The Proposal

Akhirnyaaa… sebuah lamaran!!! *joget sambil jungkir balik*

Dan sebelum dilanjutkan, untuk mencegah adanya tindak kriminalitas yang mungkin terjadi, gw jelaskan terlebih dahulu bahwa bukan gw yang dilamar. Oke? Jadi gak ada yang perlu bunuh diri atau meratapi nasib karena gw diambil orang *kode* *dibatako*😆😆😆

Rencana lamaran ini sebenarnya udah terendus sejak gw dan gerombolan si berat kumpul-kumpul di awal tahun. Tapi tepatnya kapan belum ketahuan saat itu. Pokoknya tanda-tanda keseriusan udah keliatan banget. Dan tentu kami berbahagia. Akhirnya kutukan jomblowati berakhir juga. Ada yang pecah telor! *jingkrak-jingkrak*

Dan siapakah yang berbahagia dalam postingan gw kali ini?

Gak lain dan gak bukan, doraemon si ulet keket alias Yeni.

candidate bride

Yeni ini temen gw sejak kelas 2 SMA. Waktu itu dia anak baru, dan bisa deket karena gw saat itu sedang dalam masa penyelidikan atas seorang abang gebetan salah satu sahabat gw. Jadi dulu si Yeni ini kan deket gitu sama si abang gebetan itu. Sebagai sahabat solider gw pun melakukan due diligence terhadap si Yeni terkait hubungannya dengan si abang gebetan. Si abang gebetan itu sendiri hingga kini masih setia menjadi tetangga Yeni, dan sudah berstatus sebagai suami dari dokter gigi langganan gw, yang juga teman gw sejak jaman SMP. Baik si abang gebetan dan istri adalah teman sekelas gw saat kelas 3 SMP. Eh gw dan Yeni malah jadi dekat, dan terus bersahabat sampai sekarang. Kebetulan nasibnya sama. Sama-sama telat masuk kuliah, sama-sama nyablak, dan kayaknya sama-sama sering patah hati. Untunglah sekarang sudah ada yang bisa membuat hati Yeni berbunga-bunga melayang di angkasa😆

Satu minggu sebelum lamaran, Yeni udah wanti-wanti gw supaya datang ke acaranya itu. Katanya sih sengaja dibikin hari sabtu supaya gw bisa datang, karena kalo hari minggu gw kan harus balik ke Bandung. Padahal sih bukan karena itu, tapi karena hari minggunya itu giliran adik laki-laki Yeni yang melangsungkan pernikahan. Gak heran pas gw ketemu Dio, adiknya Yeni, dia keliatan agak-agak gelisah nervous gitu. Mulai keesokan harinya dia akan bertanggung jawab atas seorang perempuan! *tabuh rebana* *lempar buket bunga* *bakar petasan*

Seperti biasa, namanya juga tim geunggeus, jadi sebelum hari H pun gw, Vika, dan tentunya si calon manten udah heboh chatting di whatssapp. Mulai dari nanya warna busana yang bakal di pake calon manten, kompakan pake baju warna putih sama Vika, sampe ngingetin Vika buat bawa kipas karena udah yakin banget pasti pasti pasti bakal gerah banget.

Yeni: “Ukeee… hari sabtu jangan lupa bawa kamera yaaa…”
Gw: “Okeee”
Yeni: “Banyak makanan. Lo wajib dateng”
Gw: “Ada zuppa zuppa? Kebab? Domba maroko? Macaroni schotel?”
Yeni: “Lo kata kawinan?”
Gw: “Gak ada kue-kue pendahuluan?”
Yeni: ‘Buat lo gak ada”
Gw: Buset!”

Vika: “Yeni minta difotoin”
Gw: “Hah! Dia juga minta gitu sama gw. Udah setuju gw tulis di blog juga.”

Gw: “Yeni bilang gak ada kue-kue pendahuluan”
Vika: “Hah! Teman macam apa itu!”😆

Maka pada sabtu itu sampailah gw di rumah Yeni sekitar pukul setengah sepuluh pagi. Vika belum datang dan ternyata acara sudah dimulai!

Gw menemui Yeni di kamar.

Gw: “Kata lo jam 10?!”
Yeni: “Iya mereka datengnya kecepetan, terus mau langsung mulai. Masa’ gw larang?”
Gw: “Calon lo semangat 45 ya cuy”
Yeni: “Hah!”😆

Acara lamaran dibuka dengan sambutan-sambutan dari kedua belah pihak. Sementara gw berbagi tugas dengan Vika untuk dokumentasi. Gw di dalam ruangan dan Vika di luar. Tapi apa daya, keterbatasan peralatan yang didukung keterbatasan kemampuan membuat gw akhirnya hanya duduk di pojok ruangan bersama Dio sambil kipas-kipas. Alhasil, semua foto yang ada di postingan ini diambil dari kamera DSLR-nya Vika. Ketajaman gambar kamera saku dan DSLR memang beda ya:mrgreen:

orangtua yeni
Oom dan Tante yang tampak tegang

record
salah posisi
Salah posisi. Di belakang gw duduk Dio yang juga salah posisi dan akhirnya cuma bisa pasrah jongkok😆

Yeni, yang sudah rapih jali menunggu panggilan untuk keluar, tidak pernah lepas dari senyum bahagia dan cengiran khasnya. Ketika sampai pada bagian penyampaian maksud dan tujuan kedatangan sang calon suami, Yeni pun ditanya mengenai kesediaannya menerima sang calon. Pertanyaan disampaikan melalui ibunya Yeni, dan dijawab…

“Iya. Mau, katanya”

Dan setelahnya barulah Yeni keluar, duduk ditengah-tengah para ibu dari pihak keluarga laki-laki. Dilanjutkan dengan acara tukar cincin, dimana cincin pada sang calon suami disematkan oleh orangtua Yeni dan cincin pada Yeni disematkan oleh orangtua sang calon suami. Langsung deh, Yeni semakin sumringah. Senyumnya semakin lebar dan cengirannya tiada henti.

pasang cincin
Mamanya Yeni memasangkan cincin ke Mas Ari, calonnya Yeni

cincin yeni
Cakep yaaa cincinku…😆

cium mama mertua
Ciuman pertama dari calon mama mertua

Saat acara putri cincin yang ditukar ini, begitu banyak fotografer dadakan berkelebat dengan kamera dan blitz, membuat acara dokumentasi menjadi penuh perjuangan. Kebetulan, gw, Vika, dan teman-teman Yeni yang lain punya musuh yang sama saat ngambil poto: seorang cowok yang selalu bergerak ke manapun kamera kami bergerak sehingga pandangan pun tertutupi. Heh! Situ kreatip dikit kenapa, mas? Cari pojokan lain dong, cari angle lain!

Setelah tukar cincin, penyerahan bawaan, tiba waktu yang ditunggu-tunggu oleh gw dan Vika *Vika? Lo aja kali, Ke*:mrgreen:

Waktunya makaaaaannn!!!

Setelah makan siang dan para tamu mulai bubar, gw, Vika, dan Yeni duduk bermalasan di depan panci bakso.

the calon manten

Yeni: “Padahal tadi waktu ditanya mau atau gak, sempat pengen gw bercanda-in dulu tuh. Tadinya gw pengen jawab, diterima gak yaaaaa… tapi ngeliat muka orang-orang pada serius, jadi gak jadi deh”

:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

Well, Yeni, congrats anyway! Alhamdulillaah ada kemajuan dalam kelompok rempong geunggeus kita yaaa…😆

Who’s next?😉

yang antri
Gw atau Vika?

sisa dua ekor
“Saya nomor dua,” kata Vika. Ooh berarti gw duluan ya Vik? *disambit bumerang dari ostrali*:mrgreen:

tongki yeni oneng
Tongki dan Oneng mengapit Calon Manten

2 thoughts on “The Proposal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s