsung inget Husein Sastranegara yang pake embel-embel internasional* *nangis*

Dan saya baru tau kalo di Bali itu, taksi Blue Bird kebanggaan bangsa tidak menggunakan nama “Blue Bird” melainkan “Bali Taxi”. Para supirnya tetap mengenakan seragam blue bird, warna birunya tetap sama, lambangnya tetap segi lima tak beraturan, bentuk lampunya masih sama, hanya namanya berubah jadi “Bali Taxi”. Dan sebagaimana di Husein Sastranegara, di Ngurah Rai pun gak ada taksi argo. Semua hobinya nembak *ngomong sambil ngaca*
Tapi kata seorang supir blue bird, bisa sih mereka ngambil penumpang, asal berjarak sedikitnya 100 meter dari tempat mereka menurunkan penumpang di bandara. Kan kasian juga kalo calon penumpang udah gupai-gupai dengan penuh pesona tapi tetep ditolak gara-gara taksi argo gak enak hati sama taksi tembak yang berkeliaran.

Cukup lama juga saya dan Pak AP bengong nungguin LO Denpasar sampai akhirnya datanglah beliau. Kami menginap di Ramada Bintang Bali di daerah Kuta, Bali, hanya 15 menit dari bandara. Karena saat itu jam sudah menunjukkan waktu makan siang untuk wilayah Bali dan sekitarnya, para bapak memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu dan mampirlah kami di Warung Nikmat.


Warung Nikmat yang insyaAllaah halal. Beneran nikmat, bagi perut dan kantong😆 Pilihan lauknya banyaaakk… sampe bingung mau pilih yang mana. Nasi putih dengan sayur lodeh, omelet potongan besar, dan perkedel udang, hanya 11.000 rupiah. Apapun makannya, minumnya teteup ya setia sama teh botol sosro. 3.000 rupiah saja *cium dompet*

Sampe hotel, check-in, langsung ke kamar. Saya sekamar dengan Mbak Di, LO Solo. Cuma beres-beres dan shalat, langsung kabur jalan-jalan. Jalan kaki, tentunya:mrgreen:


Ramada Bintang Bali Resort – Kuta, Bali

Menyusuri Kuta, saya yang baru pertama kali ke Bali langsung merasa kawasan ini turis sekali. Rasanya tidak seperti di Indonesia. Ini negeri asing yang pindahan ke Indonesia. Bahwa kami di Bali, ditandai dengan asap dan bau dupa yang semerbak di manapun kami berada.
Menjelang terbenam matahari, kami beringsut ke pantai Kuta, ceritanya mau hunting poto sunset. Dan ebuseeett… itu pantai penuh banget. Berubah jadi lautan manusia. Keindahannya gak keliatan. Yang keliatan malah para alay sibuk joget gangnam style sambil di rekam temannya pake kamera hape *gak kenal, saya gak kenal mereka, mari menyingkir*

Bosan, sunset yang cantik tak tampak karena langit mendung, kami menyetop taksi blue bird, dan minta di antar ke Krisna, sentra penjualan oleh-oleh yang terletak di jalan sunset boulevard. Angka awal di argo menunjukkan tarif bawah 5.000, tapi naiknya cepet banget:mrgreen:
Dari pantai Kuta *depannya Hard Rock* sampai ke Krisna, kena argo 20.000 rupiah.

Sampe di Krisna, saya kalap dong ah. Awalnya emang udah niat kan mau borong lulur buat persediaan setahun😆
Jadilah melihat pilihan lulur di sana makin kalap. Hihihi… dan beneran borong lulur. Saya beli tiga merk lulur, dan printilan lainnya. Lulur Herborist 200 gr itu 19.500 rupiah *di Kuta Market naiknya gila-gilaan, jadi 45.000!*, Herborist 100 gr 11.500 rupiah, Bali Alus 100 gr 12.000 rupiah, Sekar Jagat 100 gr 8.500 rupiah *di Toko Mahmud Bandung 7.500 rupiah*, Herborist Massage Oil 23.000 rupiah *yang zaitun 25.000 rupiah*. Belom lagi pas lihat snack jejamuran krispi Tajo’s. Langsung histeris. Secara saya suka banget ya… merem deh lihat harganya *19.000 rupiah, 18.000 rupiah untuk rasa original* Langsung ambil banyak. Judulnya, uang perjalanan dinas langsung abis:mrgreen: dan bertekad gak akan mau belanji-belanji lagi.


Dan terbukti tekad itu bohong belaka. Buktinya, keesokan malam pas nemenin Becak cari oleh-oleh, saya kembali mengambil beberapa rupiah dari dompet, dan membawa pulang aksesoris dan baju-baju lucu *untuk keponakan kok*
Selanjutnya saya menahan diri untuk tidak ikut para ibu muda kalap di Legian Kids, di mana dijual baju anak-anak yang lucu-lucu bangeeeeettt!!! Pengeeenn!!! *nangis-nangis*

Jadi ini sebenernya forum nasional atau reuni belanja-belanja sambil piknik sih?
Ya semuanya dooonngg…😆
Saya sih masih mendingan. Geng ibu-ibu malah jalan terus gak pake nafas, saking heboh dan kalapnya belanja *pembelaan*


Seorang ibu dan dua orang calon ibu *aamiin ya Allaah aamiin*


Forum yang berubah jadi liburan karena banyak yang bawa anak. Ini contohnya:mrgreen:


Kalo yang ini inang-inang yang sibuk hunting lukisan dan perabotan rumah:mrgreen:

Kalo misalnya harus memilih, mau jalan-jalan sama unit kerja atau sama korps LO ini, saya pasti pilih yang terakhir, tanpa ragu-ragu, gak pake mikir. Mereka semua baik, lucu, konyol, ramah, dan helpful. Gak ada saling pamer kekayaan, atau nyinyir, atau pilih-pilih teman. Mungkin efek kesendirian kami di unit kerja ya, jadi kalo pas kumpul tuh blend banget dan langsung jadi ajang curhat dan ledek-ledekan:mrgreen:
Belom lagi, group head kami saat ini bener-bener tipikal pemimpin yang asik banget. Pinter tapi gak sok paling pinter. Sabar dan baiiiiikkk banget. Sukses deh jadi group head kesayangan saya😆





Pak Group Head yang cool, keren tiada dua, dan rendah hati *jempol, gan*


Pak Group Head yang bijak bestari menyerahkan award pada LO paling jago sejagad raya *tentunya bukan saya dong ah!*


Oya, dalam forum kali ini dinyatakan juga kelolosan saya *bukan kelulusan, malu ah ngaku-ngaku lulus, lha waktu sertifikasi saya dibantai abis kok* sebagai LO dan dinyatakan sah untuk memberikan advis legal *lha jadi selama ini gak boleh ngasih advis ya? :lol:*

Gak sabar pengen forum nasional lagi tahun depan. Mudah-mudahan jauh lebih seru dan menyenangkan lagi dari yang kemarin.

Makin hepi ketika lihat langit Bali dan langit Jakarta yang sama cantiknya. Dan makin cinta terkagum-kagum sama dia mereka yang bisa bikin pesawat *lirik Mr. Engineer*


2 thoughts on “[Snapshots] From Kuta – Bali

    • ukechin says:

      For some stuffs, iya. Hihihi… tapi dompet gw gak maniak, dan gw nurut sama dompet😆

      eh eh… sorry banget buat yang HK, Vik… cuti sungguh tidak memungkinkan. Apalagi sekarang kantor lagi gunjang-ganjing luar biasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s