[Gampoeng Aceh]

Ada yang kangen sama gw setelah beberapa tulisan terakhir mostly gw protect? Nggak ada? Ya nggak apa-apa juga sih… *terpuruk*
Tapi mari bersyukur, gw akhirnya bisa kembali menulis setelah akhir-akhir ini merasa sangaaaaattt…terkuras habis energinya hilang moodnya terbang semangatnya dan pengennya cuma meriksa dokumen-dokumen trus leyeh-leyeh begitu sampe kos *lirik si Bapak* *abaikan*:mrgreen:

***
Awalnya, senin pagi menjelang siang, gw menghubungi seorang rekan sesama caleg dari partai dugem alias dunia gembul alias lagi dudul & gembira *krik krik krik*. Seperti biasa kalo lagi sok sedih, gw langsung cari teman untuk melampiaskan perasaan yang berkecamuk di hati *eciyeciyeee*.
Btw kenapa gw sedih lo tanya?
Gara-garanya di senin pagi itu terjadilah sesuatu peristiwa yang membuat gw bersenandung, “and you treat me like a stranger and that feels so rough…” sambil sesegukan di kubikal. Ujung-ujungnya ketebak kan, gw pun whatsapp Neng Erma.
“Cuuuyy… gw lagi sedih nih. Mabok-mabokan yuk!”
Neng Erma yang tumben-tumbennya lumayan prompt response dalam membalas whatsapp pun mengusulkan hari kamis sebagai hari mabok-mabokan. Tentu gw setujui seketika.
“Cucok bo! Kamis Bapake nggak ada” *tipikal karyawan teladan*:mrgreen:

Tapi karena gw ‘cheap and freak and obvious like that’, masih dalam hari yang sama gw kembali bergembira. Walaupun rabu pagi menjelang siang, hati gw kembali drop, tapiiiii ya karena gw ‘cheap and freak and obvious like that’, rabu sore gw kembali cerah ceria.
Ditambah lagi, kamis siang gw berhasil menelepon si Papih. Padahal kangen juga nggak sih😆 *denial* *nooo!!!*

Daaann karena lagi seneng, rencana mabok-mabokan pun berubah menjadi… mabok-mabokan karena lagi gumbira *eh* dan dengan jumawanya gw berkata pada Neng Erma, “on me ya!”, hanya untuk menemukan setelahnya, tempat yang kami tuju… tutup!!!😆

Stick to our itinerary, kami pun mampir ke riau junction. Neng Erma mencari baju, sementara gw karena lagi ganjen dan lagi niat melet orang, ended up dengan kantong etude house ditangan.
Lihat-lihat foodcourt-nya, kayaknya kok tidak memancing salero basamo. Akhirnya Neng Erma mengusulkan agar kami makan di…

???????????
Gampoeng Aceh
Jl. Ir. H. Djuanda No. 37 Dago
Salah satu yang kami incar sejak lama sebenarnya, hanya saja entah kenapa selalu disalip oleh tempat makan lainnya dan malah keduluan nyicipin Kedai Aceh Cie RASA Loom

Gampoeng Aceh didesain semi terbuka, tampak mukanya memperlihatkan berderet-deret meja dan kursi yang disediakan bagi pengunjung untuk menyantap makanan. Kursinya seperti kursi-kursi di pesta pernikahan; kursi besi dengan bantalan merah. Nama sebuah produk rokok terpampang besar-besar di beberapa bagian dinding. Sepertinya tidak ada pemisahan bagian smoking dan non smoking, karena kami melihat beberapa pengunjung bebas merokok dimanapun. Hampir sama dengan Kedai Aceh Cie RASA Loom, interior Gampoeng Aceh didominasi warna merah dengan cahaya temaram.
???????????
???????????

Neng Erma memutuskan untuk memesan Mie Rebus Biasa [IDR 15.000] dan segelas Es Timun [IDR 9.000] kesukaannya. Sementara gw memesan Mie Goreng Biasa [IDR 15.000] dan segelas Teh Tarik dingin [IDR 15.000]. Tadinya kami ingin mencicipi cane durian, sayang saat itu segala sesuatu yang mengandung durian sedang habis. Akhirnya kami memesan Cane Keju Susu [IDR 20.000] sebagai selingan.
???????????
???????????
???????????
???????????

Entah karena kami saat itu sangat lapar atau memang citarasa hidangan yang disajikan memang enak, tapi baik gw maupun Neng Erma merasa makanan dan minuman yang kami pesan sungguh pas rasanya di lidah kami. Bumbu mie rebus dan mie gorengnya pas, rempahnya terasa dan pedasnya menyatu dengan baik. Sementara es timun dan teh tarik dingin pun sungguh menyegarkan dahaga. Tidak terlalu manis, tidak terlalu machtig… gw memang menyukai teh tarik dingin yang light, yang tidak terlalu pekat rasa susunya.
Jangan ditanya mana yang lebih enak, Kedai Aceh Cie RASA Loom atau Gampoeng Aceh, karena kami sudah lupa citarasa di tempat yang pertama.
Gw cuma bisa bilang, gw dan Neng Erma suka dengan Gampoeng Aceh ini. Makanan dan minumannya pas dengan indera pencecap kami, porsinya pas tidak kurang dan tidak berlebih, harganya bersahabat dan tanpa pajak. Mengenai tempatnya? Yah… ini kan bukan café tempat nongkrong berlama-lama, jadi interiornya pun seadanya. Selama bersih sih gw nggak masalah.

Ow… hampir lupa satu hal.
Cane Keju Susu-nya punya tampilan yang sama dengan cane keju susu di Kedai Aceh Cie RASA Loom. Sama –sama diberi topping keju cheddar parut dan didampingi satu gelas kecil seukuran gelas sloki berisi susu kental manis. Hanya saja, topping keju di Gampoeng Aceh lebih murah hati, dan kami lebih menyukai Cane Keju Susu keluaran Gampoeng Aceh daripada yang kami coba di Kedai Aceh Cie RASA Loom.
???????????
***
Seperti biasa, acara mabok-mabokan selalu kami isi dengan bertukar cerita. Dan saat itu *sampai sekarang juga sih* gw sedang semangat-semangatnya berceloteh tentang apa-apa yang baru dalam hidup gw. Dan itu membuat Neng Erma melontarkan pernyataan yang membekas di pikiran gw.

“Aku senang melihat kamu sedih bukan karena dia, Ke”

Super sekali, Neng Erma!

Tapi tapi tapi…
Ini sedihnya lebih nggak bener lagi, Maaa!!!:mrgreen:

4 thoughts on “[Gampoeng Aceh]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s