[Domino’s Pizza] Oh… Begini Rasanya

Jauh sebelum kambing-kambingan, gw dan Neng Erma melipir ke daerah Dago.

Pertama kalinya ke Domino’s Pizza nih! *norak-norak bergembira*:mrgreen:
Penasaran sama rasa dan bentuk rotinya yang katanya lebih tipis, yang katanya lebih mammamia italiano kalo dibandingkan sama pejahut yang berbau ke-americano-americano-an.

Masuk tempatnya… sepi! Dan ternyata pelayanannya itu model-model restoran fast food gitu. Jadi begitu dateng, langsung ke pelayannya, milih-milih menu, bayar, duduk, tunggu dipanggil nama. Pas nama kita dipanggil, itu tanda pesanan kita udah jadi, kita yang harus mengambil makanannya, bukan dianterin si pelayan. Pas selesai makan pun, seharusnya kita membuang sampah sendiri. Tapiii… gw dan Neng Erma gak ngeh dengan hal tersebut. Baru sadar pas udah buka pintu mau keluar, trus cuek aja melenggang gak pake acara balik ke meja dan beresin wadah sisa makan.

Oke, jadi gw dan Neng Erma sibuk memilih-milih pizza dan kawan-kawannya pada menu yang mereka tawarkan. Gak banyak variasi tersedia, apalagi minumannya. Mereka hanya menyediakan minuman-minuman kalengan bersoda atau semacam the kemasan dalam botol.

Diantara pilihan yang ada, kami tergelitik untuk mencoba Sprinkle Turkey Pizza. Daging kalkun untuk pizza, kayaknya menarik yaaa…

And here we go.
Domino's Pizza
Small Hand Tossed Sprinkle Turkey Pizza [IDR 20.000] | Penne Carbonara [IDR 38.000] | Beef Lasagna [IDR 33.000] | Fres Tea [IDR 8000] | Pulpy Minute Maid [IDR 8000] + Tax 10% *anyway, harga makan di tempat sama buat take away itu beda loh!*

Pas pesanan udah jadi… kaget! Ukurannya mini dan minimalis sekaliiii… mulai deh muncul kekhawatiran gak kenyang:mrgreen: Beef Lasagna dan Penne Carbonara tampil dalam balutan wadah alumunium foil.

Beef Lasagna-nya lebih terasa dominan keju daripada dagingnya, jadi kayaknya lebih creamy kalo dibandingin sama punyanya pejahut. Lebih matang, dalam arti lebih ‘hangus’ hasil panggangannya. Trus, Penne Carbonara itu ternyata pasta penne dipadu daging, trus dikasih taburan jamur. Jamurnya gak main-main… banyak bener! Bener-bener menutupi permukaan pasta. Jamurnya renyah, tapi pasta didalamnya creamy. Menurut kami, manggangnya agak kelamaan ya, karena jamurnya jadi agak gosong gitu. Tapi tetep… enak😆

Sekarang giliran pizza daging kalkun!
Pizza ini merupakan paduan saus barbeque, turkey pastrami, turkey paprika lyoner, turkey blerschinken, dried parsley, dan mozzarella cheese. Jangan tanya deh apa semua itu. Gw kopipes langsung dari menunya *maap lagi males gugeling*😆
Rasanya? Unik! Dan enak. Kayak makan kebab gitu. Aroma timur tengah banget, tapi masih sangat acceptable sama lidah Indonesia kok *maap lagi, akika emang pecinta timur tengah* *kode*

Sekianlah cerita singkat nan sederhana kali ini. Mau juga nyoba varian lainnya di sini *lirik Neng Erma*

2 thoughts on “[Domino’s Pizza] Oh… Begini Rasanya

    • ukechin says:

      Menurut saya sih sebelas duabelas ya…tapi somehow kok lbh milih pejahut, ehm mungkin karena varian pejahut lbh banyak😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s