[Sunny Side Up] Perfect Eggs Everytime!

Such a late post!
Alasannya, karena ingin menamatkan cerita Hong Kong Trip dulu kan… tapi seperti biasa, ketika lagi semangat-semangatnya menulis, eh ya ndilalah laptop akika ngambek. Layarnya mati tiba-tiba dan tak hidup-hidup lagi hingga kini. Bapak-bapak ahli servis segala jenis kerusakan komputer yang biasa datang ke kantor, entah kenapa mendadak jadi susah sekali dihubungi. Jadilah banyak calon tulisan terlantar. Sampai-sampai skype pun lewat hape lho bok! *kode*

Dan karena terlalu lama hiatus menulis, mood Hong Kong Trip ikut menguap diterjang legal review dan pelototan si Bapak *alesyaaaaannn*
Yaudindeh, kita coba aja cerita soal tempat makan yang gw coba bersama Nyonya Besar sebelum gw capcus ke Hong Kong. Motif lain selain makan-makan adalah, membiasakan diri dengan baby S, maksudnya supaya saat di Hong Kong gw bisa menghasilkan foto yang ciamik:mrgreen:

Tapiiiii… karena acara memamah biak ini pun sudah berlalu cukup lama, mohon maaf gw tidak bisa bawel seperti biasanya karena daya ingat gw mulai melemah *uhuk!*. Sedikit foto dan keterangan seadanya saja ya!

Dalam kesempatan mengunjungi Kota Kasablanka beberapa bulan lalu *tuh kan, udah lama!*, gw dan Nyonya Besar memutuskan untuk makan siang di Sunny Side Up yang menawarkan hidangan serba telur yang menggunakan telur ayam arab instead of telur ayam negeri atau telur ayam kampung seperti yang selama ini kita kenal. Konon, telur ayam arab memiliki kandungan betakaroten dan  Omega-3  lebih tinggi dibanding telur ayam kampung, ini ditandai dengan bagian kuning telurnya yang berwarna orange, juga lebih besar dan lebih kenyal, jika dibandingkan telur ayam kampung yang kuning. Nah, Omega-3 itu sendiri kan sangat penting untuk pengembangan mata dan pendengaran pada anak-anak dan fungsi otak sepanjang hidup. Asam esensial juga membantu menjaga sirkulasi dan menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, telur ayam arab juga tidak menimbulkan alergi, bisul, dan jerawat. Yang unik dari telur ayam arab ini, walaupun namanya ayam arab, tapi sebenarnya berasal dari Belgia.

Dalam kesempatan mengunjungi Kota Kasablanka beberapa bulan lalu *tuh kan, udah lama!*, gw dan Nyonya Besar memutuskan untuk makan siang di Sunny Side Up yang menawarkan hidangan serba telur yang menggunakan telur ayam arab instead of telur ayam negeri atau telur ayam kampung seperti yang selama ini kita kenal.
Konon, telur ayam arab memiliki kandungan betakaroten dan Omega-3 lebih tinggi dibanding telur ayam kampung, ini ditandai dengan bagian kuning telurnya yang berwarna orange, juga lebih besar dan lebih kenyal, jika dibandingkan telur ayam kampung yang kuning. Nah, Omega-3 itu sendiri kan sangat penting untuk pengembangan mata dan pendengaran pada anak-anak dan fungsi otak sepanjang hidup. Asam esensial juga membantu menjaga sirkulasi dan menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, telur ayam arab juga tidak menimbulkan alergi, bisul, dan jerawat.
Yang unik dari telur ayam arab ini, walaupun namanya ayam arab, tapi sebenarnya berasal dari Belgia.

Sunny Side Up didominasi warna kuning dan putih ala telur dan biru langit yang lembut sehingga mengesankan suasana makan yang nyaman dan akrab. Kursinya didominasi warna oranye menyala, bagian langit-langitnya pun dihiasa seolah telur mata sapi, ada juga sudut yang dibentuk menyerupai telur. Seragam para pelayannya juga lucuuuuukkk... dan supervisor on duty-nya *atau managernya ya?* saat itu super ramah. Entah mungkin karena saat gw dan Nyonya Besar sampai, pengunjung belum banyak walaupun sudah jam makan siang, atau karena dia melihat gw membawa baby S.

Sunny Side Up didominasi warna kuning dan putih ala telur dan biru langit yang lembut sehingga mengesankan suasana makan yang nyaman dan akrab. Kursinya didominasi warna oranye menyala, bagian langit-langitnya pun dihiasa seolah telur mata sapi, ada juga sudut yang dibentuk menyerupai telur. Seragam para pelayannya juga lucuuuuukkk… dan supervisor on duty-nya *atau managernya ya?* saat itu super ramah. Entah mungkin karena saat gw dan Nyonya Besar sampai, pengunjung belum banyak walaupun sudah jam makan siang, atau karena dia melihat gw membawa baby S.

Ouch!

Ouch!

The Menu. Lanjutin sedikit soal jagoan kita kali ini ya. Walaupun berasal dari Belgia, tapi kenapa si ayam disebut sebagai ayam arab? well, no offense ya, gw juga dapetnya dari internet, tapi konon pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi *ouch!* dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah. Ayam arab pun fungsinya hanya sebagai ayam petelur saja, karena dagingnya lebih tipis dibanding ayam kampung.

The Menu.
Lanjutin sedikit soal jagoan kita kali ini ya. Walaupun berasal dari Belgia, tapi kenapa si ayam disebut sebagai ayam arab? well, no offense ya, gw juga dapetnya dari internet, tapi konon pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi *ouch!* dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah.
Ayam arab pun fungsinya hanya sebagai ayam petelur saja, namun dagingnya lebih tipis dibanding ayam kampung menjadikannya jarang dimanfaatkan sebagai ayam pedaging.

Mine: Egg Benedict Barbeque Sauce | IDR 45.500 Verdict: mashed potatonya lumayan, telurnya not bad, daging burgernya nggak lembut tapi juga nggak alot. Sayang disajikannya kurang hangat dan saus barbequenya juga terlalu manis kalo di lidah gw. Overall, biarpun ini chef's recommendation, bagi gw menu pilihan gw ini biasa-biasa aja, nggak ada yang istimewa

Mine: Egg Benedict Barbeque Sauce | IDR 45.500
Verdict: mashed potatonya lumayan, telurnya not bad, daging burgernya nggak lembut tapi juga nggak alot. Sayang disajikannya kurang hangat dan saus barbequenya juga terlalu manis kalo di lidah gw. Overall, biarpun ini chef’s recommendation, bagi gw menu pilihan gw ini biasa-biasa aja, nggak ada yang istimewa

My Mom's: Creamy Salmon Omurice | IDR 49.000 Ini juga salah satu chef's recommendation. And as it names, nasi goreng tanpa kecap yang dibungkus telur dadar ini sangat creamy dan good news, mereka nggak pelit ngasih potongan daging ikan salmonnya. Overall, menurut gw menu Nyonya besar ini lebih oke daripada egg benedict gw,. tapi kenapa ya, ada kulit pangsit ditancapkan diatasnya?

My Mom’s: Creamy Salmon Omurice | IDR 49.000
Verdict: ini juga salah satu chef’s recommendation. And as it names, nasi goreng tanpa kecap yang dibungkus telur dadar ini sangat creamy dan good news, mereka nggak pelit ngasih potongan daging ikan salmonnya. Overall, menurut gw menu Nyonya besar ini lebih oke daripada egg benedict gw,. tapi kenapa ya, ada kulit pangsit ditancapkan diatasnya?

Appetizer: Cheese Finger | IDR 22.000 Standar gw sebagai penggemar keju, untuk appetizer gw memilih Cheese Finger. Cheese Finger ini sebenernya Mozzarella Cheese yang digoreng, tapi kok rasanya kurang melted ya... tapi porsinya sungguh mantab lah!

Appetizer: Cheese Finger | IDR 22.000
Standar gw sebagai penggemar keju, untuk appetizer gw memilih Cheese Finger. Cheese Finger ini sebenernya Mozzarella Cheese yang digoreng, tapi kok rasanya kurang melted ya… tapi porsinya sungguh mantab lah!

Drinks: Cappuccino White Yolk Juice & Strawberry white Yolk Juice each IDR 33.000 Kesan pertama: gelasnya besar ya kakaaaaakkk... trus bagian handlenya itu kan berupa otot bisep/trisep/whatever gitu, cucok lah... mungkin setelah minum jus putih telur berperisa ini kita diharapkan bisa langsung kekar perkasa :lol: Gw memilih cappuccino sementara Nyonya besar memilih strawberry. Hmm... Cappuccino White Yolk Juice-nya biasa aja sih menurut gw, cappuccinonya nanggung dan putih telurnya pun nggak terlalu berasa. Sementara Strawberry White Yolk Juicenya juga hampir sama, strawberrynya kurang mantap dan secara keseluruhan rasanya kurang manis. Point plus-nya; amis putih telurnya tidak tercium sama sekali, dan porsinya besar yaaa... keliatan kan dari gelasnya *hihihi* Oya, konon, untuk membuat satu gelas white yolk juice ini dibutuhkan 5 hingga 6 butir putih telur.

Drinks: Cappuccino White Yolk Juice & Strawberry white Yolk Juice each IDR 33.000
Kesan pertama: gelasnya besar ya kakaaaaakkk… trus bagian handlenya itu kan berupa otot bisep/trisep/whatever gitu, cucok lah… mungkin setelah minum jus putih telur berperisa ini kita diharapkan bisa langsung kekar perkasa😆
Gw memilih cappuccino sementara Nyonya besar memilih strawberry. Hmm… Cappuccino White Yolk Juice-nya biasa aja sih menurut gw, cappuccinonya nanggung dan putih telurnya pun nggak terlalu berasa. Sementara Strawberry White Yolk Juicenya juga hampir sama, strawberrynya kurang mantap dan secara keseluruhan rasanya kurang manis. Point plus-nya; amis putih telurnya tidak tercium sama sekali, dan porsinya besar yaaa… keliatan kan dari gelasnya *hihihi*
Oya, konon, untuk membuat satu gelas white yolk juice ini dibutuhkan 5 hingga 6 butir putih telur.

And here she is. Nyonya Besar. My Mom.

And here she is. Nyonya Besar. My Mom.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s