[Durian Ekspress] Dari Indonesia Untuk Dunia

Sejak beberapa saat lamanya, setiap kali gw pulang ke Depok, perhatian gw selalu tertuju pada satu tempat makan di pinggir jalan Margonda, yang karena namanya mengundang gw untuk selalu menoleh dan bertekad ingin mencoba hidangan yang mereka tawarkan.
Yes, inilah dia:

durian ekspress
DURIAN EKSPRESS
Jl. Margonda Raya No. 400 Depok

I’m a big fan of Durian.

Jadi ketika ada tempat makan yang menawarkan menu olahan serba durian, rasanya wajib gw datangi. Nah, seperti biasa deh, sebelum mencoba, gw cari-cari info dulu soal Durian Ekspress ini. Tersebutlah pada awalnya kala dibuka pada pertengahan 2011, Durian Ekspress berlokasi di daerah Kelapa Dua, Depok. Mungkin karena alasan tempat yang lebih strategis atau mungkin juga karena segi finansial yang semakin berkembang, lokasi tersebut akhirnya dipindahkan ke jalan Margonda yang memang dikenal sebagai daerah serba ada dan surga makanannya Depok. Apalagi, jalan Margonda kan bisa dibilang satu-satunya akses masuk ke Depok *maaf lho, bukannya gak nganggap jalan raya bogor, sawangan, parung, dan cinere yaaa* plus lagi dengan bertebarannya kampus-kampus dan perumahan, bisa dibayangkan ya besarnya pasar yang bisa diraup dan keuntungan yang membayangi dibelakangnya:mrgreen: Trus, baca-baca soal makanan yang disediakan dan reviewnya, wah makin pengen aja deh gw menyegerakan diri ke sana. Makin tinggi deh ekspektasinya.
Maka pada suatu sabtu yang tampak cerah tapi kemudian dihiasi hujan rintik-rintik, gw dan Nyonya Besar pun mengunjungi si Durian Ekspress.

Tampilan luar sederhana, dengan dominasi cat warna merah-kuning-hijau. Masuk ke dalam, aaahh lumayan agak adem sedikit. Kenapa sedikit? Karena walaupun ruangannya ber-AC, pintu masuk seringkali dibiarkan tetap terbuka, jadi sejuknya AC kurang terasa.
Penataan ruangan pun sederhana, dengan bangku kayu dicat merah, ada juga kursi plastik warna merah, dihiasi lantai yang dialasi rumput artifisial dan pohon durian di pojok ruangan, di salah satu sisi dinding dipasang banner ukuran besar bertuliskan ‘dari Indonesia untuk dunia’.

interior (2)
Begini nih dalemnya Durian Ekspress

Gak pake lama, gw dan Nyonya Besar pun melihat-lihat menu dan segera memesan.

menu
Keliatan jelas kan harga-harganya?

Ceritanya kan number one fan of Durian nih ya, jadilah hampir semuanya dipesan. Tapi karena beberapa habis, jadilah hanya beberapa yang bisa dicicipi. Nyonya Besar tadinya agak khawatir melihat gw kalap pesen ini itu, tapi gw dengan pede-nya meyakinkan beliau bahwa gw mampu menghabiskan semuanya.

super late durian ekspress
Es Durian Extravaganza [IDR 13.000] | Ketan Durian [IDR 17.000] | Sushi Durian [IDR 20.000] | Durian Bakar [IDR 24.000] | Pancake with Durian Ice Cream [IDR 15.000] | Jus Durian [harganya lupaaa… huhuhu…]

Dan bener dong, gw *dan Nyonya Besar* bisa menghabiskan semua. Soalnya ukuran porsinya itu mini-mini banget! Apalagi sushi-nya… keciiiiilll bener!:mrgreen:
Es durian extravaganza itu merupakan campuran daging durian, susu kental manis, dan topping daging buah alpukat. Sayang air atau es-nya terlalu banyak sehingga rasanya kok terlalu encer. Trus, ketan duriannya, menurut Nyonya Besar ketannya kurang matang, sementara menurut gw, kurang pulen. Kalo Durian Bakar, nah ini merupakan durian yang dibakar terus disajikan dengan ketan hitam dan vla durian diatasnya. Ketan hitamnya gak terlalu manis, jadi gw sih suka-suka aja. Sementara Pancake with Durian Ice Cream-nya, untuk harga segitu sih worth it banget menurut gw, walau agak curiga pancake-nya itu menggunakan adonan pancake instan sih:mrgreen:
Untuk Jus Duriannya, rasa duriannya sih mantap, tapi sayang lagi-lagi keenceran. Yah… dari semua makanan yang gw coba, gw sih pegang Sushi Durian jadi juaranya. Rasanya unik! Nori alias lembaran rumput laut yang biasanya untuk dipasangkan dengan nasi, kali ini digunakan untuk membungkus durian, terus dikasih topping alpukat diatasnya. Enaaaaakkk… akika sukiyaki!😆

Jadi, jadi, gimana?
Yaaa… mungkin akibat gw berekspektasi terlalu tinggi, jadi agak-agak kecewa sih dengan makanannya *kecuali si sushi yaaa*
Daging duriannya sedikit dan kurus deh, gak nendang sama sekali. Rasanya juga gak terlalu manis. Padahal katanya duriannya sengaja didatangkan langsung dari Medan. Mungkin lagi gak musim ya, jadi adanya ya durian yang seadanya.
Untunglah semua makanan itu dibandrol harga yang affordable dan masuk akal, kalo gak, wah kecewanya bisa berkali-kali lipat nih.
Pokoknya, gw sih belum merasa tertarik untuk kembali datang ke tempat ini, kecuali kalo misalnya ada yang bayarin *eh* atau pas ada sesekali kumpul-kumpul dengan sahabat-sahabat, walaupun tempatnya pun gak terlalu nyaman untuk kongkow-kongkow dalam waktu yang lama.

Whatever, I’m glad I’ve tried it out😉

2 thoughts on “[Durian Ekspress] Dari Indonesia Untuk Dunia

    • ukechin says:

      Silakan, mungkin lebih beruntung kalo pas ketemu durian yang tebal dan manis🙂
      Btw kalo komen tolong kasih nama jelas ya… trmksh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s