[Taste of India] Indian Restaurant

Ini late post banget deh. Makan-makannya sendiri udah dari senin minggu lalu sebelum saya main-main ke Lamajan.

Jadi kan sebenernya udah lama ya pengen makan makanan India. Gak tau kenapa deh, mungkin karena lagi kangen Korea #eh iya maksudnya kangen saat-saat jalan ke downtown pas di Korea dulu, kalo mau makan kan nyari yang halal dan kalo pas lagi ngerasa kaya, kadang suka juga icip-icip di restoran-restoran india atau timur tengah.
Nah, biasa lah, kalo udah kepengen gitu langsung buka google dan browsing-browsing, di bandung ada di mana aja ya makanan India itu. Ketemu lah dua nama. Taste of India dan Indian Corner. Nah… gak ngerti kenapa kok bisa ujug-ujug nyampe ke Qahwa yang di jalan Progo sampe akhirnya saya dan partner in crime si Neng Erma malah memutuskan nyobain si Qahwa dulu yang notabene bukan makanan India, tapi Timur Tengah. Ya rada mirip sih bagian roti-rotinya:mrgreen:

Ujung-ujungnya, saya dan Neng Erma pun mengatur jadwal lagi agar bisa kembali ke rencana semula: makan makanan India.
Baca-baca testimoni, kayaknya Indian Corner yang deket jalan Otten itu orisinil banget rasanya. Penasaran sih, tapi karena letaknya kurang oke bagi penggemar angkot kayak saya dan Neng Erma, akhirnya balik lagi ke tujuan paling awal sedari dulu *ini kok kayak judul lagu :lol:* alias Taste of India.
Letaknya tepat di pinggir jalan Pasirkaliki, tepatnya nomor 44, berseberangan sama Indomaret.
Neng Erma yang pertama kali noticed sama letaknya dan bilang bahwa penampakannya biasa banget, gak ada fancy-fancynya deh ini restoran. Dan karena itu, Neng Erma berkeyakinan bahwa rasa makanannya supposed to be good karena ownernya kayaknya lebih mentingin taste daripada interior bangunan. Ya wis lah kita coba aja ya kakak…

Malem-malem pulang kantor, saya dan Neng Erma udah berdiri mematung diseberang Taste of India.

bohlamreklame

Kok itu ada Hritik Roshan sih??? *histeris*
*bagi yang gak tau penampakan abang Hritik, silakan di google. Termasuk demenan aye selain Aamir Khan :mrgreen:* *gak usah ditanya apa sebabnya :mrgreen:*
Oh ternyata… hanya ada di layar tipi.

tampakdepan
Bilangnya sih gak jual minuman beralkohol. Bir bintang gak ada alkoholnya ya? :drinking:

Jadi, interiornya emang gak terlalu ngindihe sih, tapi tengoklah dindingnya yang dihiasi poster Mahatma Gandhi, Indira Gandhi, Manmohan Singh, dan satu orang lagi yang gw gak kenal *curiga itu pemain kriket deh*, atau kain khas India yang dijadikan hiasan dinding… bau Indianya kerasa!

lineofleaders
portrait of gandhi ji
Bagi yang pengen tau tentang Mahatma Gandhi in quite a fun-learning way, coba tonton GANDHI yang diperankan oleh Sir Ben Kingsley deh. Durasinya lama sih, tapi gak akan membosankan bagi yang suka sejarah🙂

Belom lagi, tivi yang gak berhenti menyiarkan orang-orang India yang gak jauh-jauh dari nyanyi-nyanyi dan nari-nari.

serius amat ngeliatinnya
ini juga serius banget deh
tivi full india

Masih kurang India?
Percayalah, ketika saya dan Neng Erma memasuki restoran itu, pelayannya sempet agak bengong melihat dua pribumi satu bertampang Melayu dan satu lagi model nci-nci dari Tiongkok kuno nyari-nyari kursi. Pas kami melihat sekeliling, baru deh ngeh kenapa si pelayan kok kayak kagok dengan kedatangan kami. Karena tamu yang lain itu orang India semua, sodara-sodara!
Mulai dari yang keling sampe yang cling *berkulit putih, maksudnya*, semua ada!
“Asa lagi di Penang ya, Ke,” kata Neng Erma. Begitu memasuki restoran ini, feel-nya emang langsung beda. Apalagi meja kami bersebelahan dengan dua orang cowok India yang sibuk dengan laptopnya yang mengumandangkan lagu-lagu India. Bayangin aja deh, udahlah tivi nayangin musik-musik India, laptop tetangga sebelah juga saingan dengan lagu-lagu India juga. Dan sempet-sempetnya salah seorang diantara mereka senyum-senyum ke gw. Gw sampe mikir, apa di jidat gw ada tulisan ‘penggemar cowok-cowok bertampang India dan/atau Timur Tengah’ ya? :scratch::mrgreen:
Nah… kurang India apa, coba, apa???
Beralih ke menu, ini restoran agak gak kompak ya sama buku menunya.
Di neon bar di pinggir jalan, namanya Taste of India, tapi di buku menu, namanya Taste of Indian *masalah ya booo’*:mrgreen:
Taste of India sebenarnya gak cuma menghidangkan masakan India, tapi juga Thai dan Chinese food. Tapi kan sesuai namanya aja ya kakak, saya dan Neng Erma pesen yang India-india aja deh.

Tadinya, demi menghemat, saya dan Neng Erma mau pesen menu student package seharga 30.000 rupiah. Tapi ternyata student package ini cuma tersedia untuk delivery order aja. Oke deh.
Untuk starternya, kami pesan Nacho Special [30.000 rupiah], dan ternyata gak tersedia. Oke, pindah ke Chicken Shasilk [35.000 rupiah] dan Chicken Tika Masala [35.000 rupiah]. Trus, pesen Mutton Rezala [45.000 rupiah] juga, beserta Chapati [5000 rupiah] dan Paratha [5000 rupiah]. Untuk minumnya, Neng Erma memesan Chocolate Lassi [15.000 rupiah], sementara saya pesan Strawberry Lassi [15.000 rupiah].

Yang pertama mendarat di meja adalah dua gelas lassi. Sruputan pertama, iiihh… strawberry lassi-nya enak! Seger-seger manis, gak terlalu kecut gitu. Kalo buat saya sih pas ya rasanya. Dan lebih enak yang strawberry daripada yang chocolate *sempet nyulik punya Neng Erma*. Kayaknya lassi emang lebih hip kalo sama buah-buahan deh *sok tau*
Abis itu, datanglah dua jenis roti yang kami pesan: Chapati dan Paratha. Chapati dan Paratha bentuknya sama-sama pipih, tapi Chapati tampak lebih tipis dan lebih renyah, dengan warna lebih kelabu daripada Paratha. Mungkin karena Chapati dibuat dari tepung gandum, sementara Paratha dibuat dari tepung terigu. Disusul Mutton Rezala. Neng Erma, karena kelaparan, langsung menggasak hidangan yang ada.
Ini pertama kalinya saya makan mbek. Agak reluctant sebenernya, karena dari kecil emang gak dikasih makan ini sama emak babeh, tapi dicoba aja deh.
Gigitan pertama… oke, gak prengus kok, agak mirip sapi, enak. Tapi mungkin karena emang gak pernah makan kambing, selama ngunyah tuh di kepala terus menerus terngiang ‘makan kambing makan kambing makan kambing makan kambing’:mrgreen:
Tapi bener kok, Mutton Rezala-nya enak. Neng Erma pun bilang gak enak. Eh tapi gak tau sih itu enak karena emang enak atau karena dia lapar, tapi kayaknya emang enak karena terbukti saya gak trauma makan kambing tuh setelahnya😆

foodsandbeverages
Chicken Shasilk – Mutton Rezala – Chicken Tika Masala – Chocolate Lassi – Strawberry Lassi – Chapati – Paratha
It’s officially NYUUUUUMMM!!!

Gak lama, datang Chicken Tika Masala yang tampak merah membara. Ini kok kayaknya pedes yaaa… dan emang iya pedes. Katanya, chicken tika masala ini potongan ayam dalam tomat dan bawang bombay, tapi kok pedes??? Pedes dan potongan ayamnya gede-gede dengan daging yang tebal. Ini ayam suntik hormon yah? *curiga*
Yang terakhir datang justru hidangan starter: Chicken Shasilk yang satu porsinya terdiri dari 2 tusuk. Tapi gak ngaruh lah ya. Saya dan Neng Erma bukan penganut etiket makan sih, jadi terserah aja mau makan starter jadi hidangan penutup dan sebaliknya.
Chicken Shasilk ini ternyata bentuknya seperti sate dengan tusukan dari besi. Jadi, potongan ayam berselang-seling dengan bawang bombay dan paprika hijau dan merah. Sebagai penggemar bawang, saya sih seneng-seneng aja, cuma sayangnya saat itu tuh udah kenyang banget, dan udah keringetan makan Chicken Tika Masala. Jadilah satu tusuk dibungkus pulang sama Neng Erma.

All in all, seluruh menu yang kami coba sih kami bilang enak. Rempah dan rasanya sangat kuat, tapi tetep acceptable sama lidah kami, dan jelas lebih nikmat daripada makanan Timur Tengah yang cenderung hambar yang kami coba di Qahwa. Gak nyesel deh nyoba makan di Taste of India ini. It’s worth every penny karena harganya pun cukup bersahabat.

Dan saat saya dan Neng Erma beranjak pulang, masuklah sepasang laki-laki dan perempuan, yang bikin saya ngakak dengan percakapan mereka.

Cowok: “Kamu mau nasi biryani?”
Cewek: “Apa? Nasi berani?”

Srimulat bener deh :doh:😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s