[Burg’O] Jepangnya Depok

Tiga post berturut-turut tentang kuliner! Gak heran pas ketemu, Vika langsung komentar, “kayaknya lo makin bulet, Ke,”:mrgreen:

Ceritanya kan gw masih terbawa-bawa suasana liburan ya, terus kesepian pula dan lagi ngerasa sepet banget sama kantor karena gw diperdaya sedemikian rupa hanya karena status gw yang masih anak bawang. Jadi lah gw menghubungi Vika ngajak-ngajak ketemuan, sampe maksa-maksa pula. Emang gw agresif sih orangnya😆
Gak mau tau pokoknya gimana caranya biar bisa ngumpul-ngumpul bareng plus si Calon Manten juga. Tapi tetep pake syarat tempat kongkownya gak boleh jauh-jauh, bahkan sekarang margonda pun gw anggap jauh. Bukan, bukan karena trauma sama kasus starbucks-meet up, tapi karena margonda itu innalillaahi macetnya, terutama pas wiken.
Nah pas banget nih karena ternyata yang mau ketemu bukan hanya gw, tapi Vika dan Calon Manten juga. Vika mau ngasih oleh-oleh, ceritanya. Dan mau balikin long john gw juga yang doi pinjem saat plesir ke ostraliyah.

In short, Vika ngajak nyoba tempat makan baru. Denger cerita dari beberapa orang, tempatnya cukup nyaman dan makanannya juga enak. Dan nilai tambahnya adalah, bukan di margonda dong. Lumayan, macetnya bisa diminimalisasi.

Burg'O at Siliwangi

Burg’O: Jepangnya Depok
Jl. Siliwangi No. 9
Dari arah Jl. Raya Bogor, sebelah kiri jalan setelah RS Hermina
Jam Operasional: 11:00 – 22:00 (malam minggu buka hingga pukul 23:00)

Burg’O ini terhitung baru. Tadinya tagline-nya itu ‘Hamburg & Sweets’, tapi sekarang ganti jadi ‘Jepangnya Depok’. Sebenarnya gw agak bingung dengan tagline-nya ini, karena ketika gw bolak-balik buku menunya, varian makanan yang ditawarkan gak segitu jepangnya. Gw gak melihat adanya sushi atau sashimi atau okonomiyaki atau dorayaki atau makanan jepang lainnya pada daftar menu. Kalaupun ada yang bernafaskan Jepang, itu adalah nasi goreng ayam ala Jepang alias Chicken Omrice [IDR 22.000] dan Chicken Teriyaki [IDR 23.000] untuk makanannya dan Aujiro Latte [IDR 17.000] untuk minumannya. Gw sendiri lupa untuk menanyakan apa itu Aujiro Latte, cuma kalo kata buku menunya sih termasuk recommended drink, selain Dreamy Sunshine in Burg’O [IDR 20.000], Passionade [IDR 21.000], dan Frappucino [IDR 23.000]. Dreamy Sunshine itu mix beberapa buah tapi bukan dalam bentuk juice, salah satunya pineapple, sementara Frappucino itu sendiri blended Arabica coffee. Nah kalo Passionade itu baru deh mixed fruits juice.

the menu

Masih dalam rangka bingungnya gw sama tagline –nya, gw pun mencari-cari apa yang dimaksud dengan Hamburg itu. Hamburger kah atau jenis steak kah?
Nah, berdasarkan googling singkat kecil-kecilan, diketahuilah bahwa Hamburg itu adalah salah satu makanan populer di Jepang. Akarnya memang makanan bule sih, yaitu Salisbury Steak. Nah si Hamburg Steak ini lazim disajikan dengan topping keju atau dikenal dengan nama chizuhanbagu, atau dengan kari ala Jepang.
Sementara di Burg’O, hamburg steak ini disajikan dengan umumnya 3 jenis saus yang bisa kita pilih. Gravy sauce yang kental dan gurih, sour onion sauce yang asam-asam segar, atau teriyaki sauce yang manis gurih. Padahal, penyajian dengan gravy sauce itu sendiri adalah penyajian Salisbury Steak di negeri asalnya alias di amerika sono. Jadi makin bingungin gak sih tagline-nya? Kayak kurang nendang gitu kan jepangnya…

Oke, sebagaimana namanya, Hamburg Steak ala Burg’O ini pun dibuat dari daging ayam dan daging sapi, jadi bukan sirloin atau tenderloin dan kawan-kawannya. Karena seperti daging cincang, steaknya pun sangat lembut dan empuk.

Ini langsung cerita-cerita aja, emang pesen apaan sih?:mrgreen:

Vika pesan ini:

Pichunotes' Hamburg Steak Cheese
200 gr Hamburg Steak Cheese with Gravy Sauce [IDR 33.000]

Calon Manten, karena lagi ngidam sosis, jadi mau yang ini:

Yeni's Hamburg with Sausage and Mozzarella Cheese
150 gr Hamburg with Sausage and Gravy Sauce [37.000], Mozzarella Cheese added on top [IDR 5000]

Dan gw yang datang paling belakang kebagian ini:

My Hamburg with Ebi-Fry and Mozzarella Cheese
150 gr Hamburg with Ebi-Fry and Gravy Sauce [IDR 37.000], Mozzarella Cheese added on top [IDR 5000]

Yang ketika sampai di meja langsung gw komentarin, “kecil amat ya Mbak, gak bisa diperbesar nih?,” dan langsung disambut senyum manis mbak pelayan nan ramah dan penawaran untuk ditambahkan mozzarella cheese on top-nya, yang tentu tidak gw tolak:mrgreen:
Omong-omong soal pelayanan, pramusajinya memang ramah dan cukup sigap. Makin jadi poin plus deh setelah tempat yang nyaman dan cukup asri, fasilitas wifi, dan area parkir yang luas. Area parkir ini pula yang jadi pertimbangan kenapa Burg’O gak buka di margonda.

Kembali ke hidangan, sebenarnya sih rasa makanan gw, Vika, dan Calon Manten itu sama. Pembedaannya cuma di side dish aja. Yeni dikasih sosis, gw dikasih ebi goreng, sementara Vika dari sononya udah dikasih lelehan keju mozzarella. Sayuran pendampingnya pun seragam, frozen veggie standar pendamping steak.
Dan yang jelas, rasanya enaaaaakkk. Ya menurut gw sih enak. Dagingnya lembut, empuk, juicy dan tasty. Gravy sauce-nya pun nikmat. Ebi gorengnya juga kerasa daging udangnya. Emang beneran udang berbalut tepung, bukan udang bertepung tebal. Worth trying, cocok buat kumpul keluarga atau kumpul sahabat. Gw sendiri udah ada niat mau balik lagi ke sini.

Untuk minumannya sendiri, pilihannya ada sejenis chocolate drink, kopi, milkshake, dan jus, selain yang udah gw sebutkan di atas. Tapi, demi nama kekompakan dan penghematan, kami bertiga kompak memesan refillable juice seharga IDR 12.000 yang bisa refill berkali-kali sampe mabok. Pilihannya ada orange juice, mixed fruit juice, iced tea, iced coffee, air mineral, dan satu lagi gw lupa. Rasanya? Ya standar jus kotakan di supermarket lah.

Anyway, seperti biasa lah ya, kapanpun kami kumpul-kumpul pasti lah saling bertanya kabar teman yang lain dan saling bertukar kabar pula. Random blabs sih pastinya, karena kami bertiga itu suka random, jadi kalo membicarakan sesuatu pasti loncat-loncat gak beraturan, ganti topik tiba-tiba dan tanpa arah. Tapi berhubung saat ini sudah ada satu calon manten diantara kami, maka kemarin topiknya pun bertambah. It was ‘how to have your JODOH immediately’ *maap capslock kepencet :mrgreen:*

Dan setelah ngobrol utara selatan timur barat, ternyata kami belum merasa kenyang. Maka dipesanlah Hamburger [IDR 23.900]. Lagi-lagi, gak ada perbedaan signifikan antara hamburg steak dan hamburger. Bedanya ya hamburger pake roti dan keju slice. Dan karena pesan hanya satu hamburger, gw pun meminta supaya si hamburger dipotong tiga. Sungguh kreatif!

the hamburger that just okay

Jadi, kenapa pake tagline ‘Jepangnya Depok’ itu mungkin karena mereka menyajikan Hanbagu alias Hamburg Steak yang ngehits di jepun. Tapi ya teteup IMHO sih akan lebih pas kalo mereka menyajikan pula hidangan lain ala negeri sakura, supaya gak keluar jalur ditengah-tengah menu salad, pasta, dan sandwich yang mereka tawarkan.

Next time, gw pengen nyoba dessert dan aujiro latte-nya ah!😉
Tentu, bayarnya pake Mandiri Card ya, biar dapet diskon 20%! Tinggal pilih, mau kartu debet atau kartu kridit:mrgreen:

Pichunotes and Calon Manten
Muka bahagia tapi ngantuk *karena dapet diskon 20% dan ditraktir Calon Manten, tapi masih jetlag*

4 thoughts on “[Burg’O] Jepangnya Depok

  1. yeni says:

    Seneng bgt bs ngobrol2 cantik bareng kalian. Sooo…rencana “tumbal” jadi terlaksana ga tuh? hahahaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s