Hong Kong: Day 2 – Star Ferry, Hong Kong Park, Bank of China Tower, Museum of Teaware, Ding-ding, Halal Dimsum & The Peak

This is a very long post. So please, bear with me:mrgreen:

***
Senin, 26 Mei 2014

Hari kedua di Hong Kong, dan mungkin bisa dianggap sebagai hari pertama untuk bisa mengeksplorasi Hong Kong secara lebih dalam *aiiiiissshh… gaya bener nggak sih bahasa gw, bok?*

Oke, jadi berdasarkan itinerary yang gw utak-atik sendiri, tujuan hari ini adalah berfokus di Hong Kong island. Targetnya itu:
□ Nyobain naik star ferry
□ Garden Road Walking Tour
□ Hong Kong Park
□ Bank of China Tower, lantai 43
□ Museum of Teaware
□ Nyobain naik ding-ding
□ Nyobain dimsum di Islamic Canteen Masjid Ammar & Osman Ramju Saddick, lantai 5
□ The Peak, termasuk naik The Peak Tram, Madame Tussauds, dan Sky Terrace 428

***
Tempat-tempat wisata di hari kedua ini seluruhnya terletak di Hong Kong island. Nah karena gw menginap di daerah Tsim Sha Tsui di wilayah Kowloon, tentu gw harus menyeberang lautan kalau ingin ke Hong Kong island. Sebenarnya selain naik ferry, bisa saja kita naik MTR, tapi misi gw kan jelas: gw mau nyobain naik Star Ferry yang femeus itu ya nek. Jadilah, gw harus ke Tsim Sha Tsui pier terlebih dahulu.

Pagi-pagi sekitar pukul 7.30, gw sudah melangkah keluar Mirador Mansion dan berbekal peta, berbelok ke kiri menyusuri Nathan Road sambil pasang mata atas petunjuk jalan berwarna pink dan biru yang banyak tersebar di daerah wisata.
???????????
Setelah keluar Mirador Mansion dan berjalan ke arah kiri, ketika bertemu persimpangan pertama gw menyeberang hingga sampai ke Middle Road. Susuri terus Middle Road hingga ke ujung jalan dan terlihat gedung YWCA di sisi kiri, sementara didepan terlihat bagian belakang gedung 1881 Heritage. Lewati gedung YWCA dan berbeloklah ke kiri, kita akan bertemu dengan salah satu entrance (dan sekaligus exit) MTR Tsim Sha Tsui. Untuk sampai ke Tsim Sha Tsui pier dan selanjutnya menyambung naik Star Ferry ke Central pier di Hong Kong island, kita harus masuk ke MTR Tsim Sha Tsui dan menggunakan akses bawah tanah. Ikuti saja petunjuk yang ada menuju tempat bersandarnya Star Ferry. Begitu sampai kembali di atas tanah, berjalan lurus dan di sisi kanan akhirnya kita bisa melihat tampak depan gedung 1881 Heritage.
???????????
Begitu keluar dari pedestrian tunnel bawah tanah, dari kejauhan terlihat terminal bus dan… Tsim Sha Tsui pier.
???????????
Sebelum masuk ke pelabuhan, gw menyempatkan diri mampir ke gerai Starbucks yang berada diantara deretan toko di kanan jalan untuk membeli tumbler titipan Vika. Sayang mereka tidak menjualnya.

Setelahnya, gw mulai memasuki dermaga. Kalau ingin menikmati Star Ferry, kita bisa memilih apakah ingin duduk di dek bawah, atau dek atas. Gw tentu memilih dek atas karena ingin menikmati pemandangan lebih jelas. Jalan menuju pintu masuk dek atas dan dek bawah Star Ferry dibedakan, selain itu jalan menuju Star Ferry yang menuju Central pier dan Wan Chai pier pun dibedakan, jadi pasang mata ya terhadap petunjuk yang ada.

Untuk menumpang Star Ferry, calon penumpang bisa membayar ongkos sebesar HKD 2,5 dengan menggunakan token ataupun octopus card. Konon, Star Ferry yang merupakan salah satu sarana transportasi warga Hong Kong, sudah beroperasi melayani pelayaran antara Hong Kong island dan Kowloon sejak 1898. Cerita lebih lengkap, termasuk jadwal dan lain-lainnya, bisa dibaca di http://www.starferry.com.hk.

Mengingat jalanan yang sepi dan ferry yang juga berpenumpang sangat sedikit pagi itu, gw sebenarnya agak curiga dan berkali-kali melirik arloji gw. Gw pun memberanikan diri bertanya pada salah seorang penumpang yang tampak sebagai orang kantoran, jam berapa sebenarnya saat itu.
Pantas saja jalanan masih sepi dan ferry hampir tak ada penumpangnya! Ternyata gw menyetel arloji gw satu jam lebih cepat daripada waktu Hong Kong *keplak kepala sendiri*
Jadi ketika gw mengira gw sudah menyalahi itinerary karena keluar hostel pukul 7.30 dari jadwal pukul 7.15 yang gw tentukan sendiri, ternyata gw justru berangkat 45 menit lebih cepat *yeah i’m counting every minute… i’m freak like that*:mrgreen:

Tidak sampai 10 menit perjalanan menuju Central pier, bahkan rasanya hanya 5 menit. Sebentar sekali! Tapi nggak apa-apa lah, yang penting satu check list bisa dicoret *ambisius*

???????????
Pemandangan menuju Central pier

???????????
Hong Kong Maritime Museum: yes, we’re getting closer to the Central pier

Di Central pier, gw kembali menyempatkan diri mencari tumbler Starbucks. Sepertinya terjadi kenaikan harga, karena menurut Vika, satu buah tumbler dibelinya di harga HKD 103, sementara gw mendapatkan dengan harga HKD 110, dan harga itu sama diseluruh gerai Starbucks di Hong Kong dan Macau.

Melanjutkan perjalanan, gw menyusuri jembatan penyeberangan berpilar biru hingga masuk ke gedung stasiun MTR Central dan mampir ke Seven Eleven untuk membeli sebotol Nescafe Smoovlatte dan sandwich dengan isian daging tuna, telur, dan mayones. Gw belum bisa meninggalkan kebiasaan menyesap kopi instan setiap pagi, dan sandwich tuna sepertinya pilihan yang cukup aman kehalalannya.

***
Keluar di Exit K MTR Central, gw duduk di depan patung Sir Thomas Jackson, the First Baronet, seorang bankir HSBC pada jamannya. Gw menyelesaikan sarapan gw pagi itu di Statue Square sambil memandang patung perunggu Sir Thomas Jackson, yang konon merupakan tempat berkumpulnya para pekerja asal Filipina. Di sekeliling gw berdiri gedung-gedung pencakar langit, tampak megah dan modern, sungguh berbeda dengan gedung-gedung tinggi di Kowloon.
???????????
Dari Statue Square, gw melintasi sebuah lapangan dimana banyak warga lanjut usia berlatih Tai Chi. Menyeberangi jalan, gw mengikuti petunjuk arah menuju Hong Kong Park hingga bertemu gedung Citi Tower. Masuk ke gedung, dibelakang resepsionis ada eskalator naik. Gunakan eskalator tersebut untuk sampai ke Hong Kong Park. Selain untuk bersantai sejenak di taman, sebagai penggemar museum *ngaku-ngaku* gw juga ingin mengunjungi Museum of Teaware yang terletak di taman tersebut.

Dan sampailah gw di Hong Kong Park…

And i wasn’t amazed. Sedikit kecewa, bahkan, kalau boleh jujur. Pandangan pertama yang jatuh pada tanaman berdaun warna marble dalam pot besar memang cukup membesarkan harapan. Tapi selanjutnya?
Memang sih, gw tidak mengunjungi setiap jengkal taman, tapi kesan pertama yang gw dapatkan tidak cukup indah untuk bisa membuat gw takjub dan tertarik untuk mengenal taman ini lebih dalam.
Jadi deh, sambil menunggu hingga pukul 9, gw hanya mengambil beberapa gambar dan berjalan-jalan sebentar, untuk kemudian berbalik arah, kembali ke Citi Tower dan melanjutkan ke gedung Bank of China yang bersebelahan depan-belakang dengan Citi Tower.
???????????
???????????
???????????
???????????
???????????
Tujuan ke Bank of China adalah lantai 43 yang menyediakan viewing deck secara gratis untuk menikmati Hong Kong dari ketinggian. Gw demennya emang cari yang gratisan gini, itung-itung sebagai ganti dari dicoretnya Sky 100 Observation Deck dari itinerary karena gw nggak rela harus mengeluarkan uang hingga HKD 168 hanya untuk melihat Hong Kong dari dalam ruangan walaupun di lantai 100 *edisi pelit*

Setelah melewati serangkaian prosedur keamanan, gw pun melihat viewing deck lantai 43 untuk pertama kalinya dan…
???????????
Udah nih, gini doang? *doh! Gw emang demanding. Gimana dong?*

Yaudahsih… namapun tempat gretongan, ya terima nasib aja nape, mpoookk??? Sumpah deh tempatnya biasa banget dan view-nya pun tidak istimewa, tapi karena cuaca Hong Kong saat itu cerah, ya lumayan lah untuk cuci mata.
Untung masih ada sofa empuk, lumayan buat selonjoran melemaskan kaki yang udah mulai lecet-lecet.
???????????
???????????
???????????

Mendekati pukul 10, gw kembali ke Hong Kong Park. Check list selanjutnya memang Museum of Teaware, yang buka pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore dan tutup setiap hari selasa. Selain mengaku sebagai penikmat museum, Museum of Teaware termasuk list kunjungan karena… gratis:mrgreen:

Museum of Teaware dikenal juga dengan nama Flagstaff House. Konon, gedung berdinding putih yang dibangun tahun 1846 ini merupakan bangunan bergaya barat tertua yang masih berdiri hingga kini. Pada mulanya dikenal dengan nama Headquarters House, kemudian berganti nama menjadi Flagstaff House sekitar tahun 1932, dan menjadi kantor sekaligus tempat tinggal Commander of the British Forces hingga tahun 1978. barulah pada tahun 1984, bangunan ini berubah fungsi menjadi Museum of Teaware. Di museum ini terdapat larangan memotret, jadi tidak ada yang bisa gw tampilkan di sini.

Lagi-lagi, gw kecewa dengan hasil yang gw dapatkan. Bukan karena ekspektasi gw terlalu tinggi sih, tapi karena ada perbedaan antara harapan dan kenyataan akan benda-benda yang dipajang.
Dalam pikiran dan khayalan gw yang lugu ini, namanya juga Museum of Teaware ya… jadi yang diperlihatkan pastinya porselen-porselen cantik ala high tea yang lucu-lucu dengan warna-warni ceria yang menggemaskan itu kan…
Dan ternyata yang dipajang adalah poci-poci teh dari tanah liat. Runtuh sudah keindahan porselen ala peranakan yang ada di pikiran gw.
Akibatnya ya bisa ditebak. Hanya satu jam gw di dalam museum berlantai 2 itu, ya selain ternyata kurang menarik, museumnya juga kecil sih.

***
Ketenaran dimsum halal yang terdapat di kantin salah satu masjid di Hong Kong membuat gw penasaran untuk mencobanya. Agak gambling sebenarnya saat itu, karena Vika beberapa kali mengatakan bahwa dimsum itu buka hanya saat weekend. Tapi gw pikir ya nekat aja lah. Kalaupun nggak ketemu dimsum, kan masih bisa coba makanan lain, sekalian shalat juga karena gw pikir saat itu sudah mendekati waktu dzuhur.

Dari Hong Kong Park gw kembali ke stasiun MTR Central. Dari situ gw naik MTR blue line alias Island Line tujuan Chai Wan dan turun di stasiun Wan Chai. Untuk menuju tempat dimsum, gw mengikuti petunjuk Vika, verbatim.
Gw keluar di Exit A3 stasiun Wanchai, kemudian naik ding-ding dari halte pemberhentian nomor 43E O’Brien Road Eastbound Route. Haltenya terletak tepat didepan Exit A3, tapi karena jalur halte itu adanya di tengah-tengah, jadi tetap harus menyebrang ya.
Untuk naik ding-ding, kita gunakan pintu belakang. Jangan bingung kalau tidak melihat mesin tapping octopus card, karena khusus ding-ding kita baru akan tapping octopus card di pintu depan ketika akan turun di halte tujuan. Jauh dekat cukup HKD 2,3 saja. Seperti biasa, informasi lebih akuratnya lihat di http://www.hktramways.com ya…
???????????
???????????
???????????
Dari halte 43E O’Brien Road, gw turun di halte 47E Tonnochy Road, halte kedua setelah naik *halte 43E-nya jangan dihitung*
Begitu turun, karena jalur ding-ding itu ada di tengah-tengah, kalau lirik kanan ada McDonalds, lirik kiri ada Watsons. Nah, menyeberanglah ke deretan McDonalds, lirik kiri bakalan melihat lapangan basket berpagar kawat tinggi.
???????????
Susuri anak tangga yang berada di sebelah kiri lapangan hingga bertemu jalan raya dan gerai Seven Eleven di seberang jalan.
???????????
Seberangi jalan ke arah Seven Eleven, ikuti jalan lurus ke depan hingga bertemu pertigaan, belok kiri dan kita akan melihat sebuah bangunan berdinding warna putih dan hijau. Akhirnya ketemu juga sama Masjid Ammar & Osman Ramju Saddick! *sujud syukur*
???????????
???????????
???????????

Langsung ke lantai 5 dan…

???????????
???????????
Alhamdulillah they serve dimsum EVERYDAY.
Dan yaaa teteuplah gw bikin pelayannya bengong sejenak karena gw memesan hanya satu porsi dimsum isi udang dan segelas milo dingin. Yaabis… seporsi dimsum itu isinya 3 dan ukurannya cukup besar, gw khawatir tidak sanggup menghabiskan semua kalau gw pesan berbagai macam jenis dimsum.
Verdictnya? Sayang gw lupa membawa sambal sachet ABC… kalau bawa mungkin gw bisa minta tambah satu porsi lagi:mrgreen:

Selesai makan, ceritanya mau langsung shalat kan. Tapi kok gw lihat papan penunjuk waktu shalat, shalat dzuhur baru akan dilaksanakan pukul 13.10? Sementara saat itu baru pukul 11.55. Padahal gw lihat jadwal shalat di islamicfinder.org, Hong Kong nggak beda sama Indonesia.
Akhirnya gw memutuskan untuk kembali ke hostel saja untuk shalat karena khawatir tidak bisa menemukan tempat yang nyaman di tujuan selanjutnya.
Kali ini, untuk menuju stasiun MTR Wan Chai, gw menumpang ding-ding Westbound route. Gw naik di halte 52W dan turun di halte 56W.
Di dalam ding-ding, alhamdulillah gw dipertemukan dengan seorang muslimah indonesia. Padanya gw bertanya perihal waktu shalat. Ternyata benar, di Hong Kong saat itu, waktu Dzuhur adalah sekitar pukul 13 lewat, Asar pukul 16 lewat, Maghrib pukul 19 lewat, dan Isya pukul 20 lewat. Subuh tetap sekitar pukul 4.30 pagi.

***

Katanya, tiket tempat-tempat wisata bisa dibeli di beberapa tempat dengan harga yang lebih murah dibandingkan apabila kita membelinya di loket di tempat wisata itu sendiri. Atas dasar itu, selesai shalat gw menyusuri Nathan Road sambil buka mata lebar-lebar mencari Golden Crown Hostel, salah satu tempat yang menjual tiket murah itu. Sempat bolak-balik di Nathan Road dari ujung ke ujung mencari Golden Crown Hostel, ternyata dekat sekali dengan Mirador Mansion. Hanya terpisah beberapa toko, tapi karena pintunya kecil dan papan namanya juga tidak menonjol, jadi mudah terlewatkan. Golden Crown Hostel ini terletak di Golden Crown Court, bersebelahan dengan Standard Chartered Bank. Langsung saja ke lantai 5 bertemu resepsionisnya.

???????????
Combo ticket untuk The Peak Tram + Sky Terrace + Madame Tussaud pun gw dapatkan dengan harga HKD 220. Lebih murah HKD 100 daripada beli di The Peak-nya langsung.

???????????
Tuh lihat aja antriannya. Lumayan kan, tiket yang gw beli di Golden Crown Hostel memberikan gw sedikit shortcut untuk langsung bergabung dengan pengunjung lain yang ingin menaiki The Peak Tram, yang ternyata… antri juga, saudara-saudara😆

???????????
Antriannya cukup padat dan panjang, bikin kipas-kipas juga karena cuaca Hong Kong di pukul 3 sore itu benar-benar panas. Gw memanfaatkan masa-masa menunggu itu untuk memakan roti mamon keju dan egg tart yang gw beli di gerai Maxim’s Cake di stasiun MTR. Ini juga mengikuti wejangan Vika yang bilang bahwa gw harus harus harus mencoba roti keju maxim’s yang menurutnya luar biasa enak. Dan gw setuju dengan Vika. Roti mamon keju yang gw pilih benar-benar lembut dan kejunya juga pas banget, rasanya seperti lumer di mulut. Roti maxim’s memang tersohor dengan kelezatannya. Tadinya gw mengira roti maxim’s itu seperti roti Presiden atau Lauw yang dijajakan dengan sepeda keliling seperti zaman gw SD dulu, ternyata maxim’s punya gerai-gerai modern yang tersebar di mana-mana, sepertinya maxim’s ada di setiap stasiun MTR.
Sementara egg tart-nya biasa aja menurut gw. Nggak ada yang istimewa, sepertinya masih lebih enak egg tart-nya Golden Egg di Jakarta deh.
Di tempat mengantri itu ada Historical Gallery yang menceritakan sejarah tram dari waktu ke waktu. Lumayan buat bacaan saat menunggu.

Setelah beberapa kali menaikturunkan penumpang, akhirnya tiba giliran gw naik trem. Untung gw mantan anak kereta, jadi bisa lah sedikit-sedikit sikut kanan kiri demi mendapatkan kursi didekat jendela.
???????????

Perjalanan dengan trem, pada awalnya, terasa biasa aja. Baru setelah terlihat laut dibawah, kerasa kalo kita memang menanjak dan miring! Kemiringannya yang mungkin lebih dari 45 derajat terlihat jelas sekali. Untungnya trem ini tertutup sehingga keamanannya cukup terjamin. Gw teringat kereta tua di PLTA Lamajan. Usianya mungkin lebih tua daripada trem The Peak, dan soal keamanan jangan ditanya deh…banyak-banyak berdoa aja pokoknya.

Sampai di atas, pengunjung langsung disambut oleh The Peak Market, sentra belanja oleh-oleh. Ini jebakan batman banget, barang-barangnya memang bagus-bagus walau harganya tidak bisa ditawar, dan sebagian memang tidak ditemukan di Ladies Market. Dan gw termasuk yang terjebak disini: kalap beli-beli magnet kulkas yang memang tidak ada di Ladies Market. Di The Peak Market ini juga gw bertemu seorang bapak yang freelance tour guide yang saat itu sedang memandu rombongan turis asal Surabaya. Bapak ini dulunya warga negara Indonesia, tapi sudah 30 tahun menetap dan berkeluarga di Hong Kong dan saat ini sudah berpindah kewarganegaraan. Kalau ada pembaca budiman yang ingin berwisata ke Hong Kong dan membutuhkan tour guide yang itinerary-nya bisa diatur sesuka kita, hubungi gw aja ya, nanti gw kasih kontaknya si bapak itu.

***
Niat awal, gw pengen ke Sky Terrace dulu saat langit masih terang untuk mengambil beberapa foto, terus ke Madame Tusaauds, terus balik lagi ke Skt Terrace untuk ambil foto malam hari. Tapi ternyata untuk ke Sky Terrace itu ada pemeriksaan tiket dan setelahnya kita nggak bisa bolak-balik sesuka kita. Akhirnya gw memutuskan ke Madame Tussaud dulu dan setelah satu jam, barulah gw ke Sky Terrace.

???????????
???????????

Selain salah satu cowok paling ganteng sedunia yang fotonya gw pasang di atas ituh dan bintang-bintang lainnya, baik artis ataupun dari bidang lain seperti pemerintahan, olahraga, dan pengetahuan, Madame Tussaud yang ini dipenuhi bintang-bintang Mandarin yang gw nggak kenal, kecuali Andy Lau dan Michelle Yeoh. Maklum, kan namanya juga Madame Tussaud di Hong Kong ya, di pintu masuk saja kita sudah disambut Bruce Lee dengan kostum kuning bergaris hitam yang jadi ciri khasnya, nggak ketinggalan Jackie Chan ikut menjemput. Tapi khusus untuk Jackie Chan, pengunjung tidak boleh berfoto dengan kamera sendiri, melainkan harus dengan kamera dari pihak Madame Tussaud.

???????????
???????????
???????????

???????????
Don’t ask. I don’t even know who she is:mrgreen:

Tak hanya tokoh di dunia nyata , Madame Tussaud Hong Kong juga memamerkan tokoh-tokoh dalam cerita rekaan atau legenda. Bagi para pecinta Doraemon, ada juga patung si kucing gendut lengkap dengan pintu ke mana saja-nya. Dan sebentar lagi akan ada patung Hello Kitty juga. Ada pula tokoh-tokoh legenda Kera Sakti.

***
???????????
Ini Hong Kong sekitar pukul 16.00, bukan dari Sky Terrace ya, tapi dari balkon deket Burger King, kalo nggak salah inget.

Saat gw sampai di Sky Terrace menjelang pukul 6 sore, langit Hong Kong masih sangat cerah dan belum terlalu banyak pengunjung yang merapat di sekeliling pagar pembatas Sky Terrace. Gw sempatkan mengambil beberapa foto sambil mendengar penjelasan dari earphone yang disediakan, dan setelahnya langsung duduk manis di salah satu sudut menunggu tenggelamnya matahari.
???????????
???????????
???????????
???????????
Another part of Hong Kong yang jarang dilirik orang | Hong Kong sekitar pukul 18.00 | 5 menit kemudian… | dan 10 menit kemudian. Hampir nggak keliatan bedanya ya!

Begitu jarum jam menunjukkan pukul 7 malam, gw langsung mencari spot terbaik untuk membidik Hong Kong di waktu senja. Saat itu pengunjung sudah sangat membludak sampai-sampai membentuk beberapa lapisan, dan masing-masing siap dengan kameranya, atau dengan pasangannya dan tongsis mereka.
Gw merangsek menuju satu sudut paling bagus untuk mengambil foto, yaitu tempat berdirinya teropong yang saat itu sedang rusak. Sebenarnya disitu juga sudah ramai sekali, tapi gw berhasil memperdaya beberapa pengunjung hingga akhirnya gw berdiri paling depan, siap membidik lautan gedung pencakar langit dalam bingkai langit senja. Keren ya bahasa gw *siul-siul* *benerin jilbab*

Dan yaaa… butuh kesabaran untuk sampai di saat seluruh gedung sudah menyalakan lampu-lampu mereka dan langit Hong Kong menghitam sepenuhnya. Karena hingga pukul 19.30 pun langit masih cukup terang, dan baru 5 hingga 10 menit kemudian, matahari tenggelam secara drastis.
???????????
???????????
???????????
???????????
19.20 | 19.30 | 19.40 | 19.47

***
Kalau melihat itinerary gw di hari kedua ini, gw tidak berhasil menjalankan misi Garden Road Walking Tour yang meliputi gedung-gedung bersejarah di daerah Central seperti St. Joseph’s Church, Government House, St. John’s Cathedral, dan the Court of Final Appeal. Karena ternyata, tidak seperti Singapura, jarak antara satu gedung ke gedung lain itu cukup jauh, teman-teman! Dan peta tidak terlalu membantu. Yasudahlah, gw merelakan saja tur keliling kota yang gw rencanakan.

Dan walaupun gw agak kecewa dengan Hong Kong Park dan Museum of Teaware, tapi gw cukup puas dengan pencapaian itinerary.

Sebelum berlanjut ke hari ketiga, ini lho beberapa magnet kulkas yang bikin gw lupa daratan *dan lupa bawa uang pas-pasan* di The Peak Market.
???????????

Pengeluaran:
.Nescafe smoovlatte HKD 11,90
.Sandwich tuna fish egg mayo HKD 11,90
.Ding-ding pp HKD 4,6
.Dimsum udang HKD 13
.Milo dingin HKD 12
.Combo ticket The Peak + Sky Terrace + Madame Tussauds HKD 220
.Roti mamon keju maxim’s HKD 7
.Egg tart maxim’s HKD 4,5
.Nescafe smoovlatte mocha HKD 11,90
.Magnet kulkas di The Peak Market @HKD 59
.Magnet kulkas persegi di The Peak Market @HKD 15
.Banana milk HKD 8,20
.Whole bread sandwich shrimp & corn HKD 22,30

18 thoughts on “Hong Kong: Day 2 – Star Ferry, Hong Kong Park, Bank of China Tower, Museum of Teaware, Ding-ding, Halal Dimsum & The Peak

      • tiara says:

        mba, cara pulang dari makan dimsum kan ding-ding Westbound route. naik di halte 52W dan turun di halte 56W. nah cara menuju halte 52 itu gimana mb ? tks yaaaa

      • ukechin says:

        Hai Mbak Tiara,
        Untuk menuju halte 52W dari masjid/tempat dimsum ya dengan berjalan kaki saja, persis mengikuti rute perginya yaitu ketika ketemu lapangan basket hingga ke masjid (cuma kali ini dibalik, dari masjid ke lapangan basket)
        Hope this helps! 😉

  1. tiara says:

    nah berarti posisinya didepan lapangan basket ya ? bukannya yg didepan lapangan basket itu halte 47E Tonnochy Road ? lalu dimana halte 52w mb😦

    • ukechin says:

      Iya mbak tiara, halte depan lapangan basket itu 47E sekaligus 52W, masing2 berlawanan arah. Nanti saat di HK coba deh dilihat dihaltenya😉
      Btw maaf ya telat balasnya..

      • tiara says:

        MBaaaa, telat bgt bal;esnya, sy udah pulang dr HK. btw makasi bgt yaaaa tips nya, saya ikutin semuanya, gampang bgt, saya sampe 2x makan di masjid itu, siang coba dimsum, malam makan nasi. enak bgttttttt, dan haltenya itu gampang bgtt didepan mata rupanya, hahaham makasi yaaaaa kecupppppppppppppppppp

    • ukechin says:

      Saya menggunakan cash waktu itu, Mas Armand. Seringnya sih saya memang menghindari penggunaan kartu kredit kalau nggak darurat, apalagi di luar negeri. ☺

  2. mina says:

    mba waktu itu sendiri ya travelingnya? saya jg akan ad rencana pergi sendiri ke HK krna mendadak tmn saya berhalangan, amankah jalan sendirian? oiyaa.. kalo k ladies market harus malamkah? kl siang bisa ga? makasih mba🙂 salam kenal, mina

    • ukechin says:

      Hai mbak mina,
      Iya waktu itu saya pergi sendiri ke HK. Berdasarkan apa yang saya baca dan saya alami sendiri, HK insya Allah termasuk salah satu tempat yang aman untuk solo female traveler. Emang sih ada cerita2 bahwa kita harus lebih hati2 sama orang2 berkulit hitam di sana, tapi ya gak perlu parno juga kok… selama kita gak keliatan bingung, tetap ramah tapi juga jaga jarak sih aman2 aja. Kalaupun bingung atau nyasar, coba tanya2 sama sesama orang indonesia yang bakalan seriiiiinnnggg ketemu selama di HK… iya, para TKI 😉😉😉
      Ladies market bisa siang kok, jam 10 an udah buka, tapi emang masih sepi, dan makin malam makin rame.
      Hope this helps, mbak mina… enjoy HK!

  3. Mina says:

    Maaf mba tanya lagi😀 kalo mau langsung ke mesjid Ammar & Osman dari mirador mansion berarti tinggal jalan ke MTR Tsim Sha Tsui trs naik MTR ke stasiun admiralty trs baru ganti MTR yg blue line turun di Wan chai trs baru naik tram dst sesuai ptunjuk mba di atas, begitukah? maaf tanya mulu ya mba hehe

    • ukechin says:

      Hehehehe… silakan aja mbak kalo mau tanya2 mah…
      Iya, pokoknya ikutin aja petunjuknya, rajin2 baca nama halte ya, letak papan namanya di bagian atas dan agak kecil 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s