[Giggle Box] and a bit of [The Sugarush]

Second post in 2013, lagi-lagi late post:mrgreen: dan lagi-lagi soal makanan:mrgreen:

Kali ini, dalam rangka memperingati libur tahun baru, yang mana itu berarti para pejabat di kantor gw banyak yang cuti, yang mana itu berarti pula bahwa gw sepi panggilan rapat kridit walaupun notaris teteup ngejar-ngejar minta SKMHT dan APHT, ceritanya gw dan Neng Erma pengen menuntaskan rasa penasaran kami pada salah satu toko kue tertua dan paling hits di Bandung. Jauh-jauh hari disusunlah rencana, kapan mau ke toko itu. Setelah ketemu jadwal yang pas, pada hari H gw pun meninggalkan kantor tepat waktu dengan riang gembira, karena tiada yang menyadari menghilangnya gw dan karenanya tiada yang bernyanyi atas keteladanan gw pulang jam setengah lima TENG!😆

Berangkatnya semangat empat lima banget dong ini. Dari kantor, karena malas, gw naik becak ke Karapitan. Trus naik angkot Kalapa – Aceh dan turun di Black Market di Taman Pramuka. Udah gitu nyambung angkot lagi yang Riung – Dago, walaupun setelahnya baru nyadar kalo eh itu tokonya gak jauh dari Black Market jadi jalan kaki aja sih bisa banget sebenernya.

Tapi dari kejauhan, gw melihat…

Itu toko kue-nya tutup yaaa???!!!

Aaaaarrrggghhh… ini kan hari kerja, kok tutup siiihh??? *angin menerpa*

Sambil mikir *tapi tetep pasang tampang cool* akhirnya gw menghubungi Neng Erma, yang ikutan histeris mendengar si toko tutup.

Setelah ketemu, gw dan si Neng berdiskusi, jadi mau makan di mana nih?
Karena miskin ide, kami memutuskan untuk ke jalan Progo, karena di sana kan banyak café, mungkin salah satunya akan menarik hati. Okedeh kakak, markiber. Mari kita berangkat!

Sampe di jalan Progo, masih tetep galau, jalan dari ujung ke ujung dan inspirasi tak kunjung datang, masih tetep bingung mau makan di mana. Rempong ya nek, mau makan aja pake acara bingung.

Akhirnya.

“Di sini aje dah” *etdah… betawi bener yak… gak mungkin kan Neng Erma yang lemah lembut ngomong kayak begini?*😆

Giggle Box at Jalan Progo
Giggle Box | Jl. Progo No. 33

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya gw ke sini. Tapi kali pergi-pergi sama orang kantor itu kan gak asik aja ya buat mengeksplor kegilaan gw untuk moto-moto. Dianggap aneh aja gitu, moto-moto makanan sampe nungging-nungging #eeeehhh
Begitu masuk, disambut dengan suasana café yang terkesan nyaman, homy, dan klasik. Wallpaper-nya manis, dipadu dengan penempatan beberapa furniture kecil dan foto-foto berkesan oldies sebagai aksentuasi. Tempat duduknya ada yang sofa, ada pula yang bangku kayu. Sekilas, mengingatkan pada The Nanny’s Pavilon, yang disebut terakhir ini, menurut gw jauh lebih detail dan manis penataan interior ruangannya, dan yang jelas pencahayaannya lebih asik buat poto-poto, terutama buat gw yang amatir ini.
Giggle Box ini terdiri dari dua lantai, dengan area non smoking yang sangat terbatas. Dan sayangnya, mereka gak punya mushala, bahkan untuk karyawannya. Jadi ketika pengen shalat maghrib, kami melipir ke Masjid Istiqamah, yang emang gak jauh dari situ, tapi kan tetep ya lumayan juga kalo tiap waktu shalat harus ke Masjid Istiqamah.

Urusan menu, menurut gw sih gak ada yang spesial atau aneh ya… standar sih. They serve Indonesian and Western foods in acceptable price. Murah gak, mahal juga gak. Kalo gw gak salah liat, semuanya masih dibawah seratus ribu rupiah. Tapi soal harga makanan kan tergantung dompet masing-masing orang ya, gak debatable juga kalo ada yang ngotot bilang itu murah atau sebaliknya.

some cakes and dori fish and drinks
Ini nih pesenan gw dan Neng Erma:
Frappe Chocolagio [IDR 18.000] | Coffee Caramel Cake [IDR 15.000] | Lychee Strawberry Jelly [IDR 17.000] | Triple Chocolate Cake [IDR 15.000] | Fish Lemon Butter [IDR 36.000]
Semuanya belum termasuk pajak 15% ya..

Terus, rasanya gimana?
*slurp* Frappe Chocolagio-nya enak, cokelatnya pas, gak pahit, juga gak manis. Coffe Caramel Cake-nya juga lumayan enak. Cake-nya lembut, cuma caramelnya gak kerasa ya, yang keluar banget itu rasa dan aroma kopinya. Harum kopi. Enak sih🙂
Gimana dengan pesenannya Neng Erma?
Lychee Strawberry Jelly-nya acceptable sih, walaupun strawberrynya “kecut banget, Ke,” kata doi. Dan Triple Chocolate Cake-nya, yang terdiri dari lapisan tiga jenis cokelat yang berbeda-beda, malah kurang terasa coklatnya. Terlalu plain, “malah lebih cokelat minumanmu, Ke,” kata Neng Erma menunjuk Frappe Chocolagio gw.
Untuk makan besarnya, Neng Erma gak pesen karena sebelum makan bareng gw, dia udah makan di suatu restoran cepat saji di Paris van Java. Gapapa deh, itung-itung bantuin debitur gw bayar utang *Neng Erma makan di restoran punyanya salah satu debitur gw*. Jadilah gw pesen Fish Lemon Butter, pan fried dori fish yang disajikan bersama salad, kentang goreng, dan lemon butter sauce. Fish Lemon Butternya sendiri sesuai dengan namanya. Buttery banget. Kalo dicecap tuh rasanya creamy banget di bibir. Daaann… minyaknya agak banjir ya kakak. Jadi, it wasn’t just buttery, but also oily. Rasanya? Enak. Tapi gak luar biasa. Ya standar enak gitu.
Jadi kalo ditanya soal rasa, jawaban gw ya acceptable. Dengan harga yang dipasang, rasa yang disajikan cukup worth the price kok. Aaahh… syenaaaaannnggg.. Alhamdulillaah.

Nah, mumpung tadi ada ngomong-ngomong soal cakes ya, beberapa hari sebelum ke Giggle Box, gw dan beberapa orang kantor mampir ke Sugarush di jalan Braga, setelah sebelumnya makan siang. Gara-gara tergoda melihat tampilan cake-nya sih, dan penamaan si kue itu sendiri mengesankan kue itu canggih nian!
Jadi deh, beli sepotong kue berpenampilan ciamik.

Sugarush
Green Tea Mille Crepes from the Sugarush – Jl. Braga No. 83

Gw belum pernah makan di Sugarush, façade-nya emang terlihat keren sih, beneran mengundang rasa penasaran, apalagi kalau membaca review orang di internet, kayaknya jempolan banget café satu ini. Sayangnya, Neng Erma menolak setiap kali mau ke sini. Alasannya sih prinsip banget, “taste-nya biasa aja kok Ke.”
Jadi yang kemaren-kemaren itu emang pertama kalinya gw menginjakkan kaki ke Sugarush.

Dan hasilnya?

For the cake itself, I don’t think the IDR 25.300 worth the taste. Cream on the top-nya sih enak, tapi cake-nya… kok gw merasa seperti kue lapis tradisional ya? Masih lebih enak cakes di tempat lain deh. Dan pada akhirnya, membuat gw mengurungkan niat untuk mencoba makanan di sini. Sayang sekali.

2 thoughts on “[Giggle Box] and a bit of [The Sugarush]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s