[Le Marly]

Kami berpelukan ketika bertemu. Rasanya seperti sudah lamaaaaa sekali tidak berjumpa, padahal mungkin baru satu bulan yang lalu kami terakhir bertemu. Tapi ini pertama kalinya kami bertemu lagi sejak dia menikah. Dan bahkan sebelumnya, saat gw mendengar kabar darinya bahwa dia akan segera menikah, gw sudah menyadari sepenuhnya, waktu kami untuk bermain bersama akan jadi sangat sangat sangat berkurang atau mungkin juga hilang. Pelan-pelan, gw merasa ketakutan itu menjadi kenyataan. Dan karenanya gw menahan diri untuk tidak menanyakan kapan kami bisa bertemu karena gw khawatir kecewa kalau ternyata dia tidak bisa.
Maka ketika pagi hari sebelum berangkat gw membaca pesan darinya, gw langsung menyanggupi. Sore hari sepulang kerja, setelah kembali sebentar ke kos, gw pun berjalan ke jalan veteran dengan diiringi rintik hujan, dan kemudian menaiki angkot hijau jurusan sadang serang, dan turun persis didepan masjid istiqomah.

***
Kesannya gw shalihah banget ya, mainnya ke masjid😮
Padahal tujuan utamanya terletak tepat di depan masjid, lebih tepat lagi di jalan citarum nomor 70. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya gw ke sini. Tapi gw nggak bawa kamera ketika kunjungan perdana itu, apalagi perginya pun sama rekan-rekan kerja. Jadi diniatin lah, harus ke sini lagi. Alasannya dua; makanan dan minumannya enak-enak dan interiornya keren banget. Bagi fotografer amatir macam gw yang hanya bisa menghasilkan foto ciamik kalau objek fotonya juga cantik, ruangan yang ditata apik menarik sungguh sangat penting untuk bisa pamer foto yang lumayan kinclong dimari:mrgreen:

***
Sambil menunggu yang ditunggu datang, gw pun berkeliling sambil sibuk mengarahkan kamera ke sudut-sudut yang menarik perhatian. Para pelayannya sungguh baik dan ramah. Mereka sepertinya memahami kenorakan gw meneliti tiap sudut, dan hanya mengangguk sopan sambil melempar senyum saat gw asyik beterbangan ke sana kemari.

Le Marly ini memang cantik sekali. Didominasi warna bumi seperti coklat, merah bata, hijau, dipadu kursi kayu bercat putih bergaya shabby chic dan sofa empuk, interior ruangan ditata sangat nyaman, membuat pengunjung betah berlama-lama.
Pertama kali melangkah masuk, kita sudah bisa melihat dapur tempat para koki menyediakan hidangan. Konsepnya memang open kitchen, dan konsep ini disajikan dengan baik sekali karena terpadu dengan ruang makan tapi nggak bikin suasana makan jadi terganggu.
Sebagian dinding ruangan dihias dengan botol-botol minuman yang ditata sedemikian rupa hingga tampil menarik. Sebagian lagi digunakan untuk menaruh peralatan-peralatan dapur, ditata semenarik mungkin. Selain peralatan dapur, ada juga botol-botol selai, minuman kaleng, bahkan kue-kue kering yang dijual juga dijadikan pemanis ruangan. Ada juga quotes yang dipajang di dinding, bahkan ada peta jalur metro kota paris dipasang disana. Keren dan niat banget deh desainnya! Kalo nggak inget batere kamera yang udah kelap-kelip sakaratul maut, rasanya gw masih akan lompat sana lompat sini untuk mengabadikan tempat yang satu ini.
le marly inside

le marly inside 2

le marly inside 4

le marly inside 5

le marly inside 3

***
Menjelang maghrib, yang ditunggu tiba. Dan kami berpelukan erat, seperti bertahun-tahun tak bersua.
Langsung melihat-lihat menu yang memang sudah disiapkan di meja sejak gw datang. Pada papan menu tertulis hanya makanan.

menu

Menu minumannya mana?
Satu lagi yang unik nih. Pilihan minuman ditaruh di botol minuman yang ada diatas meja. Kreatif deh! Kepikiran aja gitu bikin menu misah-misah gini.

Senada dengan namanya, Le Marly menyediakan menu ala western, mulai dari salad, sup, pasta, pizza, hingga pancake dan waffle. Menu nasi ada, tapi tetap dalam citarasa barat alias disajikan dalam bentuk butter rice dengan berbagai pilihan topping. Sementara untuk pilihan minuman didominasi oleh banyaknya pilihan mojito, kopi, dan milkshake.

Kamipun memesan beberapa makanan yang disebut-sebut sebagai chef’s recommendation. Sambil menunggu pesanan datang, kami bergantian shalat maghrib.

***
Bertambah lagi nilai plus Le Marly. Setelah interior yang menawan, toiletnya ternyata cukup bersih *walaupun nggak ada tisu ya* dan yang lebih penting dari itu, mereka menyediakan mushala. Padahal mereka terletak tepat di depan masjid, tapi mereka tetap menyediakan mushala dan yang bikin gw kaget-kaget bergembira nih, mushalanya nyaman banget! Ada tempat wudhunya yang bersih dan tak berbau, mushala yang cukup luas, sajadah yang bersih dan empuk, perlengkapan shalat yang wangi… baru kali ini ada café dengan mushala yang patut diacungi jempol. Ini poin plus banget, terutama buat gw yang ribet kalo udah urusan shalat. Memang deh ya, orang itu kalo mau bikin usaha, nggak boleh tanggung-tanggung. Harus fokus *kenapa gw pilih kata-kata ini sih?*, total, total, dan total.

***
Please take a note: all price are subject to 15% tax and service charge

our dinner
Pizza Bianchi Russo IDR 43.000 – smoked beef, beef sausage, pineapple, mushroom, mozzarella | Butter Rice IDR 39.000 – with prawn and dori fish in pesto
Satu loyang pizza terdiri dari 8 potong pizza tipis yang renyah dengan topping melimpah. Puas deh makannya karena bukan kenyang makan tepung tapi kenyang makan topping. Sementara butter rice-nya itu rasa ‘creamy’-nya seolah meleleh di lidah tapi nggak bikin eneg. Gurihnya pas, nggak berlebihan. Paduan yang oke banget dengan udang dan ikan dori-nya. Dan rasanya? Dua-duanya enak! Suka suka sukaaaaa!!!

nutty hazelnut and peach mojito
Cold Coffe – Nutty Hazelnut IDR 23.000 | Peach Mojito IDR 23.000
Siapa pesen apa udah bisa ditebak dong ya… gw pasti pesan kopi, biarpun gw udah ngopi pas pagi hari di kantor, tapi pembelaan gw bahwa gw puasa keesokan harinya jadi dasar pembenar gw untuk minum kopi LAGI dalam satu hari yang sama. Dan gw suka suka sukaaa Nutty Hazelnut ini. Kombinasinya *walaupun gw nggak tau kombinasi apa aja* rasanya pas banget. Nggak terlalu ‘kopi’, rasa manis yang pas, rasa ‘creamy’ yang nggak bikin eneg, rasa dan aroma kacang yang lembut… kekurangannya cuma satu; kurang banyak!😆
Sementara Peach Mojito-nya, kata si pecinta mojito, pun enak. Untuk mojito, pengunjung bisa memilih apakah buahnya mau diblended atau disajikan utuh. Ngaruh soalnya… ngaruh ke harga:mrgreen: buah yang disajikan utuh dihargai lebih mahal. Contohnya si Peach Mojito ini, yang peach-nya diblended dihargai IDR 20.000 saja.

nutty green tea pancake
Nutty Green Tea IDR 28.000 – pancake or waffle, nutty, green tea sauce, green tea ice cream
Ini dessert yang ketika dihidangkan oleh sang pelayan, membuat dahi kami berkerut karena antara tampilannya dan warna piringnya itu… nggak matching! Penting ya? penting dooooonnngg…
Dengan warna hijau es krim green tea bertabur almond dan sejumput nutella, kenapa disajikan diatas piring berwarna biru begini sih?
Kenapa bukan piring berwarna baby pink, atau warna khaki, atau warna putih sekalian?
Anyway, es krim green tea-nya sih green tea abis lah, ya aromanya, ya pahit-pahitnya… pas di lidah ketika dipadu dengan nutella. Sayangnya, pancake kurang lembut.

Selain yang kami pesan itu, menu Tarantasca dan Creamy Caramel juga nggak kalah enak. Tarantasca itu semacam fettucine carbonara, kayak saudara kembar gitu lah. Sementara Creamy Caramel cocok bagi pecinta kopi dan pecinta yang manis-manis. Gw suka sih creamy caramel, tapi somehow rasanya terlalu manis aja buat gw. Kalo bicara preferensi, gw lebih memilih Nutty Hazelnut daripada Creamy Caramel.
Oiya, untuk Tarantasca dan Creamy Caramel nggak ada fotonya karena… ya yang tadi gw bilang di paragraf awal.

***
Kesimpulannya?
Harga bolehlah disebut premium, tapi it really worth every penny kok. Good food, good interior, good ambience, quite nice restroom, and surprisingly clean and neat mushala… Le Marly is very much recommended!

***
“Udah hamil belom?”
“Rasanya aneh, Ke, ngomongin hamil sama dirimu. Soalnya kalo lagi bareng gini aku tuh berasanya masih single aja. Padahal udah nggak perawan”
*eh*

Jadi, ke mana kita berikutnya, Neng Erma?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s