[Sop Konro Marannu]

Sekitar dua hari sebelum datangnya Ramadhan yang lalu, seperti biasa gw dan rekan-rekan kerja mulai bingung mau makan apa karena bosan dengan makanan sekitar kantor yang itu-itu saja. Sekonyong-konyong tanpa diduga, si Papih datang ke ruangan kami dan mengajak makan diluar. Tanpa pikir panjang, kami langsung mengiyakan dan selanjutnya mengekor ke mana si Papih pergi.
Ternyata si Papih membawa kami ke tempat makan makanan dari daerah asalnya nun jauh di Bugis sana. Papih memang orang asli Makassar, dan hari itu manusia sekantor kekenyangan ditraktir masakan Makassar, plus dibekali satu porsi es pisang ijo masing-masing orang ketika pulangnya.

Baru pertama kali itu gw makan makanan Makassar, dan langsung terkesima dengan rasanya yang menurut gw… endang bambang gurindang mantab surantab. Belom lagi porsinya yang dalam penglihatan gw kala itu, sungguh memuaskan. Pendek kata, emejing lah:mrgreen:

Tapi karena gw bersenang-senang bersama kolega dan tanpa direncanakan sebelumnya, itu berarti gw gak bisa pepotoan. Dengan modus ini, gw pun kontek-kontek Neng Erma. “Ada makanan enak, deket Bawean. Coba yuk!”
Dan rencana itu akhirnya baru terlaksana beberapa hari yang lalu.

nyam theend tamat finish
Sisa-sisa kegarangan nyedot iga hingga titik bumbu terakhir

Saat gw dan Neng Erma sampai, langit masih terang. Masih sekitar 30 menit lagi menuju maghrib. Terletak di jalan Riau, berhadapan dengan CIMB Niaga, bersebelahan dengan Circle K, kurang dari lima menit berjalan kaki dari Taman Pramuka. Disebelah-agak menyerong-depannya ada tukang duren mangkal.

sop konro marannu
Sop Konro Marannu
Jl. Riau No. 189, Bandung
Tempat ini direkomendasikan sebagai tempat makan konro dengan cita rasa yang paling mendekati nikmatnya cita rasa asli kuliner Makassar. Siapa yang rekomen? Ya si Papih dan seorang notaris yang asli orang sana juga.
Jam buka mulai menjelang jam makan siang (sekitar jam sebelasan gitu…) sampe sekitar jam sepuluh malem, kalo gak salah…

owner supervised the cook
Dapurnya terletak dibagian depan. Lihat pojok kanan bawah, bapak-bapak yang lagi duduk itu dia owner-nya. Asli Makassar (kata anak buahnya)

inside marannu
Area makan. Sederhana, gak ada pemisahan smoking dan non smoking room.

Tanpa melihat menu *karena udah tau mau pesen apa*, gw dan Neng Erma langsung memesan masing-masing satu porsi konro bakar. Untuk minumannya tentu standar orang Indonesia, apapun makanannya minumnya tetap teh botol sosrooo… kami juga memesan seporsi es pisang ijo.

Sesuai dengan namanya, tempat ini memang gak menyediakan makanan Makassar sekomplit-komplitnya. Yang tertulis di daftar menu adalah Sop Konro [IDR 48.000], Konro Bakar [IDR 49.000], Coto Makassar [IDR 23.500], Mie Titi [IDR 29.000], Nasi Goreng Merah [IDR 28.000], Nasi Goreng biasa, Buras dan Ketupat [masing-masing IDR 2000/piece], dan ada lagi deh sedikit… akika lupita😆
Sementara untuk minuman khas Makassar tentu es pisang ijo [IDR 17.000] dan es palu butung gak boleh ketinggalan, dan satu botol teh sosro dihargai IDR 4500.
Oh tapi terinfo dari seorang rekan kerja lain yang juga berasal dari Makassar, yang bener-bener asli banget tradisional Makassar itu ya sop konro dan coto Makassar. Menurut dia, konro bakar itu hanyalah bentuk customized dari hidangan khas Makassar.

Oya, menu mereka tidak mencantumkan harga lho, harga-harga diatas gw dapatkan dari hasil interogasi berkelanjutan sama mas-mas pelayan di sana.
Selain soal harga, gw juga tanya-tanya soal makanan-makanan yang ditawarkan. Seperti misalnya, gw baru tau kalau nasi goreng merah adalah makanan khas Makassar. Sesuai namanya, nasi goreng tersbeut berwarna merah, yang didapatkan dari tomat, sehingga nasi gorengnya juga memiliki rasa asam-asam kecut manis selayaknya rasa tomat.

Terus, soal perbedaan es pisang ijo dan es palu butung. Secara umum kan sama-sama aja sebenernya mereka itu. Sama-sama pisang dikukus terus dihidangkan dengan bubur sumsum dan sirup, cuma kalo es pisang ijo sih pisangnya dibalut adonan tepung yang diberi pewarna hijau dan air daun suji, sementara pada es palu butung, pisangnya dibiarin ‘telanjang’ begitu saja. Tapi ternyata jenis pisang yang digunakan untuk kedua es itu yang berbeda.
Es pisang ijo menggunakan pisang raja, sementara es palu butung menggunakan pisang tanduk.

buras ketupat
Selama ini gw taunya ayam buras. Ternyata ada juga makanan yang judulnya buras. Ini dia, masih sodara sama lontong kayaknya ya…

Jadi Buras ini merupakan makanan khas Makassar yang sering dijadikan teman makanan berkuah seperti coto, sop konro, dan palubasa. Bentuknya mirip lontong, suma si buras ini lebih pipih dan kalo di Marannu ini sih kecil-kecil ukurannya.
Dan karena udah ada buras, gw dan Neng Erma gak pesen nasi. Lagipula makan konro bakar itu emang nikmatnya dengan diselingi makan buras yang dicelup ke dalam kuah konronya itu. Maaaaakkk… sumpah enak banget itu😆

Gak pake lama, paling sekitar 10 menit, pesanan kami pun datang.
Konro bakarnya masih tetap seenak pertama kali gw datang ke sini. Cuma kok gw merasa porsinya jadi lebih kecil dibandingkan makan rame-rame sama orang kantor itu. Kalo gak inget isi dompet rasanya mau deh nambah lagi:mrgreen:
Dan yang jelas, makan konro bakar begini gak nikmat kalo masih merhatiin table manner. Singkirkan pisau dan garpu, pake tangan aja terus tarik daging iganya sambil disedot-sedot tulangnya dan diseruput-seruput bumbunya. Superb bok! LEKKER!

Buat yang lagi ngidam konro bakar *yakalo ada* nih gw pajangin fotonya deh, mudah-mudahan sih bisa nahan… anggap aja latihan menahan hawa nafsu😆😆😆

epic konro bakar
THE MOUTHWATERING KONRO BAKAR! Kenikmatannya membuat gw dan Neng Erma mengurungkan niat untuk nongkrong sambil ngemut duren setelahnya *karena udah kenyang, puas bisa tidur sambil elus-elus perut*

Alhamdulillaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s