Hong Kong: A Dream Comes True?

Hampir setahun yang lalu, kira-kira di pertengahan tahun 2013, seperti biasa gw mulai rajin mencari informasi libur nasional dan cuti bersama untuk tahun berikutnya. Informasi sudah ditangan: gw mengincar cuti di akhir Mei 2014 karena ada 2 libur nasional yang selang-seling. Tak berapa lama kemudian Garuda Indonesia mengadakan Travel Fair pada September 2013.

Saat hadir pada travel fair itu gw sempat galau, maju mundur mau beli tiket atau tidak, apalagi saat itu tiket Jakarta – Seoul round trip dibandrol di harga USD 478 saja. Terbilang murah untuk maskapai full service seperti Garuda. Tapi cita-cita gw adalah melakukan perjalanan ke Seoul pada musim gugur, atau setidak-tidaknya pada musim semi, karena Seoul paling indah pada musim gugur, menurut gw. Musim semi, masih bolehlah untuk menikmati mekarnya bunga sakura.

Tempat lain yang cukup menggoda adalah Hong Kong. Gw berusaha menghubungi Neng Erma, tapi dia dengan penuh keyakinan berkata, bahwa pada Mei 2014 nanti dia sedang hamil, jadi tidak mungkin berpetualang bersama gw. Padahal saat itu dia menikah pun belum, tapi benar omongan itu doa. Saat ini Neng Erma sedang mengandung anak pertamanya dengan usia kehamilan memasuki bulan ketiga.
Maka gw pulang dengan tangan kosong tanpa tiket, hanya membawa berbagai brosur tempat-tempat wisata, dan di rumah keinginan gw untuk plesir ke Hong Kong semakin kuat.

Setelah berpikir cukup lama, gw memutuskan untuk membeli tiket promo Garuda. Akhirnya tiket Jakarta – Hong Kong round trip untuk penerbangan 25 dan 29 Mei 2014 seharga 367 USD berpindah tangan. Setelah itu, gw menutup telinga dari iklan-iklan penerbangan promo, itinerary juga terlupakan, tak tersentuh hingga hari keberangkatan semakin mendekat.

***
Menjelang keberangkatan, load pekerjaan tiba-tiba menggila. Bapak menginginkan seluruh legal review diselesaikan selambat-lambatnya pada akhir Mei, dan menolak memberikan perpanjangan penyelesaian review. Akhirnya satu minggu sebelum keberangkatan, gw bekerja lebih giat daripada biasanya. Datang jauh lebih awal dan pulang lebih malam, pokoknya dokumen-dokumen yang masuk ke gw harus selesai gw periksa sebelum berangkat. Soal rekan-rekan yang belum menyerahkan dokumen ke gw, itu perkara lain. Yang penting gw berusaha menyelesaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawab gw. Dan di waktu istirahat, gw berjibaku dengan itinerary.
Alhamdulillah, review bisa diselesaikan tepat pada Jumat sore. Bapak pun *sepertinya* bisa menerima kenyataan bahwa ada rekan-rekan yang belum siap dokumennya *dan gw tidak bisa disalahkan atas hal itu karena gw sudah woro-woro mengenai legal review ini sejak awal April*
Gw pun pamit dengan senyum mengembang.

***
Minggu, 25 Mei 2014, gw berangkat pukul 5.15 menuju pool DAMRI di Pasar Minggu dengan menggunakan taksi. 40 menit perjalanan, dan bus DAMRI yang akan membawa gw ke Bandara Soekarno Hatta sudah terlihat di pinggir jalan raya Pasar Minggu, tidak jauh setelah pintu keluar terminal Pasar Minggu. Tepat waktu. Tidak sampai lima menit, bus melaju ke tujuan. Satu jam kemudian gw sudah beredar di Terminal 2 bandara.

Setelah menghabiskan hot chocolate Dunkin untuk menghangatkan perut yang berbunyi, gw memulai prosesi check in *tak lupa meminta kursi di dekat jendela*, drop baggage, imigrasi, bea cukai, dan boarding. Waktu menunjukkan pukul 8.30 dan boarding room masih sangat sepi. Ini gw manfaatkan untuk mengunjungi tandas. Sepertinya ada sedikit perbedaan antara toilet untuk penerbangan domestik dan luar negeri. Toilet penerbangan luar negeri lebih bersih hingga rasanya pun lebih nyaman.

Pada jadwal tertera pesawat akan terbang pukul 10.10. Kenyataannya pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 0860 baru benar-benar lepas landas mendekati pukul 10.30. Awalnya, gw menikmati penerbangan selama 5 jam itu dengan mengagumi awan, langit, dan tentu saja pesawatnya *berikut orang-orang yang membuat pesawat, tentu saja*
Lama-kelamaan gw mulai bosan dan kegiatan pun beralih dengan tidur, membaca apapun yang bisa gw baca, tidur lagi, makan ketika makanan tiba, ngobrol-ngobrol singkat dengan penumpang disebelah gw, tidur lagi, dan terbangun ketika pesawat mulai menurunkan daya jelajahnya. Pilot mengumumkan, cuaca saat itu cerah dengan temperatur 33 derajat celcius. Langit Hong Kong pukul 16.00 sore itu memang tampak biru dipenuhi awan.

hong kong from up above

hong kong from up above 4

hong kong from up above 2

hong kong from up above 3
Selamat datang di Hong Kong!:mrgreen:

Pengeluaran:
– Tiket Jakarta – Hong Kong round trip USD 367
– Taksi rumah ke pool DAMRI Pasar Minggu IDR 65.000
– DAMRI ke Soetta IDR 30.000
– Airport tax IDR 150.000
– Hot chocolate Dunkin Donut IDR 25.500

2 thoughts on “Hong Kong: A Dream Comes True?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s