[Koffie Warung Tinggi] d/h Tek Soen Hoo

Assalamu’alaykum!

I’m back with a super late post. Oh finally. And yet, no my computer is still broken, jadi gw menulis seadanya saja mencuri senggangnya office’s PC bisa dibajak sejenak untuk posting ini itu *plus, writing mood gw yang nggak balik-balik ya, seolah berbanding lurus dengan lamanya opname si laptop*.

***
Hampir 6 bulan yang lalu, gw dan Nyonya Besar berkesempatan mengunjungi sebuah warung kopi yang lagi happening banget di Jakarta. Koffie Warung Tinggi baru saja memang menjejakkan kaki di mall yang nyaman dan sejuk hasil pendingin udara, tapi warung kopi yang satu ini ternyata sudah eksis sejak tahun 1878 dan merupakan warung kopi tertua di Indonesia. Wow! Berdiri sejak lebih dari satu abad yang lalu dan masih bertahan hingga saat ini, bahkan berkembang dari warung kopi tradisional biasa menjadi warung kopi yang dikemas secara modern dan berkelas, they must have something really good!

Koffie Warung Tinggi d/h Tek Soen Hoo

Koffie Warung Tinggi d/h Tek Soen Hoo

Coffee Bar sekaligus tempat menghirup aroma harum biji kopi, dan tempat memesan makanan

Coffee Bar sekaligus tempat menghirup aroma harum biji kopi, dan tempat memesan makanan

??????????????????????image-2045″ />
Pada awal pendiriannya, Koffie Warung Tinggi bernama Tek Soen Hoo, bertempat di Jalan Moolen Vhiet Oost atau sekarang dikenal dengan nama Jalan Hayam Wuruk. Dalam perjalanannya, penamaan dalam bahasa asing menemui kendala sehingga Tek Soen Hoo pun mengubah nama mereka menjadi Warung Tinggi dikarenakan letak toko mereka saat itu lebih tinggi dibandingkan bangunan lain disekitarnya. Sekarang, mereka bahkan punya situs sendiri. Silakan menjelajahi warungtinggi.com

Koffie Warung Tinggi kini dibuka di Grand Indonesia, West Mall lantai 5, berdekatan dengan mushala. Jadilah ketika Nyonya Besar shalat, gw masuk duluan dan mengambil tempat duduk, lalu mulai mengarahkan kamera ke beberapa sudut menarik.

Koffie Warung Tinggi menempati area yang cukup luas dan terbagi menjadi smoking area dan non smoking area, di mana non smoking area ditempatkan didepan coffee bar. Sayang, tidak ada penyekat antara smoking dan non smoking area, sehingga asap rokok masih tercium dengan jelas di non smoking area.

Kedua area didesain dengan mempertahankan suasana tempo dulu, dipadu dengan sedikit sentuhan modern. Sofa-sofa minimalis, lemari kayu antik berisikan piring-piring porselen masa lalu, rak-rak kopi dari elemen kayu, penggiling kopi tradisional, semuanya menimbulkan nuansa vintage dan klasik yang cantik, apalagi dipadukan dengan penerangan yang temaram dan elemen kayu yang digunakan pada jendela dan pintu. Suasana yang dihadirkan memang menimbulkan rasa nyaman, cocok untuk bersantai-santai bersama teman dan keluarga.

antique

antique

keep down to earth and drink good coffee

keep down to earth and drink good coffee

???????????

topping price list

topping price list

it's limited!

it’s limited!

Mungkin, hal ini pula yang mempengaruhi menu yang ditawarkan. Selain mengusung kopi sebagai jagoannya, Koffie Warung Tinggi juga menawarkan makanan-makanan ringan dari masa kecil, seperti kue cubit, atau kudapan yang sudah mendapat citarasa eropa seperti pannekoek dengan berbagai topping dan bitterballen, juga yang sudah mendapat sentuhan cina, apalagi kalau bukan martabak. Karena kue cubitnya naik level masuk ke mall, harganya pun tentu di upgrade juga. Memang selain penganan ringan, disediakan pula makanan ’berat’. Tapi pilihannya memang tidak terlalu banyak.

Untuk memesan makanan dan minuman, pengunjung dapat langsung mendatangi coffee bar. Di coffee bar juga diletakkan berbagai macam jenis biji kopi dengan disertai pula penjelasannya, dan biji kopi-biji kopi ini untuk dijual lho. Mereka bahkan menerima pesanan biji kopi customized sesuai permintaan pelanggan. Banyaknya variasi minuman dari kopi yang ditawarkan membuat gw sempat bingung ketika akan memesan minuman. Berdasarkan rekomendasi dari pelayan, gw pun memesan Snickers Mochaccino yang merupakan signature drink mereka. Untuk Nyonya Besar, gw memesankan Juice Orange kesukaannya.

Selain itu, gw pun memesan Nasi Goreng Kampung dan dua buah Martabak Manis Plain ukuran kecil berdiameter sekitar 10-12 cm, masing-masing diberi topping pilihan gw, yaitu durian dan ovomaltine.

So here we go!

Nasi Goreng Kampung

Nasi Goreng Kampung

Nasi Goreng Kampung yang dibandrol harga IDR 48.000 ini porsinya pas, dan rasanya pun enak. Simply nasi goreng kampung ala rumahan tanpa rasa yang aneh-aneh, lengkap dengan telur mata sapi, acar timun dan kerupuk melarat, namun entah bagaimana semua bumbu dan bahan sepertinya diracik dan menyatu dengan sempurna. One thing my mom couldn’t stop complaining about was, she thought it was overpriced. Yeah, I’m agree.
Sementara, Juice Orange yang asam tapi menyegarkan, selayaknya juice orange pada umumnya, dibuat benar-benar dari jeruk asli, bahkan bulir-bulirnya pun ada. IDR 34.000, still overpriced. We thought.

Snickers Mochaccino

Snickers Mochaccino

Snickers Mochaccino. This one is good! IDR 38.000 and totally worth it! Kopi, whipped cream, aroma moka, dan cacahan halus biji kopi, ditambah potongan-potongan snickers… endeuuuuusss kakak! I want more!

Your Highness MARTABAK DURIAN

Your Highness MARTABAK DURIAN

Martabak Manis dengan topping Durian. Martabak manis plain ukuran kecil dihargai IDR 15.000 dan topping duriannya dihargai IDR 35.000. Total jadi IDR 50.000 tapi gw nggak peduli karena ini E.N.A.K B.A.N.G.E.T sumpah! Martabaknya lembut, topping duriannya benar-benar tebal dan manis dan itu dibuat dari daging buah durian asli! Hhhmmmm.. bukan sekedar ekstrak dan aroma. Surgawi!

Save the Best: MARTABAK OVOMALTINE

Save the Best: MARTABAK OVOMALTINE

Martabak Manis dengan topping Ovomaltine, yang konon limited edition. Sama seperti martabak manis durian, martabak manis plain ukuran kecil dihargai IDR 15.000 dan topping Ovomaltine dihargai IDR 40.000. IDR 55.000 untuk sepotong kecil martabak, overpriced yes tapi bodo amat karena ini E.N.A.K.N.Y.A K.E.L.E.W.A.T.A.N. Selain martabaknya yang udah lembut, coklatnya si ovomaltine kan maniiiiisss dan lekoh banget dan crunchy-crunchy-nya itu lho astagaaaaa… Must try. Banget! Tapi bagi yang kurang suka makanan manis, atau mengidap diabetes, sebaiknya hindari saja ya.

***
Overall, walaupun ada keluhan overpriced disana-sini dan keluarnya martabak yang lamaaaaa banget *Nasi Goreng Kampung-nya Nyonya Besar udah ludes dan martabak gw belum terhidang!* it was a good experience of tasting good food. Pelayannya ramah dan cukup menguasai menu, suasana nyaman, makanan minuman ENAAAKK *penting*, sangat direkomendasikan untuk kembali lagi. Dan bagi yang belum berkesempatan mencicipi, sangat disarankan untuk mengunjungi.

2 thoughts on “[Koffie Warung Tinggi] d/h Tek Soen Hoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s