[Warung Pasta]

Sekonyong-konyong tanpa ada api ataupun asap, Neng Erma menghubungi gw dan mengajak bertemu. It was a surprised to be frank, karena gw melihat si Neng yang satu ini bagai tenggelam dalam indahnya mahligai cinta setelah berstatus sebagai istri orang *dikekep Neng Erma*
Neng Erma bilang mau traktir, tentunya penawaran ini pantang ditolak dong. Setelah ada titik temu, pada hari yang ditentukan gw pun melenggang tenggo dari kantor. Dan dari kata-kata ‘tenggo’, bisa ditebak ya kalo saat itu si Bapak tentu tak nampak kehadirannya di kantor *sungkem sama Bapake*:mrgreen:

Ini kesannya kok kayak gw nggak bisa keluar kantor sesuai kontrak kerja ya selama si Bapak ada di tempat? Hmm… ya sebenernya bisa nggak bisa sih. Dan banyakan nggak bisanya karena, seperti yang pernah gw tulis beberapa waktu lalu, entah kenapa di zaman Sang Pemimpin Muda yang konon hanif ini kok rasanya seluruh perhatian dan pikiran gw tersita ke pekerjaan, seolah-olah tiba-tiba gw ditimbun dokumen-dokumen dan rapat-rapat yang tak berkesudahan. Maka ketika si Bapak out of office, gw kadang turut melemaskan otot sejenak.

***
“Ke Warung Pasta aja ya,” Neng Erma menentukan tujuan. Maka gw pun menyetop angkot Kalapa-Dago dari perempatan karapitan, dan turun tak jauh dari Warung Pasta. Ketika sampai, Neng Erma ternyata sudah menunggu di meja dekat toilet *penting ya penting ditulis*😆

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami ke sini, tapi baru kali ini berkesempatan mengabadikan dalam bentuk gambar sehingga akhirnya yaaa akhirnya bisa mejeng di blog *penting banget emang*:mrgreen:
menu warung pasta

Neng Erma memesan Baked Meat Lovers ukuran medium dengan pilihan pasta penne, sementara gw memesan Mac n Cheese. Salah satu keunikan makan di Warung Pasta memang pengunjung bisa memilih jenis pasta yang akan digunakan dalam olahan dan ukuran porsi itu sendiri, ada yang medium atau bisa juga pilih large. Tapi dalam kasus gw kali ini, karena gw memilih Mac n Cheese, ya jenis pastanya nggak bisa dipilih lagi karena udah disesuaikan dengan judul makanan, yaitu macaroni.
Untuk cemilan bersama, kami memilih BBQ Crusty Pizza, homemade pizza dengan adonan roti yang tipis dan topping yang cukup crunchy, dan Durian Calzone sebagai pencuci mulut.

erma meatlovers
my mac n cheese
Atas: Baked Meat Lovers-Penne [IDR 25.000, medium size], konon pasta yang dipanggang bersama saus daging, sosis, dan smoked beef. Menurut Neng Erma, rasanya lebih gurih dan lebih ‘ramai’ daripada Bawah: Mac n Cheese [IDR 33.500], pasta yang dicampur dan dipanggang bersama smoked beef, sosis, keju cheddar dan mozzarella. Mac n Cheese sangat ‘keju’ dan ‘creamy’.

beverages and the pizza
Our drinks: Lemon Mint Splash [IDR 17.500], frozen mix dari jus lemon, daun mint, dan es. Banana Milkshake [IDR 15.000]. Entah kenapa setiap kali ke Warung Pasta, gw selalu memesan Banana Milkshake ini. Buat gw rasanya pas, nggak terlalu manis dan rasa pisangnya juga nggak terlalu berat.

bbq crunchy pizza
durian calzone
BBQ Crusty Pizza [IDR 29.900] yang jadi cemilan kali ini adalah thin pizza dengan topping daging ayam asap dicampur saus bbq dan sedikit keju cheddar dan mozzarella sebagai taburan penambah gurih cita rasa. Rasanya average, not that good tapi acceptable. Sementara Durian Calzone [IDR 19.500] si pencuci mulut adalah calzone yang divariasikan lain. Kalau biasanya kita mengenal calzone dengan isi daging atau sayur, kali ini vla durian yang jadi jagoannya. Dan ketika gw bilang ‘vla’, rasanya memang seperti kue sus, lezat daging duriannya kurang terasa. Jadi kayak makan kue sus biasa dengan vla durian.

Varian lain dari calzone yang ditawarkan adalah Cheese Calzone [IDR 21.000]: pastel panggang isi keju cheddar, mozzarella, dan cream cheese. Pertemuan berbagai jenis keju ini membuatnya terasa sangat ‘creamy’, sangat ‘keju’, tapi juga ‘plain’ di satu sisi. Dan… walaupun terlihat ‘gemuk’ seperti ini, tapi sesungguhnya si Cheese Calzone ini sangat ngempos.
cheese calzone

Ngomong-ngomong, selain salad yang biasa jadi hidangan pembuka, boleh juga dicoba Cheese Ball [IDR 15.000]. Satu porsi Cheese Ball terdiri dari 3 buah nasi yang dibentuk seperti bola, digoreng dengan tepung panir, dengan isi keju mozzarella yang meleleh di dalam.
cheese ball

Well then, menurut gw rasa dan harga yang ditawarkan Warung Pasta berada dalam garis lurus yang seimbang, dalam arti, rasa yang ditawarkan cukup sesuai dengan harga yang dipatok. Dengan harga yang sepertinya disesuaikan dengan kantong mahasiswa, pengunjung juga jangan berharap terlalu banyak lah atas rasa yang tersaji. Poin pentingnya kan tetap tercapai kalo menurut gw sih… bisa kumpul berlama-lama bersama sahabat dan teman, entah sekedar cerita atau mengerjakan tugas, ditemani makanan dan minuman dengan rasa yang lumayan dan harga yang nyaman di dompet masing-masing. Apalagi, Warung Pasta sepertinya sering juga mengadakan program promo. Guess that’s enough?

Oiya… dapet salam dari Manten Baru😆
???????????

6 thoughts on “[Warung Pasta]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s