[Malacca] Prep Session

SAMSUNG CSC

Setelah trip pertama ke Siem Reap yang bisa di bilang cukup sukses di penghujung tahun lalu *walaupun kami melewatkan beberapa pohon-pohon legendaris di Ta Phrom*, gw, Vika, Didito, dan Dani sepakat untuk kembali menghabiskan libur panjang Natal dengan traveling ke… entah ke mana:mrgreen:
Seperti biasa, gw dan Vika saling melempar ide, dari mulai yang masuk akal sampai yang penuh khayalan, sementara Didito dan Dani menjadi pendengar dan pengikut setia. Setelah sesi brainstorming berhari-hari disertai pencarian tiket promo oleh Vika, akhirnya disepakatilah untuk jalan-jalan ke tempat yang deket-deket aja yaaa… yang sepertinya sih tidak memakan banyak waktu dan pastinya, biaya.

Vika, yang paling rajin kilik-kilik internet, menemukan bahwa Malaysia Airlines sedang memberikan tiket promo. Kami, mendengar nama maskapai yang saat itu sedang dirundung kemalangan bertubi-tubi, terus terang tidak bersemangat untuk melakukan perjalanan menggunakan maskapai nasional negara tetangga tersebut. Setelah merenung dan berkonsultasi dengan orang-orang yang wajib diminta restunya, dengan mengucap basmalah kami pun menerima tawaran Vika. Pertimbangan kami, yang namanya ajal bisa datang kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun. Jadi bukan karena Malaysia Airlines-nya, tapi karena sudah ditulis seperti itu di Lauhul Mahfudz *benerin kopiah* *keselek tasbeh*

Vika langsung bergerak, gesit seperti biasa kalo udah menyangkut urusan traveling. Tanggal 6 Mei, tiket dipesan, namun ternyata tersisa hanya 2 kursi untuk tiket promo di harga Rp.1.415.700/orang, yang diambil Vika dan Didito. Keesokan harinya tanggal 7 Mei, Didito memesankan tiket untuk gw dan Dani, bukan tiket promo sehingga harganya berbeda jauh, Rp.2.425.600/orang.
Atas nama pertemanan dan toleransi, Vika dan Didito bersedia menyumbang sebagian harga tiket, sehingga masing-masing membayar Rp.1.920.650 untuk round trip Jakarta – Kuala Lumpur.
Dengan demikian, selesai lah urusan transportasi. 4 round trip ticket sudah di tangan. Masing-masing untuk keberangkatan tanggal 24 Desember 2015 dan kepulangan tanggal 26 Desember 2015.

Setelah tiket, selanjutnya giliran pencarian penginapan. Baca review sana-sini, gw melempar nama “Wayfarer Guest House” ke forum, dan ditindaklanjuti oleh Didito. Tanggal 30 Juli, Didito, yang dipercaya sebagai orang dengan kemampuan matematika dan bahasa asing paling mumpuni, segera menghubungi calon penginapan kami dan memesan 2 kamar berjendela yang menghadap sungai.

Di lain pihak, gw kembali bertugas sebagai penyusun itinerary, dan sejak tiket dipesan sudah mulai mengumpulkan data dan membuat daftar tempat yang ingin dikunjungi. Dari hasil melototin internet, terciptalah itinerary seperti ini:

– Hari 1: tanggal 24 Desember akan habis hanya untuk perjalanan, apalagi mengingat yang akan berangkat ini adalah para manula, maka gw nggak memasukkan tujuan apapun di hari pertama ini. Pokoknya begitu sampe hostel, langsung tidur aja lah kita ya bok! Remuk pasti badan ini, seremuk hatiku *maap nyampah*

– Hari 2: tanggal 25 Desember harus dimulai dengan semangat membara. Lagi di negeri orang, it’s time to explore! So it should be bangun super pagi dan sarapan chicken rice ball di Kedai Kopi Chung Wah – Dutch Square – the Stadhuyst – Christ Church – Queen Victoria’s Fountain – souvenir shopping at Hard Rock Café, San Shun Gong, Starbucks, dan Orang Utan House – menimba ilmu di Cheng Ho Cultural – makan lalu shalat di Masjid Kampung Kling – Cheng Hoon Teng Temple – menikmati matahari terbenam dengan menyusuri sungai Melaka lewat Melaka River Cruise – dan menghabiskan malam di Jonker Street Night Market

– Hari 3: tanggal 26 Desember adalah hari terakhir sekaligus hari kepulangan ke Indonesia, jadi waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Then the route would be St. Paul’s Hill – A Famosa – Menara Taming Sari – Baba Nyonya Heritage House – Kampung Morten

Itinerary yang disusun secara membabi buta dan penuh semangat membara pun selesai beberapa hari menjelang keberangkatan, dan langsung disebarkan kepada para pelancong.

para pemeran

Oh yeah, our Malacca Trip would be so much fun and splendid!

why melacca

…or at least that was what we tought

4 thoughts on “[Malacca] Prep Session

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s