[DAKKEN] Coffee & Steak

beautiful dakken
DAKKEN, sekitar pukul 20:30

DAKKEN was on our top list and finally, mission accomplished! *tebar confetti*

DAKKEN Coffee and Steak

Sebenernya udah lama banget kan pengen main ke Dakken, tapi selalu aja jadwalnya nggak pernah match antara gw dan si Neng Erma, yang sekarang udah ganti kulit jadi Calon Mempelai Wanita *tembakan meriam 7 kali*
Biasalah ya, gilaran Neng Erma bisa, gw ketahan di kantor. Pas gw-nya sumangat, Neng Erma-nya ada kegiatan lain. Makanya pas akhirnya bisa janjian, langsung aja deh di gelar itu bachelorette party-nya.

Maka sampailah gw lebih dulu di Dakken ketika hujan rintik-rintik masih membasahi Bandung. Dakken terletak di Jl. RE Martadinata No. 67, persis di sebelah Cascade, berseberangan dengan julia’r, kuyagaya, dan shihlin. Konon, bangunan bergaya kolonial tempat Dakken berada ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Bandung, sehingga dipertahankan bentuk aslinya, yang pada zamannya mungkin berfungsi sebagai rumah tinggal.
Dakken memang memiliki banyak ruangan besar dengan dinding sebagai penyekat. Sepertinya ruangan-ruangan itu dulu mungkin berfungsi sebagai kamar-kamar, dan sekarang dengan adanya Dakken, berubah menjadi ruang-ruang privat untuk pengunjung yang datang berkelompok.

Karena gw cuma berdua sama Neng Erma, gw pun berjalan terus ke bagian belakang Dakken, mencari spot yang masih kosong. Dari bagian depan sampai belakang sudah penuh terisi pengunjung. Mungkin hujan membuat sore itu cukup dingin hingga banyak orang memilih melipir sebentar untuk menyeruput segelas kopi.

Gw memperhatikan sekeliling. Interiornya terasa hangat dan nyaman. Pencahayaannya redup, dan sofa-sofa empuk yang mendominasi ruangan membuat pengunjung betah berlama-lama duduk.
Teras belakang pun menyegarkan mata dengan rumput hijau dan pohon bambunya. Ada 3 gazebo bernuansa putih dipinggir halaman. Itu juga sudah penuh. Akhirnya gw duduk di dekat dapur. Para mahasiswa serius mengerjakan tugas mereka. Dakken memang terkenal sebagai tempat ngumpul, baik sekedar ngobrol, meeting, atau mengerjakan tugas. Ambience-nya memang sangat mengundang untuk merebahkan kepala diatas bantal kursi dan menyelonjorkan kaki.

backyard dakken

ambience inside

Nggak lama Neng Erma pun tiba, dan kami segera melihat-lihat buku menu.

menu

Dakken menawarkan cukup banyak pilihan makanan mulai dari appetizer hingga dessert, dimana hidangan didominasi citarasa barat. Untuk hidangan utama, misalnya, ada steak dan pasta. Sementara berbagai jenis cake ditawarkan sebagai hidangan pencuci mulut. Minumannya sendiri seperti biasa, ada kopi, teh, milkshake, dan jenis lainnya. Tapi ada juga pilihan beberapa menu asia. Sop buntut dan nasi goreng juga bisa dipesan disini.
Jagoan Dakken adalah kopi dan steak-nya. Namun kali ini kami ingin mencoba hidangan lain yang jarang-jarang ditemui.

crunchy caramel macchiato & dark chocolate iced cino
Crunchy Caramel Machiato IDR 18.000 & Dark Chocolate Iced Cino IDR 19.000 | karena Neng Erma berpuasa Tasu’a, jadi kami minta supaya minuman dikeluarkan lebih dulu. Crunchy Caramel Macchiato itu sebenernya macchiato yang dikasih cream dan cacahan kecil caramel. Awalnya terasa manis banget! Eh ternyata ya karena belum diaduk:mrgreen: enak sih rasanya, gak kopi banget dan cacahan karamelnya bikin kita ngerasa krenyes-krenyes kayak lagi makan permen yang meledak di dalam mulut itu lho *eh* Sementara Dark Chocolate Iced Cino itu sebenarnya mochaccino atau cappuccino *lupa* yang diblend sama cream dan dark chocolate. Menurut gw sih lebih enak Crunchy ya. Dark chocolate di Iced Cino itu gak kerasa banget.

cheese churros
Cheese Churros IDR 20.000 | Shredded cheddar, cream cheese dip. Ini salah satu appetizer yang kami pesan. Beda dengan churros yang pada umumnya berbentuk panjang kayak cakwe *eh*,Cheese Churros punya Dakken ini dibentuk benar-benar seperti arti namanya, ya itu berbentuk donat. Hanya si churros ini adalah donat yang lebih keras dan renyah dibandingkan donat biasa. Sementara dip-nya, biasanya churos kan pake hot chocolate atau café au lait sebagai dip-nya. Kali ini yang jadi dip-nya adalah cream cheese yang sangat creamy dan kerasa banget gurih kejunya.

mushroom fritters
Mushroom Fritters IDR 25.000 | Mozzarella stuffing, garlic cream sauce. Selain cheese churros, gw dan Neng Erma juga memesan jamur goreng yang diisi keju mozzarella didalamnya ini sebagai appetizer. Disajikan dengan garlic cream sauce sebagai saus pendamping, gw sukaaaaa gorengan ini:mrgreen: karena yaaa terdiri dari dua hal yang memang gw suka: jamur dan keju. Enak dimakan panas-panas, kejunya melted *yum*

spaghetti bolognaise
Spaghetti Bolognaise IDR 30.000 | Al dente spaghetti, traditional bolognaise meat sauce, shaved parmesan. Ini hidangan utama pilihan Neng Erma karena… karena ini makanan kesukaannya. Hihihi… dan menurut Neng Erma, rasanya ya seperti rasa spaghetti bolognaise pada umumnya *tepuk tangan untuk Neng Erma* Enak, tapi nggak istimewa. Enak, tapi masih lebih enak spaghetti-nya Brussel Spring. Maaf ya Dakken, ini pengakuan jujur konsumen lho😉

lasagna smoked beef & cheese
Lasagna Smoked Beef & Cheese IDR 30.000 | Fresh pasta, smoked beef strips, béchamel, melted mozzarella, parmesan. Nah yang ini pesenan gw karena… karena gw pecinta lasagna. Dan karena steak mihil boookk… jadi pesen pasta aja ya:mrgreen: Pandangan pertama, wuiiiiihhh porsi besar nih. Suapan pertama… baru kali ini gw makan lasagna yang sangat sangat sangat… lembek. Jadi kayak makan bubur tapi lebih solid sedikit gitu lho. Dan sangat sangat creamy. Mungkin creamy dan lembeknya itu karena pake béchamel sauce alias white sauce ya. Béchamel sauce ini katanya dibuat dari butter sebagai bahan utamanya dan merupakan salah satu saus utama dalam kuliner prancis, dan konon digunakan pada resep orisinil lasagna. Pantaslah lasagna gw ini sangat creamy, buttery. Lasagna gaya béchamel ini merupakan hal yang baru bagi gw, dan it tasted good so yes, gw menikmati setiap sendok suapannya.

All in all, hidangannya enak-enak walaupun tidak istimewa. Ditambah ambience dan interior yang apik menarik ciamik, the price *with 10% tax and 5,5% service charge* sungguh worth the price. Gw mau deh balik lagi untuk mencoba appetizer yang lain beserta steak-nya. Oya, gw dan Neng Erma nggak coba cakes-nya karena semua cakes yang ditawarkan punya kandungan rhum didalamnya.

Bachelorette party kali ini bener-bener diisi dengan ngobrol panjang ngalor-ngidul dengan Neng Erma, sampai-sampai ketika kami menyudahi kunjungan, Dakken sudah sepi dari pengunjung. Tapi itu poin keberuntungan gw karena akhirnya gw bisa bebas mengambil gambar disetiap sudut, sampe ke toilet-toiletnya juga! Karena, surprisingly, mereka punya toilet bersih dan nyaman. Bukan cuma itu, toiletnya pun diberi sentuhan cantik. Suatu hal yang jarang dimiliki café-café. Seneng deh kalo banyak cafe antik cantik begini😉

DAKKEN toilet
Special pictures of the restroom! Lampunya lucuuu… terus itu foto hitam putih dipasangnya di dalam bilik toilet lho, seriously.

Dan, nilai tambah lainnya, mushalanya *yang terletak di dekat parkiran motor* walaupun kecil, tapi cukup bersih. Satu-satunya mukena yang tersedia pun wangi.

welcome to dakken

mirror

dakken inside

family room

inside dakken

to the backyard

mushroom fritters & cheese churros
Cheese Churros and Mushroom Fritters taken by Calon Mempelai Wanita

Gw dan Neng Erma memisahkan diri di depan BIP, diiringi doa dari Calon Mempelai Wanita yang akan melangsungkan pernikahannya minggu pagi besok *in syaa Allaah ya bok*

“Semoga cepet ketemu tambatan hati ya”
“Lho, kalo tambatan hati kan akyu udah punyaaa”
“Eh… maksudnya yang nggak bertepuk sebelah tangan…”

Makjleb! *langsung kirim pelet pake FedEx*😆😆😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s