Baralek Uda Muncak Sati

Once upon a time, gw pernah cukup dekat sama si cowok satu ini. Dia temen gw sejak SMA dan jadi akrab karena saat kuliahnya di FASILKOM dulu, dia harus melewati FH terlebih dulu. Sempat pengen gw comblangin sama salah seorang sahabat gw, apa daya tiada hasil. Waktu itu gw belum terlalu tau tentang kisah cinta dia. Lama-kelamaan gw pun tau, dan cukup mengerti akan keadaannya.
Tanpa dia mungkin tau, gw sebenarnya agak khawatir ketika gw harus berangkat ke negeri asing. Khawatir apakah dia bisa berubah atau gak dari keadaannya saat itu… sebagai salah satu teman *yang merasa cukup dekat* gw merasa… ya sayang aja gitu kalo dia terus-menerus berada di titik tersebut.

Ketika gw sudah kembali ke Indonesia, gw mendapati dia… ternyata masih terjebak dalam keadaan yang sama. Tapi gw gak bisa apa-apa toh… karena gw paham sepaham-pahamnya akan kondisi dia. Gw hanya tanya sana-sini aja gimana kabarnya.

Sampai beberapa hari yang lalu, dia mengirim pesan melalui facebook.
Agak mengejutkan, tapi ini kejutan yang sangat, sangat menyenangkan. Berita yang menghangatkan hati.

Gw ngobrol pendek sama dia. Mengenai teorinya, cita-citanya, mimpinya… yang semuanya tercapai. Sempat ada bagian yang membuat gw geleng-geleng kepala, dan berpikir mungkin emang tipikal cowok sana seperti itu… tapi gw sungguh berharap dia berubah.

Ketika gw hadir dalam resepsinya, rasanya masih biasa aja. Gw melihat dia dari jauh, dan dia juga melihat gw… kami saling melempar cengiran.
Tapi ketika gw berdiri tepat didepannya, ketika gw akan menyelamatinya, nafas gw tertahan.

Seandainya gw bisa, seandainya diperbolehkan, gw ingin sekali memeluknya.
Ada rasa haru, ada rasa bahagia, ada kelegaan yang luar biasa.

udoudobaralek
“Iyo, ambo Muncak Sati!” | saat pemberian gelar karena dianggap telah dewasa

Dan saat ini dia lagi hanimun ke Jepang.

Dan karena menghadiri pernikahannya, gw gak bisa hadir dipernikahan teman gw *dan temannya Mr. Engineer juga* *ini kenapa bawa-bawa Mr. Engineer ya :mrgreen:* yang diselenggarakan pada hari yang sama, di Bandung. Satu lagi, penyesalan gw adalah karena gw sampai saat ini belom punya kamera DSLR:mrgreen: jadilah fotonya seadanya aja yaaa… *yatapi mantennya juga ajojing terus sih, aing kan syusye ya qaqa ngambil gambarnya…*😆😆😆

Anyway, untuk Muncak Sati dan Nyonya,

Barakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair
“Semoga Allah memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu dalam keadaan harmonis, dan semoga Allah (tetap) memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu terjadi kerenggangan (terjadi prahara), dan semoga Dia (Allah) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”.

4 thoughts on “Baralek Uda Muncak Sati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s