[Seoul & Gyeonggi-do] Visa Korea

Dari seluruh rangkaian persiapan yang harus dilakukan dalam merencanakan suatu perjalanan, selain urusan itinerary mungkin pengurusan visa merupakan satu hal lain yang membutuhkan perhatian lebih dan energi ekstra. Karena apa? Karena untuk memasuki negara-negara tertentu, calon wisatawan membutuhkan visa sebagai tiket untuk memasuki negara-negara tersebut. Tanpa visa, seluruh itinerary dan semua persiapan yang telah dilakukan menjadi nol besar tanpa arti. Iiiiihhh.. tegang ya bok akika nulisnya? Hmm… sebenernya sih urusan visa ini nggak tegang-tegang banget, selama kita memenuhi seluruh persyaratan yang diminta rasanya visa bisa dengan mudah didapat. Tapiii… ada tapinya nih, kadang urusan visa ini kayak jodoh-jodohan juga *lha kenapa larinya jadi ke urusan jodoh sih*… kayaknya semua udah disiapkan sematang mungkin sampe ke printilan-printilannya, tapi yang ditolak sih ada aja tuh. Nah kalo udah sampe urusan tolak menolak sih emang udah harus kenceng-kencengan doa memohon pada Yang Maha Kuasa *pengalaman pribadi ya ceu…*

Sebagaimana yang dapat dibaca pada website-nya, Korea memiliki beberapa macam visa. Untuk kunjungan kali ini, gw mengajukan permohonan visa kunjungan wisata dan wisata keluarga dibawah 90 hari. Proses pembuatannya adalah selama 5 hari kerja dan dikenakan biaya sebesar Rp.480.000,- (biaya per akhir bulan Februari 2015). Saat tulisan ini gw buat, biaya pembuatan visa telah meningkat menjadi sebesar Rp.520.000,-.
Di website tersebut dapat ditemukan juga persyaratan dokumen untuk pembuatan visa, yaitu:
• Paspor asli dan fotokopi paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
• Formulir aplikasi visa (dengan satu lembar foto ukuran 4×6 yang ditempel pada kolom foto dalam lembar aplikasi visa)
• Kartu keluarga atau dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
• Surat keterangan kerja atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) tempat bekerja – jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan. Bagi ibu rumah tangga atau yang masih belum memiliki penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga atau pihak yang menanggung pengeluaran selama perjalanan
• Surat keterangan mahasiswa/pelajar, bagi yang masih bersekolah
• Fotokopi bukti keuangan (pilih salah satu: Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan Dirjen Pajak/Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak/rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank/surat keterangan dan fotokopi kartu membership golf/surat keterangan dan fotokopi kartu membership hotel bintang 5/surat keterangan pemegang program jamsostek/slip gaji atau bukti tunjangan pensiun.

Setelah tau dokumen apa saja yang diperlukan, tentu langkah selanjutnya adalah mempersiapkannya. Dan inilah yang tahapan awal yang gw lakukan:
• Download formulir aplikasi visa
• Memfotokopi dokumen-dokumen yang memang sudah tersedia
• Membuat pas foto dengan latar belakang putih
• Membuat surat keterangan kerja (untuk gw) dan surat pernyataan dari Mr. Babeh untuk kepentingan aplikasi visa Nyonya Besar

Tahapan selanjutnya, mari kita bedah sedikit perihal dokumen-dokumen yang harus disiapkan daaannn… dokumen-dokumen pendukung yang sebenarnya tidak diminta tapi tetap gw sertakan untuk lebih meyakinkan pihak Kedutaan Besar Republik Korea.
• Inti dari surat keterangan pekerjaan dari tempat bekerja adalah pernyataan bahwa benar kita adalah pegawai di tempat tersebut dan tidak akan mencari pekerjaan di negara tujuan. Untuk itu, selain menyebutkan lamanya bekerja dan gaji yang gw terima tiap bulan, dalam dokumen gw tuliskan paragraf seperti ini:

“all necessary expenses to be incurred during the trip will be borne by herself. We do guarantee that she will return to Indonesia and she will not seek either permanent or non permanent job in your country.”

• Sama dengan surat keterangan pekerjaan, gw pun membuatkan surat yang ditandatangani Mr. Babeh untuk kepentingan Nyonya Besar, yang intinya menyatakan bahwa

“the named person as below … is both legally and truly the one and only my wife and is applying for tourism visa to enter your respective country.
She will be going to the Republic of Korea for holiday start from … to …, together with our daughter in order to commemorate our daughter’s journey while pursuinh her education in Gyeonggi Province, five years ago (sebutin aja mau ngapain, nggak apa-apa dibilang lebay, yang penting aplikasi visa di granted).
My wife is a housewife; however any necessary expenses to be incurred during the trip will be borne actually by herself. Moreover, for your convenience I do guarantee that I will take any responsibility for any of her financial matters in case of something occurs. I do guarantee that she will return to Indonesia and she will not seek either employment or permanent stay in your country.”

• Walaupun surat keterangan Mr. Babeh menyatakan bahwa semua biaya ditanggung sendiri oleh Nyonya Besar, untuk lebih memuluskan jalan gw sertakan pula rekening koran Mr. Babeh.

• Salah satu pe-er yang cukup membuat gw pusing adalah keharusan menyertakan SIUP tempat bekerja. Gw udah menghubungi unit-unit yang gw rasa bisa membantu, tapi ternyata mereka pun tidak menyimpan dokumen tersebut. Gw sampai menghubungi pihak kedutaan untuk menanyakan apakah SIUP benar-benar harus dipenuhi mengingat tempat gw bekerja adalah BUMN bona fide yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya *sombong ya ceu*. Jawaban petugas konsuler sungguh tidak menenangkan hati. Dia mengatakan ikuti saja persyaratan yang ada. In the end, SIUP tidak termasuk ke dalam dokumen yang gw sertakan dalam aplikasi visa.

• Untuk diingat dan berhati-hati, kita harus tau bahwa secara teknis, Korea Selatan masih berada dalam keadaan perang dengan saudara mereka di bagian utara. Itu berarti masih terbuka harapan bagi kedua belah pihak untuk bersatu. Hal ini berarti pula bahwa seluruh dokumen ditujukan kepada ‘Embassy of the Republic of Korea’, bukan kepada ‘Embassy of the Republic of South Korea’.

• Untuk dokumen-dokumen terkait kekuatan finansial, biarpun diminta hanya pilih salah satu, tapi gw menyertakan 5 dokumen yaitu:
– Fotokopi surat pajak tahunan untuk 3 tahun terakhir sejak tahun 2011 hingga 2013
– Asli rekening koran 3 bulan terakhir. Untuk ini gw menghubungi Customer Service Bank Mandiri terdekat dengan membawa buku tabungan dan kartu ATM dan rekening koran dapat dicetak saat itu juga dengan biaya Rp.2500,- per lembar. Untuk Bank Syariah Mandiri, biayanya Rp.3500,- per lembar.
– Asli surat referensi bank yang menyatakan nominal simpanan dan tujuan pembuatan surat referensi yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Berbeda dengan rekening koran yang bisa diterbitkan di kantor cabang mana saja, surat referensi bank diterbitkan oleh kantor cabang tempat kita membuka tabungan. Tapi jangan khawatir, datangi saja kantor cabang terdekat dan biarkan mereka yang mengurus kelanjutannya. Proses pembuatannya terbilang cepat, sekitar 2 hingga 3 hari kerja. Biayanya berbeda-beda setiap bank. Bank Mandiri mengenakan biaya sebesar Rp.50.000,-, sementara Bank Syariah Mandiri mengenakan biaya sebesar Rp.150.000,-
– Fotokopi slip gaji 1 bulan terakhir
– Fotokopi tunjangan dana pensiun

• Selain dokumen-dokumen wajib, gw pun menyertakan dokumen pendukung yaitu fotokopi tiket perjalanan pp, fotokopi pemesanan hotel, dan itinerary alias rencana perjalanan yang dibuat semasuk akal mungkin. Jangan khawatir soal itinerary, pengalaman selanjutnya membuktikan bahwa gw melakukan banyak sekali penyimpangan dari tujuan semula.

Selasa, 17 Februari 2015
Setelah seluruh dokumen siap, gw pun berangkat ke Kedutaan Besar Republik Korea dengan 4 buah map di tangan: 2 map berisikan dokumen-dokumen milik gw dan 2 map lainnya milik Nyonya Besar. Masing-masing 2 map itu berisi dokumen asli (kecuali paspor, karena asli paspor gw masukkan ke dalam map berisi fotokopi dokumen) dan fotokopi dokumen: seluruh dokumen disusun berdasarkan urutan penyebutan dalam website. Ya buat jaga-jaga kalau tiba-tiba diminta memperlihatkan asli dokumen.

Untuk pengajuan aplikasi visa, kita dapat mendatangi kedutaan antara pukul 08:30 hingga pukul 12:00.
Saat tiba di bagian konsuler, pemohon visa akan diberikan nomor antrian dan dipersilakan duduk. Begitu nomor antrian kita disebutkan, segera datangi loket dan serahkan dokumen. Petugas loket akan memeriksa kelengkapannya dan jika sudah oke, dia akan memberikan tanda terima untuk pengambilan visa kurang lebih seminggu kemudian. Pada tanda terima tertera nomor yang bisa kita sebutkan saat akan melakukan konfirmasi via telepon. All the process took only 20 minutes and there we had filed the document.

Rabu, 25 Februari 2015
It’s the day!
Setelah seminggu makan tak tenang tidur tak nyenyak dan hati resah gelisah, usai jam makan siang gw pun menghubungi nomor telepon yang tertera di tanda terima.
“Sudah bisa diambil,mbak…” kata suara di ujung telepon.
“Errr… visanya bagaimana, mbak? Diterima atau…” grogi melanda tiba-tiba.
“Kalau sudah bisa diambil, berarti diterima, mbak,”

.
.
.
h e n i n g s e j e n a k
.
.
.

Terus gw histeris. Oke… nggak sampe histeris sih tapi jelas rasanya legaaaaaaa banget! Satu pe-er besar terlewati dengan baik. Walaupun masih ada satu pe-er besar menunggu penyelesaian: membuat itinerary yang sesungguhnya.
Tapi tiba-tiba berpikir, lha kalaupun visa di tolak juga, paspor harus tetap diambil kan? Galau pun kembali menerpa. Baiklah, nanti saja kita lihat paspornya.

Jumat, 27 Februari 2015
Baru 2 hari setelahnya gw bisa izin pulang lebih cepat untuk mengambil paspor di kedutaan. Pukul 4 sore gw sudah kembali berada di ruangan yang sama pada hari selasa minggu sebelumnya. Kembali duduk manis mengantri menunggu nama dipanggil. Dan tak lama, gw sudah kembali menggenggam paspor gw dan paspor Nyonya Besar. Masih di depan petugas loket, gw membuka halaman demi halaman paspor.

Dan menemukan stiker berlogo visa Republik Korea di salah satu halamannya.

It’s good to be back. Alhamdulillah😉

Untuk lebih jelasnya silakan menghubungi Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta:
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta 12950
Telp. 021-29672555
Jam pengajuan aplikasi visa: 08:30-12:00
Jam pengambilan visa: 13:30-16:30
Website: idn.mofa.go.kr

One thought on “[Seoul & Gyeonggi-do] Visa Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s