[Bawean] d/h Sweetheart sejak tahun 1946

Aaahh… kasih tak sampai.

Keinginan makan kue yang gagal karena cake shop-nya tutup membuat gw menerawang dan berkata pada Neng Erma, “eeehh bawean gimana ini bawean?”
Sebenernya gw gak terlalu expect banyak sama jawabannya Neng Erma, eh tumben-tumbennya doi langsung jawab, “yuuuuukkk.” Oke deh kakak, langsung deh semangat kerja hari itu biar bisa pulang tepat waktu:mrgreen:
Dan kali ini, tentu gw gak lupa berdoa semoga cake shop-nya buka.

Setengah lima TENG WAKTU KANTOR, gw melesat pulang. Gak pake cerita lama, gw udah nyampe di depan cake shop-nya yang dindingnya didominasi warna putih.

Pernah makan cake-nya the Harvest? Atau mungkin Prima Rasa? Ke Bandung biasanya cari oleh-oleh di Kartika Sari kan? Pernah? Anggaplah pernah ya *maksa*
Nah, kalo toko yang satu ini pernah denger?

BAWEAN.

Itu bukannya nama jalan ya?
Iya, emang nama jalan, dan cake shop Bawean ini emang dikasih nama sesuai dengan lokasinya saat itu.
Dulu, pada awal pendiriannya di tahun 1946, Bawean menggunakan nama Sweetheart, dan letaknya pun masih di jalan Sumatera. Sekitar tahun 70-an mereka pindah ke jalan Bawean, dan tahun 90’an buka cabang di Riau, yang terakhir ini sekarang ganti nama jadi jalan LLRE Martadinata.
Jadi, emang udah tua usia cake shop ini, bahkan salah satu yang tertua di Bandung, walau sepertinya kalah pamor di kalangan anak muda. Kenapa namanya berubah, dari Sweetheart jadi Bawean, menurut sejarahnya karena pertengahan tahun 90-an kan Menteri Penerangan kita saat itu mengeluarkan larangan penggunaan bahasa asing. Inget kan kenapa convenience store macam Indomart sekarang jadi Indomaret? Nah itu juga yang dialami Bawean. Mungkin supaya mudah diingat, nama Sweetheart pun diganti jadi Bawean yang diambil nama lokasinya saat itu. Cerita lengkap mereka bisa dibaca disini.

Oke, awalnya gw kepengen banget makan kue di Bawean adalah karena suatu hari di musim yang lalu seorang rekan kerja dikirimi rainbow cake-nya Bawean oleh kakak iparnya, dan biasa lah, di kantor yang namanya makanan itu ya di makan rame-rame. Dan saat itu gw merasa OH KOK ENAK BANGET SIH KUE INI??? *agak berlebihan ya*:mrgreen: Kok beda ya sama cake sejenis lainnya yang pernah gw makan di tempat lain?
Langsung deh bikin janji sama si Neng Erma, suatu hari kita harus coba Bawean ini ya! Okesip. Noted.

Dan kesampaian juga akhirnya Senin kemaren.

Pas sampe, parkirannya penuh. To me, it’s a good sign, karena itu berarti laku, dan sesuatu bisa laku itu biasanya karena punya kualitas yang bagus kan? *ngomong sambil ngaca*
Begitu masuk ke dalam toko, langsung terlihat deretan lemari kaca yang memamerkan beragam kue, kebanyakan memang kue bolu dengan nuansa tradisional, jadi jangan membayangkan Bawean seperti the Harvest yang didominasi sama modern western cakes yang lagi hits ya. Gw melihat Bawean lebih banyak menawarkan western cake dengan nuansa tempo dulu, seperti bolu lapis, fruit tart, dan blackforest. Walaupun, cheese cake, red velvet, blue royal, rainbow cake, tiramisu, sampe macaroons aneka rasa pun dijajakan juga. Kue-kue yang abadi sepanjang zaman juga ada, seperti kue sus dan éclair. Jajanan pasar, kue-kue basah juga ada. Tapi khusus untuk jajanan pasar berupa kue-kue basah, bukan Bawean yang produksi, melainkan titipan orang.

ohmy those cakeeeeesss
Oh my cakeeeeesss!!! Btw, lasagna andalan Bawean sekarang IDR 60.000 ya…

Karena Neng Erma belum sampai, saya memanfaatkan waktu untuk foto-foto di lantai satu. Oya, Bawean ini memang terdiri dari dua lantai. Kalau mau makan di situ enaknya sih di lantai dua aja. Dan yang bikin gw seneng, para pelayannya ramah dan cukup informatif. Mereka seneng-seneng aja tuh ditanya-tanya ini itu, dan yang jelas mereka gak ngelarang saya foto-foto didalamnya.

Ketika akhirnya Neng Erma sampai setelah terjebak macet tak berkesudahan, langsung deh kami memesan makanan. Udah ketebak dong saya pesen apa? Iyap betul, saya pesen rainbow cake, ditambah macaroons keju rasa sirup sesuatu karena tergoda penampilan warnanya. Sementara Neng Erma pesan Choco Adoria dan macaroons keju rasa… keju #eh

Kami memutuskan untuk makan di lantai dua. Hmm… lumayan juga interior café-nya yang dilantai dua. Sederhana, didominasi sofa-sofa empuk dengan nuansa warna alam dan furniture kayu, cukup bisa menghasilkan suasana nyaman. Saat kami datang, di lantai dua cukup ramai opa-opa angkatan 45 berkumpul. Kebetulan semuanya keturunan Tionghoa, gw dan Neng Erma menebak-nebak, mereka pasti usahawan generasi pertama yang saat ini sudah memberikan tongkat usaha pada anak-anak atau bahkan cucu mereka sebagai generasi kedua dan ketiga. Mereka di sini mungkin untuk bersantai menikmati masa tua, atau membicarakan strategi dagang dan perkongsian yang baru.
Bener-bener gak ada pengunjung yang berusia muda saat itu, kecuali gw dan Neng Erma. Kalo dilihat dari tahun berdirinya, Bawean mungkin memang cocok dijadikan tempat kongkow sambil mengenang masa lalu.

bawean sweetheart
Bawean, d/h Sweetheart, Jl. LLRE Martadinata No. 138-140

Gw dan Neng Erma duduk menghadap ke jalan. Karena merasa lapar, kami pun memesan Panini Sandwich. Untuk minumannya, Neng Erma pesan Strawberry Juice, sementara gw merasa cukup dengan Rootbeer.

Pesanan pertama yang datang adalah rainbow cake dan macaroons keju warna biru punya gw dan choco adoria serta macaroons keju warna krem pesanan Neng Erma.
Melihat ukurannya… pantesan aja harganya lumayan ya booo’… sumpah deh gede bener itu kueh! Pokoknya potongan satu slice-nya itu beneran emejing deh gedenya. Warnanya juga cerah ceria. Hayuk dicoba… dan teteup ENAK! Haaa… kelembutan kuenya emang biasa aja tapi cream cheese-nya pas banget manis gurihnya dan somehow cake-nya itu sendiri emang udah enak. Choco adoria pesanan Neng Erma juga mantap banget coklatnya dan karena padat, walaupun secara ukuran terlihat lebih kecil daripada rainbow cake, teteup aja jatohnya ngenyangin juga. Enak pokoknya!

Macaroonsnya? Seperti biasa, yang namanya macaroons pasti manis. Tapi menurut gw, macaroonsnya Bawean manisnya lebih manusiawi dibandingkan macaroons lain yang manisnya bisa bikin sakit kepala. Karena judulnya macaroons keju, harusnya ada rasa kejunya kan… nah di gigitan pertama, rasa kejunya belom keluar, tapi berikutnya lumayan ada gurih-gurihnya juga.

choco adoria rainbow cake panini sandwich
Strawberry Juice [IDR 20.000] | Choco Adoria [IDR 30.000] | Macaroons Keju [IDR 10.000] | Panini Chicken [IDR 25.000] | Rainbow Cake [IDR 40.000] | Macaroons Keju [IDR 10.000] | Rootbeer [IDR 8.000]

Ditengah-tengah proses menyantap kue, datanglah Panini Sandwich kami. Dan lagi-lagi, kami terkejut melihat porsinya. Kok gede bener sih??? Ini beneran nih di daftar menu dicantumkan sebagai starter?😮
Panini sandwich ini menggunakan dua lembar roti gandum yang ditangkupkan jadi satu kemudian dibelah dua, diberi isi fillet ayam yang di grill, smoked beef, dan gak lupa pake keju. Tampilannya sih biasa aja, gak banyak garnish jadi gak keliatan menggiurkan juga. Tapi pas dimakan… daging ayamnya nendang banget tebal dan rasanya booo’…
Gw gak pinter mengdeskripsikan sesuatu ya, tapi Panini Sandwich ini beneran juara deh. Gak perlu pesan makanan utama kalo starternya aja udah ngenyangin banget kayak gini, dan yang jelas harga yang dipatok untuk si sandwich itu sangat sangat sangat worthy! Ah senangnyaaa kalo ketemu makanan enak porsi besar harga reasonable begini.
Jadi inget Taste of India. Ada kesamaan antara Taste of India dan Bawean. Sama-sama miskin minim sentuhan artistik pada layout ruangan, tapi soal rasa… hmm… juara cyiiiiinnn!!!
Mereka emang gak mengedepankan tampilan, tapi rasanya boleh banget diadu! Mungkin itu sebabnya mereka hadir dengan layout yang minimalis, anggarannya nomor satu untuk kepuasan pelanggan ya.. service excellence, kalo kata kantor gw #eh

Buat gw dan Neng Erma, hal itu sih gak jadi masalah. Untuk urusan makanan, kami gak terlalu mementingkan layout cantik nan canggih dengan sophisticated accent, asal bersih, enak dan halal. Enuff. Ngomong-ngomong soal halal, di Bawean ini, hanya Tiramisu Cake yang menggunakan rhum. Jadi, ya bismillaah, kami berani pesan selain itu.

Penasaran akan Bawean sepertinya tertuntaskan untuk saat ini. sangat direkomendasikan bagi yang ingin makan enak dengan harga yang reasonable. Kalo mau dibilang kekurangan, ya paling pilihan menu aja sih yang gak terlalu banyak. Ah tapi, dengan rasa makanan yang enak seperti itu sih, terbatasnya pilihan gak jadi masalah. Iya apa iya?:mrgreen:

2 thoughts on “[Bawean] d/h Sweetheart sejak tahun 1946

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s