[Mujigae]

Nggak tau kesambet apa-apa tiba-tiba gw kangen si Vika. Alhamdulillah nggak bertepuk sebelah tangan karena si Vika pun ternyata kangen sama gw *eh* *yakan di mana-mana yang namanya ditolak itu nggak enak ya mbaksist*
Jadilah kami mengatur waktu untuk mabuk-mabukan. Tak lupa Didito dan Dani diikutsertakan.

Gw yang paling bersemangat segera bergerak menentukan meeting point, yang seperti biasa hampir pasti selalu di Depok. Ya mau gimana lagi, kantor kami berempat berjauhan, agak susah kalau mau ketemu di Jakarta. Paling mudah memang bertemu di wilayah Depok yang memang sudah jadi wilayah jajahan masing-masing sedari orok. Pilihan kali ini jatuh pada makanan Korea. Maka marilah kita menyambangi Mujigae, yang terhitung baru membuka gerainya di Margo City, mall paling heitz se-Depok Raya.

Begitu memasuki tempat, pelayan langsung menyapa kami dengan salam khas Korea. “Annyeonghasimnika!”

Inside #1

Inside #1

Inside #2

Inside #2

Inside #3

Inside #3

Setelah kami duduk, mbak-mbak pelayan dengan sigap memberikan buku menu dan menerangkan tata cara pemesanan yang sungguh canggih, di setiap meja disediakan iPad dimana pengunjung tinggal memilih menu yang ingin dipesan beserta jumlahnya. Tinggal klik klik klik, order terkirim dan tunggu beberapa menit, pesanan pun segera terhidang di meja. Nggak perlu mencari-cari mbakmas pelayan dan nggak perlu merasa nggak enak kalau lama memilih menu. Efektif dan efisien.

Menu, masih konvensional

Menu, masih konvensional

Hi-tech way to order your food | Hi dear iPad!

Hi-tech way to order your food | Hi dear iPad!

Didito on 'How to Order Your Food'

Didito on ‘How to Order Your Food’

Vika on 'How to Order Your Food'

Vika on ‘How to Order Your Food’

Sejak menentukan Mujigae sebagai meeting point, kami langsung kasak-kusuk cari tau soal menu. Nggak heran kami tidak perlu berlama-lama memilih makan malam saat itu. Didito langsung memesan Bulgogi Bibimbap untuk makanannya dan Lemon Sea Salt sebagai minumannya. Vika memilih Classic Ramyeon dan mencoba Choco Banana Milk with Nutella Pudding untuk melepas dahaga. Gw mantap memilih Bibimyeon feat. Tokochi dan ended up dengan Banana Milk with Matcha Pudding untuk minumannya. Kami pun sepakat memesan Original Tteokbokki sebagai cemilan.

Sekitar 10 menit menunggu, pesanan pun datang. So here we go.

Our Classic Tteokbokki | IDR 28.182

Our Classic Tteokbokki | IDR 28.182

Tteokbokki mungkin bisa dibilang sebagai salah satu cemilan paling terkenal dari Korea. Terbuat dari tepung beras dan disajikan bersama odeng alias fish cake dan saus pedas manis yang kental, enaknya disantap panas-panas.

Didito’s Bulgogi Bibimbap | IDR 39.091

Didito’s Bulgogi Bibimbap | IDR 39.091

Bibimbap adalah makanan khas Korea dimana nasi dihidangkan bersama soy sauce, diberi topping daging yang dicincang, sayur-sayuran, telur ayam setengah matang, dan yang paling penting: gochujang, pasta sambal yang fungsinya membuat enak si bibimbap. Satu lagi yang khas dari Bibimbap adalah cara makannya. Semua diaduk rata jadi satu.

Uninuna’s Bibimyeon feat. Tokochi | IDR 38.182

Uninuna’s Bibimyeon feat. Tokochi | IDR 38.182

Sama seperti bibimbap, Bibimyeon dimakan dengan cara mencampur dan mengaduk rata semua yang terhidang di mangkuk. Bedanya, dasar dari bibimbap adalah nasi, sementara dasar bibimyeon adalah mie. Selain itu, pada bibimbap, gochujang adalah elemen penting, sementara bibimyeon tidak menggunakan gochujang. Selain cacahan daging sapi cincang, ada pula topping sayuran, fish cake yang dipotong tipis-tipis dan digoreng garing, dan telur rebus yang dibalut tepung dan digoreng. Sebagai side dish, disajikan tokochi, yaitu kue beras yang digoreng garing. Hmm… I prefer the original tteokbokki to tokochi.

Vika’s Classic Ramyeon |IDR 32.728

Vika’s Classic Ramyeon |IDR 32.728

Bagi gw, Ramyeon tidak ada bedanya dengan mie tektek. Di beberapa tempat di Korea, dalam Ramyeon dimasukkan juga kue beras. Disajikan dalam panci aluminium, Ramyeon nikmat disantap saat dingin. Sayangnya, menurut Vika, Ramyeon pilihannya itu agak sedikit lodoh.

Drinks | Vika’s Choco Banana Milk feat. Nutella Pudding – Uninuna’s Banana Milk feat. Matcha Pudding – Didito’s Lemon Sea Salt | each IDR 20.909 – IDR 19.091 – IDR 19.091" width="768" height="419" /> Drinks | Vika’s Choco Banana Milk feat. Nutella Pudding – Uninuna’s Banana Milk feat. Matcha Pudding – Didito’s Lemon Sea Salt | each IDR 20.909 – IDR 19.091 – IDR 19.091

Drinks | Vika’s Choco Banana Milk feat. Nutella Pudding – Uninuna’s Banana Milk feat. Matcha Pudding – Didito’s Lemon Sea Salt | each IDR 20.909 – IDR 19.091 – IDR 19.091″ width=”768″ height=”419″ /> Drinks | Vika’s Choco Banana Milk feat. Nutella Pudding – Uninuna’s Banana Milk feat. Matcha Pudding – Didito’s Lemon Sea Salt | each IDR 20.909 – IDR 19.091 – IDR 19.091

Baik choco banana milk ataupun banana milk, bagi gw rasa susu dan buahnya kurang mantap. Sementara Lemon Sea Salt-nya… menurut Didito, rasanya unik. Asam lemonnya pas dan enak, tapi butiran kasar sea salt-nya sungguh asin. Dan yang mana sea salt-nya? Itu lho, yang menyerupai krim berwarna kuning, yang kami salah duga sebagai es krim pada mulanya.

Dani yang terlambat datang hanya memesan Korean Tea dan memilih menghabiskan tteokbokki kami. Mungkin karena sedang berbahagia, Dani yang biasanya harus makan makanan berat kali ini tidak terlalu ramai soal makanan, dan tetap tampak berseri-seri *silakan ditanyakan langsung ya kenapa-kenapanya*. Terus gimana rasa Korea Tea-nya?
Seruput pertama membuat Dani mengernyit. “Kayak air putih,” katanya. Lalu gelas besar berwarna hijau berisi air sedikit keruh itu pun bergilir pada Didito, Vika, dan terakhir gw.
“Rasanya nggak jelas, aneh!,” bingung si Didito.
“Air perasan daun sirsak,” kata Vika.
“Seperti kuah popmie rasa baso sapi,” gw berpendapat.
“Lah lo dulu apa nggak minum beginian?” tanya mereka bertiga.
“Ya maap, gw bukan penggemar teh. Selama di sana gw cuma minum air putih dan kopi, paling jauh minum banana uyu.”:mrgreen:

Well ya, secara garis besar, Mujigae yang dilengkapi dengan 2 layar tembak dari proyektor yang tak henti menayangkan girl band dan boyband asal Korea, bisa dibilang cukup nyaman sebagai tempat kumpul-kumpul. Harganya masih wajar dan pelayannya pun cukup ramah dan cekatan dalam menjelaskan segala sesuatunya. Mengenai rasa makanannya, I assume rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. It’s lighter yet somehow tastier. No fancy taste yet nice and acceptable. Kimchi yang selalu ada dan dihidangkan sebagai side dish di setiap menu disediakan dalam porsi kecil, dengan rasa asam yang sepertinya lagi-lagi sudah disesuaikan dengan cita rasa lokal.
However, I would like to go back there to taste another menu.

All price are subject to service charge and tax.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s